Tanggapi Berita Bohong, Pengamat Media: Masyarakat Lebih Reaktif
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)
MerahPutih.com - Pengamat Media Sosial dari Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Dini Wahdiyati menyebut, masyarakat Indonesia sangat reaktif memberikan berita bohong atau hoax terkait dengan hal-hal yang berbau konflik.
"Masyarakat kita sangat reaktif, apalagi dibakar dengan hal-hal yang sensitif misalnya konflik. Coba lihat yang dilibatkan kan FBR vs Ambon," kata Dini saat dihubungi, Selasa (3/10).
Lebih lanjut, menurut Dini, masyarakat dalam hal ini sangat malas untuk mengkroscek ulang berita yang dibaca ataupun yang diterima.
"Dalam konteks berita hoax mereka bahkan malas mengecek ulang, apakah berita yang diterima itu benar atau tidak," katanya.
Selain itu, Dini mengatakam, perilaku dalam media sosial belum bisa membentuk karakter sebagian masyarakat untuk lebih bijak dalam kesehariannya. "Kita hanya tahu pakai tanpa banyak pertimbangan dampak dari informasi yang diteruskan tersebut," katanya.
"Dalam hal inilah yang sangat mengkhawatirkan karena kita jauh lebih yakin akan kebenaran pesan-pesan tersebut mengingat mengenal orang yang meneruskan pesan itu," katanya.
Sebelumnya, masyarakat sempat dihebohkan dengan pesan berantai (broadcast message) terkait tawuran antara Forum Betawi Rempuk (FBR) dengan warga Ambon di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, pada Senin (2/10).
Dari pesan berantai tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak melewati Jalan Dewi Sartika terlebih dahulu, dikarenakan tawuran yang sudah memakan korban jiwa. (Asp)
Baca berita terkait berita hoax lainnya di: Hoax Menggila, Begini Cara Deteksinya
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kabarnya Bakal Audit Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Pesawat ATR 42-500 Jatuh karena Power Bank Penumpang Terbakar
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Hakim PN Surakarta Pastikan Ijazah Jokowi Palsu
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai