Tekan Harga, 120 Juta Barel Minyak Akan Digelontorkan ke Pasar Dunia

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 April 2022
Tekan Harga, 120 Juta  Barel Minyak Akan Digelontorkan ke Pasar Dunia

Kilang Minyak. (Foto: Pertamina)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Harga minyak berjangka turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (7/4) pagi WIB, setelah negara-negara konsumen besar akan melepas minyak dari cadangannya untuk melawan pengetatan pasokan.


Tercatat, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni turun USD 5,57 atau 5,2 persen, menjadi USD 101,07 AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga:

Harga Minyak Melonjak, Korsel Potong Pajak Produk Minyak 30 Persen


Sedangkan, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei anjlok USD 5,73 atau 5,6 persen, menjadi USD 96,23 per barel di New York Mercantile Exchange.

Negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) akan melepaskan 120 juta barel dari cadangan strategis (SPR) untuk menahan kenaikan harga. Pelepasan tersebut akan mencakup 60 juta barel dari Amerika Serikat.

Dilansir Antara, komitmen itu merupakan bagian dari pengumuman AS sebelumnya tentang pelepasan cadangan 180 juta barel.

Pengumuman ini, adalah kedua kalinya IEA merilis cadangan tahun 2022 dan secara efektif meningkatkan pasokan di seluruh dunia sekitar 2 juta barel per hari setidaknya selama dua bulan ke depan.

Saat ini, dunia mencoba mengatasi potensi kehilangan minyak Rusia. Kelompok ini secara kolektif memiliki sekitar 1,5 miliar barel cadangan strategis.

Pasar minyak mentah telah melalui minggu penuh volatilitas, dengan harga melonjak di tengah kekhawatiran pasokan setelah invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi berikutnya di Moskow oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Akhir-akhir ini pasar telah berbalik arah menyusul rilis cadangan bersama dengan kekhawatiran perlambatan permintaan di China, di mana pandemi yang bangkit kembali telah mendorong penguncian kota-kota termasuk Shanghai.

Kilang Minyak. (Foto: Pertamina)
Kilang Minyak. (Foto: Pertamina)

Pabrik penyulingan di Tiongkok, dikabarkan menghindari kontrak baru dengan Rusia, menunjukkan bahwa Beijing berhati-hati untuk tidak secara terang-terangan mendukung Moskow saat ini.

Sementraa, stok minyak mentah AS naik 2,4 juta barel dalam minggu terakhir, Badan Informasi Energi AS mengatakan, memperkirakan penurunan. Produksi juga naik, mencapai 11,8 juta barel per hari, terbesar sejak akhir 2021, dan diperkirakan akan terus meningkat. Amerika Serikat juga melepaskan hampir 4 juta barel dari cadangan strategisnya dalam seminggu.

Amerika Serikat dan sekutunya pada Rabu (6/4) menyiapkan sanksi baru terhadap Moskow atas pembunuhan warga sipil di Ukraina, yang oleh Presiden Volodymyr Zelenskiy digambarkan sebagai "kejahatan perang". Rusia membantah menargetkan warga sipil. (*)

Baca Juga:

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Dana Subsidi Harus Tepat Sasaran

#BBM #Harga Minyak Dunia #Pertalite #Pertamax #BBM Bersubsidi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Harga BBM Naik, Pertamax dari Rp 12.300 Jadi Rp 16.250 per Liter
Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.
Wisnu Cipto - 1 jam, 16 menit lalu
Harga BBM Naik, Pertamax dari Rp 12.300 Jadi Rp 16.250 per Liter
Indonesia
ESDM Tetapkan ICP Mei 2026 Turun ke USD 106,56 per Barel, Dipicu Meredanya Konflik Timur Tengah
Harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada Mei 2026 turun menjadi USD 106,56 per barel. ESDM sebut meredanya konflik geopolitik dan melemahnya permintaan global jadi faktor utama.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 06 Juni 2026
ESDM Tetapkan ICP Mei 2026 Turun ke USD 106,56 per Barel, Dipicu Meredanya Konflik Timur Tengah
Indonesia
IHSG Hari Ini Terancam Ambruk Akibat Harga Minyak Dunia Meroket
Namun, pasar modal masih menghadapi sejumlah risiko. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp1,39 triliun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
IHSG Hari Ini Terancam Ambruk Akibat Harga Minyak Dunia Meroket
Indonesia
WFH ASN Turunkan Konsumsi Pertalite Nasional 9%, Kebijakan Diperpanjang 2 Bulan
Menko Ekonomi menegaskan pemerintah memutuskan untuk terus memberlakukan kebijakan WFH bagi kalangan ASN
Wisnu Cipto - Rabu, 27 Mei 2026
WFH ASN Turunkan Konsumsi Pertalite Nasional 9%, Kebijakan Diperpanjang 2 Bulan
Indonesia
Produksi Sumur Minyak Rakyat Capai 400 Barrel Per Hari, Beli Kontraktor Migas
Peringkat tertinggi berasal dari sumur rakyat di Jambi, dengan produksi puncak mencapai sekitar 2.700 barel minyak.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Produksi Sumur Minyak Rakyat Capai 400 Barrel Per Hari, Beli Kontraktor Migas
Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Update Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, bp, dan Vivo Pasca Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus
Sementara itu, SPBU Shell membawa kabar baik bagi para pengguna kendaraan mesin diesel. Setelah menghadapi kendala kelangkaan pasokan yang berlangsung sejak awal tahun 2026
Angga Yudha Pratama - Senin, 18 Mei 2026
Update Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, bp, dan Vivo Pasca Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus
Indonesia
13 SPBU Pertamina tak Lagi Jual Pertalite, Cek Daftar Lengkapnya
Sebanyak 13 SPBU Pertamina kini tak lagi menjual Pertalite. Lokasinya berada di Jakarta hingga Bogor. Berikut lokasi SPBU tersebut.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
13 SPBU Pertamina tak Lagi Jual Pertalite, Cek Daftar Lengkapnya
Indonesia
Krisis Energi Dunia Bakal Berlanjut Walupun Iran dan AS Damai
Eskalasi lanjutanya adalah blockade Selat Hormuz baik oleh Iran maupun Amerika Serikat yang membuat Harga minyak melambung tinggi
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Krisis Energi Dunia Bakal Berlanjut Walupun Iran dan AS Damai
Indonesia
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Rusia tetap dalam kondisi baik, meski telah menghadapi sanksi dari Uni Eropa selama lebih dari 10 tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Terminal Minyak Karimun Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, Rusia Tetap Siap Kirim Minyak ke Indonesia
Bagikan