Taliban Pastikan Masa Depan Afghanistan Cerah Jika Kelompoknya Berkuasa

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 14 Juni 2018
Taliban Pastikan Masa Depan Afghanistan Cerah Jika Kelompoknya Berkuasa

Kelompok Militan Taliban (foto: screenshot presstv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kelompok Taliban secara mengejukan melakukan gencatan senjata dengan pasukan pemerintah. Dua hari menjelang hari raya Idul Fitri, pemimpin Taliban mengeluarkan seruan akhir ramadan yang berisikan bahwa masa depan Afghanistan akan cerah jika kelompoknya berkuasa dan Amerika Serikat sudah angkat kaki dari negara tersebut.

Selain itu, Taliban menyatakan berhasil membebaskan sebagian besar wilayah di Afghanistan.

Taliban, secara tiba-tiba mengumumkan gencatan senjata tiga hari semasa Idul Fitri, kecuali bagi tentara asing, juga mengecam pemindahan kantor kedutaan Amerika Serikat untuk Israel di Yerusalem.

Pemindahan tersebut menunjukkan sekali lagi kebencian mutlak Amerika Serikat terhadap Islam.

Kelompok Taliban di Afghanistan
Kelompok militan Taliban di Afghanistan (Foto: presstv)

Pemimpin Taliban Sheikh Haibatullah Akhunzada mengatakan bahwa keselamatan warga Afghanistan bergantung pada kepergian "pasukan Amerika Serikat dan penjajah lain" dan kembali menyerukan perundingan dengan Amerika Serikat.

"Jika Amerika Serikat memang menginginkan perdamaian di Afghanistan, maka mereka harus secara langsung maju ke meja perundingan," kata Akhunzada.

"Kami juga memastikan masa depan cerah negara ini, dengan perdamaian dan kesejahteraan," kata dia.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters pada Rabu (13/6), Taliban selama ini berperang melawan pasukan Amerika Serikat dan NATO, yang bergabung dalam misi Resolute Support. Mereka juga mengangkat senjata untuk menggulingkan pemerintah sekarang dan kembali berkuasa, setelah dulu sempat digulingkan NATO pada 2001.

"Penjajah Amerika tidak pernah menahan diri dari melakukan tindakan keji hanya untuk menguasai negara kami. Mereka mengebom desa, kota, masjid, madrasah, membunuh warga tidak berdosa, dan menyiksa ribuan orang dalam penjara," kata Akhunzada.

Salah seorang pemimpin Taliban
Salah seorang pemimpin Taliban yang diburu pasukan NATO (Foto: screenshot presstv)

Pasukan gabungan tidak membalas permintaan jawaban terhadap pernyataan Taliban ini.

Selama berkuasa lima tahun di Afghanistan, Taliban melarang bioskop, televisi, dan musik karena menganggap hiburan tersebut tidak sesuai dengan aturan agama. Mereka juga mewajibkan semua perempuan mengenakan penutup kepala.

Semua orang yang tidak mematuhi peraturan itu akan mendapatkan hukuman yang keras.

Namun, sejumlah pengamat mengatakan bahwa Taliban banyak melonggarkan aturan di wilayah kekuasaan mereka saat ini. Mereka membolehkan musik dan televisi, serta membiarkan siswi perempuan bersekolah sampai usia 11. Perempuan juga diizinkan memakai pakaian lebih bebas.

Akhunzada mengatakan bahwa selama ini Taliban telah memberi contoh perdamaian di wilayah kekuasaan mereka.(*)

Baca berita lainnya dalam artikel: H-1 Mesjid Istiqlal Akan Bagikan Zakat Fitrah

#Taliban #Afghanistan #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Wakil Menteri Perang AS Elbridge A. Colby bertemu Prabowo di Istana Negara. AS optimistis mempererat hubungan dan kerja sama strategis dengan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Dunia
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Iran selama beberapa dekade telah menunjukkan bahwa negara tersebut tidak dapat dilumpuhkan dengan langkah-langkah semacam itu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran
Dunia
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Donald Trump sudah empat kali jadi target penembakan dalam dua tahun terakhir, termasuk insiden peluru mengenai telinganya pada Juni 2024.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
4 Kali Jadi Target Penembakan, Trump Sampai Dikawal 'Avengers' Saat Main Golf
Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Dunia
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
"Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Bagikan