Teknik Fisika ITB Bikin Alat Pencitraan Deteksi Penyakit Kuning pada Bayi
ITB kembangkan alat yang mampu mentedeteksi sakit kuning, terutama pada bayi. (Foto: Pexels/Kindel Media)
PARA dosen di Teknik Fisika ITB membuat perangkat perangkat pencitraan pada dunia kesehatan. Salah satunya, alat deteksi awal penyakit kuning pada bayi.
Penelitian ini dilaksanakan oleh beberapa mahasiswa dan beberapa dosen Teknik Fisika, di antaranya adalah Dr. Ir. Eko Mursito Budi, M.T., Dr. Ir. Endang Juliastuti, M.S., dan Naila Zahra, S.T., M.T. Metode yang dipakai pada penelitian ini bernama Metode Kramer.
Baca Juga:
“Sebelum ke dokter, dengan metode kramer kita bisa melakukan pencitraan untuk mendeteksi penyakit kuning pada bayi,” ujar Dosen KK Instrumentasi dan Kontrol Teknik Fisika ITB, Dr. Vebi Nadhira, S.T, M.T., dalam webinar Manfaat Perangkat Pencitraan Pada Dunia Kesehatan Selasa (25/5/2021)
Data sample untuk penelitian ini didapat dengan cara mengambil 10 citra pada 49 pasien bayi. Untuk mengambil citra yang diperlukan, digunakan kamera yang diberi jarak 50 - 60 cm di atas bayi dan juga kartu warna berjarak 5 - 10 cm di samping perut bayi.
Setelah mendapatkan citra mentah, dilakukanlah proses pemfilteran lalu koreksi warna. Setelah itu, dilakukan juga segmentasi kulit melalui konversi ke ruang warna lab. Kemudian beralih ke konversi ke ruang spesifik, akuisisi data statistik warna kulit sample, dan terakhir estimasi dengan regresi linear.
Selain itu, para dosen Teknik Fisika ITB juga membuat perangkat perangkat pencitraan pada dunia kesehatan. Yang berdasarkan pada teknologi thermal imaging. Penelitian ini dilaksanakan oleh Dr. Suprijanto, S.T, M.T., Naila Zahra, S.T, M.T., dan Tri Untoro, S.T, M.T.
Pada teknologi ini terdapat komponen bernama thermal microbolometer. “Thermal microbolometer mendeteksi radiasi inframerah di tubuh kita untuk dianalisis citranya,” ujar Vebi.
Baca Juga:
Selain thermal imaging, para staf pengajar Teknik Fisika ITB juga melakukan riset yang membuahkan hasil berupa alat dan teknologi untuk pencitraan yaitu tomografi optik. Pendeteksian perubahan warna pada gigi, pengujian penyebaran cairan pada masker, pendeteksi kelembaban kulit, pemetaan posisi jarum pada citra USG, dan deteksi awal penyakit kuning pada bayi.
Pada pemaparan materi ini, deteksi awal penyakit kuning pada bayi dan pemetaan posisi jarum pada citra USG menjadi hasil penelitian yang paling rinci pembahasannya.
Penelitian lainnya, mengenai pencitraan pada kesehatan untuk screening adalah pemetaan posisi jarum pada citra USG. Ini dilakukan oleh beberapa sivitas akademika Teknik Fisika ITB yaitu beberapa mahasiswa dan dosen. Dosen Teknik Fisika ITB yang terlibat pada penelitian ini adalah Dr. Suprijanto, S.T, M.T. dan Guru Besar KK Instrumentasi dan Kontrol Teknik Fisika ITB, Prof. Dr. Eng. Ir. Deddy Kurniadi, M.Eng.
“Riset ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan USG yang sering kali menggunakan jarum untuk melakukan pencitraan. Namun, ketika USG dilakukan, jarum yang dimasukkan tersebut sering tak terlihat. Riset ini dilakukan untuk menemukan teknologi yang dapat membuat jarum pada USG dapat terlihat dengan jelas,” ujar Vebi.
Selain itu, salah satu rumus matematis yang digunakan pada penelitian ini adalah linear derivative. Linear derivative berfungsi untuk mengestimasi atau menentukan area posisi jarum yang dimasukkan ketika melakukan USG. (Imanha/Jawa Barat)
Baca Juga:
Smartwatch Bisa Selamatkan Nyawa tapi Juga Picu Kekhawatiran
Bagikan
Berita Terkait
Kamera OPPO Reno 15 Pro Max Jadi Andalan, Pakai Sensor 200 MP dan Ultra-wide 50 MP
Samsung Galaxy S26 Plus Muncul di Geekbench, Gunakan Chip Exynos 2600
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Samsung Galaxy S26 Series Meluncur Februari 2026, ini Jadwal Lengkapnya
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Xiaomi Kids Watch Resmi Meluncur, Bisa Deteksi Mood Anak dengan Fitur Keamanan yang Enggak Main-Main
HP Gaming 'Monster' RedMagic 11 Air Siap Gebrak Pasar Global Pekan Depan, Spesifikasinya Bikin Merinding
Bocoran OPPO Find X9 Ultra, Bawa Teleconverter Baru dan Kamera Zoom 300mm
Redmi Note 15 Pro dan Note 15 Pro+ Siap Meluncur, Usung Kamera 200MP dan Baterai Jumbo
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand