Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Teater Kebangsaan "Tripikala" Bikin Jokowi Terus Tertawa

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Selasa, 24 Januari 2017
Teater Kebangsaan

Jokowi saat nonton teater bareng Megawati (FOTO dok. ksp)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Presiden Jokowi nonton bareng Pagelaran Teater Kebangsaan "Tripikala", di Taman Ismail Marzuki, Senin (23/1) malam. Usai menyaksikan pagelaran, Jokowi langsung menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Megawati.

“Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ibu Megawati Soekarnoputri yang ke nol tujuh (07). Semoga beliau selalu diberikan umur panjang, selalu diberikan kesehatan yang baik oleh Allah SWT, dan terus bisa menginspirasi kita untuk terus melakukan hal-hal yang baik, yang paling baik untuk bangsa dan negara,” ucap Jokowi seperti dilansir Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Terkait pagelaran teater tersebut, Jokowi mengaku banyak pesan yang terkandung, diantaranya mengingatkan kembali tentang pentingnya persatuan, keragaman, kemajemukan, dan kebhinnekaan yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Saya kira pesan-pesan itu yang tadi disampaikan di dalam pertunjukan dan juga tetap mendahulukan kepentingan negara, kepentingan rakyat di atas kepentingan yang lain-lain. Saya kira pesan itu yang sangat kuat sekali disampaikan dalam pertunjukan tadi,” paparnya.

Selain itu, pagelaran teater yang dikemas dengan menyisipkan unsur komedi di sepanjang pertunjukkan ini membuat Jokowi tertawa terbahak-bahak, dari awal hingga akhir pertunjukan.

“Sudah kehabisan saya, sudah kehabisan energi untuk tertawa karena dari awal sudah habis semuanya,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Megawati mengaku banyak yang bertanya apa yang diinginkan olehnya saat merayakan ulang tahun ke-70 tersebut. Menjawab pertanyaan tersebut, Megawati menyatakan bahwa selama ini ia telah hadir di panggung politik namun tidak di panggung seni.

“Tapi kok saya nggak punya panggung seni? Makanya saya ngobrol dengan mas Butet, dari pada kalau kita berpolitik di negara yang kita cintai ini kayaknya tegang terus,” katanya.

Pagelaran Teater Kebangsaan “Tripikala” disutradai oleh Agus Noor dan Djaduk Ferianto sebagai penata musik. Selain itu, beberapa pemerannya dilakoni oleh Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Arie Keriting, Edo Kondologit, Happy Salma, Endah Laras dan Sruti Respati.

#HUT Megawati #Presiden Jokowi #Megawati Soekarnoputri #Teater
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Indonesia
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Dubes Korea sangat mengapresiasi perhatian Megawati atas persoalan di Semenanjung Korea.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
Dubes Korsel Bertemu Megawati di Teuku Umar, Bahas Upaya Perdamaian Korea
Bagikan