Hoax Menggila, Begini Cara Deteksinya
Hoax (Foto: Istimewa)
Akhir-akhir ini hampir setiap peristiwa yang bisa dimanfaatkan untuk disinformasi mempengaruhi opini, muncullah hoax. Tatkala ada kabar atau berita yang menarik untuk diketahui, tapi faktanya tidak atau belum lengkap (premature facts) padahal dalam kultur digital, masyarakat ingin mengetahui segala informasi dengan cepat.
Kebutuhan akan kecepatan untuk mengetahui sebuah peristiwa kemudian dimanfaatkan beberapa pihak melengkapi fakta yang belum lengkap dengan informasi spekulatif, hasil interprestasi, atau bahkan rekaan yang sesuai kecenderungan sikap atau kepentingan mereka. Nah, Hoax inilah yang muncul untuk melengkapi kepentingannya.
Menurut Henry Subiakto, Staf Ahli Menkominfo hoax diproduksi membenarkan misi atau sikap dan kepentingan para penyebar hoax. Tujuan hoax tak lain yakni menghalalkan kebohongan. Hoax itu begitu mudah diproduksi dan disebarkan karena perkembangan teknologi digital. Lebih dari itu, pemanfaatan media sosial dan kultur masyarakat yang suka getol membagi (share) pesan tanpa dipikirkan mendalam. Korban hoax sering tidak sadar bahwa pikirannya sudah diarahkan oleh berbagai hoax yang teerserap dalam jangka waktu lama.
Dalam perspektif konvergensi media, hoax bisa berupa berita dusta di sebuah situs, pesan yang menyesatkan yang disebarkan di BBM, WA atau media sosial. Bentuk hoax bisa saja berupa foto hasil rekayasa atau editan, meme bahkan bisa pula berupa berita benar dari link situs kredibel tapi depannya ditempeli judul dan pengantar yang menipu.
Kalau diamati ciri-ciri hoax adalah:
1. Sumber yang membuat tidak jelas sehingga tidak bisa dimintai tanggung jawab.
2. Pesannya sepihak, hanya membela atau menyerang saja.
3. Sering mencatut nama nama tokoh seakan berasal dari tokoh itu.
4. Memanfaatkan fanatisme dengan nilai-nilai ideologi atau agama untuk meyakinkan.
5. Judul atau tampilan cenderung provokatif.
6. Judul dengan isi atau link yang dibuka tidak cocok.
7. Minta supaya di-share atau diviralkan.
Cara praktis menangkal dan membedakan hoax caranya kalau ketemu pesan yang memenuhi sebagian ciri ciri seperti diatas, jangan mudah percaya, dan jangan dishare, itu jelas mengindikasikan hoax.
Bagikan
Berita Terkait
Cara Membangun Personal Branding di Media Sosial untuk Meningkatkan Popularitas
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Kabarnya Bakal Audit Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan
Prancis Larang Anak di Bawah 15 Tahun Gunakan Media Sosial
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Pesawat ATR 42-500 Jatuh karena Power Bank Penumpang Terbakar
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
[HOAKS atau FAKTA]: Hakim PN Surakarta Pastikan Ijazah Jokowi Palsu
Akun X Bruno Fernandes Kena Hack, Manchester United Langsung Angkat Bicara
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19