Tanpa Dawuh Raja, LDA Keraton Tetap Gelar 'Wilujengan Nagari Mahesa Lawung'
Kepala Kerbau yang di tutup dengan kain putih sebelum di tanam di alas Krendowahono. (MP/Win)
MerahPutih.com - Iring-iringan prajurit keraton terlihat keluar dari bangsal Gondorasan dan menuju ke Sitihinggil Keraton Kasunanan Solo, Kamis (25/1). Dalam iring-iringan tersebut, tampak para abdi dalam dan sentana keraton ikut ambil bagian. Sementara, di lain sisi terlihat sesuatu yang terbungkus dengan kain warna putih.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upacara adat Wilujengan Nagari Mahasa Lawung. Upacara adat ini diadakan setiap tahun, sejak Pakubuwono (PB) II.
Namun, tahun ini ada yang berbeda, di mana upacara adat ini tanpa dawuh (perintah) dari Raja Keraton Pakubuwono (PB) XIII. Sehingga upacara adat ini diadakan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) keraton.
"Kemarin kami sudah mencoba menemui Raja. Namun, tidak dibukakan pintu. Akhirnya setelah kami menunggu dan menunggu, atas inistiatif sendiri, kami gelar wilujengan tanpa perintah Raja," ujar Wakil Penageng Sasana Wailapa KPH Winarno Kusumo.
Meski begitu, upacara adat ini sama seperti sebelumnya, yakni dengan ditandai pemotongan kepala kerbau. Setelah itu, kepala kerbau bakal di tanam di kawasan Alas Kredowahana.
Ketika disinggung soal makna wilujengan ini, pria yang akrab disapa Kanjeng Win menceritakan hal tersebut sebagai wujud syukur manusia.
"Kalau kerbau itu hanya simbol, banyak orang Jawa bilang, dadi uwong iki ojo bodho lunga lungo kebo. Jadi, harapannya manusia harus tetap pintar," tandasnya. (Raditya Erwin)
Bagikan
Berita Terkait
Jadi Saksi Gibran Traktir 2 Raja Solo, Walkot Respati Janji Jaga Pesan Wapres
Bertemu di Masjid Agung PB XIV Hangabehi Berpelukan dengan PB XVI Purbaya
Pemkot Solo Tahan Dana Hibah Rp 200 Juta, PB XIV Hangabehi Mengaku tak Tahu-Menahu
Menbud Percaya Maha Menteri Tedjowulan Bisa Selesaikan Konflik Raja Kembar Solo
Konflik Dua Raja Keraton Solo, Pemkot Tunda Pencairan Dana Hibah
Prihatin Lihatnya, 2 Raja Solo Salat Bareng Tanpa Saling Sapa di Masjid Agung Keraton
PB XIV Bentuk Struktur Bebadan Keraton Baru, Lembaga Dewan Adat tidak Dimasukkan
Wali Kota Solo Respati Ardi Absen di Jumenengan PB XIV, Doakan Bawa Dampak Positif
Ingatkan Keponakannya Mangkubumi jika Jumenengan, Adik PB XIII: Kalau Nggak Kuat Sakit
Jumenengan PB XIV, Warga Antusias Lihat Raja Keraton Solo Dikirab Kereta Garuda Kencana