7 Special Show yang Layak Dinantikan di Synchronize Fest 2026 , Ada Geisha, Perunggu, hingga Project Pop.

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 1 jam, 1 menit lalu
7 Special Show yang Layak Dinantikan di Synchronize Fest 2026 , Ada Geisha, Perunggu, hingga Project Pop.

Synchronize Fest 2026 siap hadirkan deretan special show. (foto: dok/synchronize fest)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Synchronize Fest 2026 kembali mempertemukan musisi lintas generasi, genre, dan skena dalam satu perayaan musik Indonesia. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-11, festival ini akan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, dengan mengusung tema “It's Not Just a Festival, It's a Movement”.

Synchronize Fest tak hanya menghadirkan musisi populer, tetapi juga menyiapkan sejumlah pertunjukan khusus yang menawarkan pengalaman berbeda. Mulai dari reuni grup musik, perayaan perjalanan karier, kolaborasi musik dan teater, hingga penampilan yang mengangkat kembali warisan pop Indonesia.

Ragam agenda tersebut membuat Synchronize Fest 2026 menjadi ruang pertemuan berbagai generasi pendengar. Penonton bisa menikmati kembali lagu-lagu yang pernah populer, menyaksikan reuni musisi, sekaligus mengenal lebih dekat perjalanan musik independen Indonesia.

Berikut tujuh pertunjukan Synchronize Fest 2026 yang layak masuk daftar tontonan selama tiga hari penyelenggaraan.

1. Geisha: A Retrospective Journey, Pertemuan Momo dan Para Personel Geisha

Geisha

Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian adalah “Geisha: A Retrospective Journey”. Penampilan ini mempertemukan Momo dengan Roby, Aan, Dhan, dan Nard, serta Regina dalam satu panggung.

Kehadiran Momo bersama para personel yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Geisha menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pendengar yang mengikuti grup asal Pekanbaru tersebut sejak awal kariernya.

Geisha dikenal lewat sejumlah lagu populer, di antaranya Jika Cinta Dia, Lumpuhkan Ingatanku, dan Cinta dan Benci. Lagu-lagu tersebut menjadi bagian dari perjalanan musik pop Indonesia dan melekat dalam ingatan banyak pendengar.

Karena itu, “A Retrospective Journey” bukan sekadar kesempatan untuk bernostalgia. Pertunjukan ini juga membuka ruang untuk melihat kembali perjalanan Geisha dan karya-karya yang pernah mengisi berbagai fase kehidupan penggemarnya.

2. Project Pop: 30 Tahun, Merayakan Tiga Dekade Berkarya

Project

Tiga dekade perjalanan menjadi alasan tersendiri untuk menantikan penampilan Project Pop di Synchronize Fest 2026. Grup yang dikenal lewat perpaduan musik pop, humor, dan lirik jenaka ini akan menghadirkan pertunjukan khusus bertajuk “Project Pop: 30 Tahun”.

Sepanjang kariernya, Project Pop melahirkan sejumlah lagu yang akrab di telinga pendengar, seperti Ingatlah Hari Ini, Bukan Superstar, dan Goyang Duyu.

Salah satu kekuatan mereka adalah kemampuan mengemas persoalan sehari-hari menjadi hiburan ringan tanpa meninggalkan karakter musikal yang khas. Pendekatan tersebut membuat karya Project Pop dapat dinikmati oleh pendengar dari berbagai generasi.

Di tengah perubahan tren musik dan cara masyarakat menikmati lagu, pertunjukan ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan Project Pop selama 30 tahun. Penampilannya juga dapat mempertemukan pendengar yang tumbuh bersama lagu-lagu mereka dengan generasi yang mengenalnya melalui internet.

3. Maliq & D’Essentials x Jakarta Movin: Konser Musikal Senja Teduh Pelita

Musikal

Synchronize Fest 2026 juga menghadirkan “Konser Musikal Senja Teduh Pelita”, sebuah kolaborasi antara Maliq & D’Essentials dan kelompok teater musikal Jakarta Movin.

Pertunjukan ini mempertemukan dua pendekatan seni yang berbeda. Maliq & D’Essentials membawa karakter musik pop, soul, dan jazz yang menjadi ciri khas mereka, sementara Jakarta Movin dikenal lewat teater musikal yang memadukan musik, penceritaan, dan elemen teatrikal.

Kolaborasi tersebut menawarkan pengalaman berbeda dari konser musik pada umumnya. Selain menikmati musik Maliq & D’Essentials, penonton berkesempatan menyaksikan bagaimana lagu-lagu dihadirkan dalam pertunjukan dengan pendekatan naratif.

Bagi penonton yang menyukai eksplorasi lintas disiplin dan konsep panggung yang menggabungkan musik dengan penceritaan, “Konser Musikal Senja Teduh Pelita” menjadi salah satu agenda yang patut dipertimbangkan.

Baca juga:

LaLaLa Festival 2027 Hadir di 3 Negara, Olivia Dean Jadi Headliner di Indonesia

4. Perunggu: Pertunjukan Dalam Dinamika, Menyelami Cerita Kehidupan Sehari-hari

Perunggu

Bagi pendengar musik independen, Perunggu menjadi salah satu nama yang layak diperhitungkan dalam daftar tontonan Synchronize Fest 2026. Band ini akan membawakan pertunjukan khusus bertajuk “Perunggu: Pertunjukan Dalam Dinamika”.

Perunggu dikenal melalui pendekatan rock alternatif dengan lirik yang dekat dengan pengalaman sehari-hari. Tema kedewasaan, pekerjaan, hubungan, dan pergulatan personal menjadi bagian dari cara mereka menerjemahkan pengalaman hidup ke dalam musik.

Bagi pendengar yang mengikuti perjalanan Perunggu melalui album Memorandum dan Dalam Dinamika, penampilan ini menjadi kesempatan untuk kembali menyelami narasi yang dibangun melalui karya-karyanya.

Kehadiran Perunggu sekaligus memperlihatkan ruang yang diberikan Synchronize Fest kepada band independen dengan karakter musikal dan pendekatan penulisan lirik yang kuat.

5. The Best of 80’s Indonesian Pop Kreatif, Menghidupkan Kembali Warisan Musik Pop

Synchronize Fest 2026 turut menghadirkan “The Best of 80’s Indonesian Pop Kreatif”, sebuah pertunjukan yang membawa perhatian kembali kepada perkembangan musik pop kreatif Indonesia pada era 1980-an.

Barisan penampilnya terdiri atas Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia. Pertunjukan ini berada di bawah arahan musik Nikita Dompas.

Pada era 1980-an, musik pop kreatif Indonesia berkembang melalui eksplorasi berbagai kemungkinan bunyi, termasuk perpaduan pop, jazz, funk, dan elemen musik lainnya.

Kehadiran para penyanyi dengan karakter vokal berbeda memberikan warna tersendiri bagi pertunjukan tersebut. Selain membuka kesempatan untuk menikmati kembali warisan musik Indonesia, format ini juga memberi ruang bagi musisi generasi lebih muda untuk menafsirkan karya dari periode yang berbeda.

Bagi penonton yang tertarik pada sejarah musik populer Indonesia, pertunjukan ini menjadi salah satu agenda yang patut masuk daftar prioritas.

Baca juga:

Tiket Ludes Kurang dari Satu Jam, Konser 'Twilite Orchestra Presents The Beatles & Queen' Siap Hibur Penonton 1 November 2026

6. Indonesian Girl Group, Mempertemukan Berbagai Era Grup Vokal Perempuan

Perjalanan musik pop Indonesia juga diwarnai kehadiran grup vokal perempuan yang memiliki karakter dan identitas masing-masing. Synchronize Fest 2026 merangkum sebagian perjalanan tersebut melalui pertunjukan “Indonesian Girl Group”.

Barisan penampilnya mencakup Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, dan 7icons. Pertunjukan ini juga menghadirkan Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, dan Sivia, dengan musik dari Jebung.

Pertemuan para penampil tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kembali perkembangan girl group Indonesia, terutama dari era 2000-an hingga generasi berikutnya.

Setiap grup membawa karakter musik, koreografi, dan identitas pop yang berbeda. Meski demikian, semuanya menjadi bagian dari perjalanan budaya populer Indonesia.

Penampilan ini berpotensi menghadirkan suasana nostalgia bagi penonton yang tumbuh bersama lagu-lagu mereka, sekaligus memperlihatkan keragaman perkembangan musik pop berbasis grup vokal perempuan di Tanah Air.

7. Pijar dan C’mon Lennon, Reuni yang Mengingatkan pada Perjalanan Musik Independen

Selain pertunjukan khusus dan perayaan perjalanan karier, reuni menjadi bagian lain yang patut diperhatikan di Synchronize Fest 2026. Dua nama yang masuk dalam daftar ini adalah Pijar dan C’mon Lennon, yang memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan musik independen Indonesia.

Pijar, grup asal Medan yang kini berbasis di Jakarta, akan kembali berkumpul dan tampil untuk pertama kalinya di Synchronize Fest. Formasi yang terdiri atas J. Alfredo, Ican Pane, dan Aul Daytona menjadi kesempatan bagi penonton untuk menyaksikan kembali kelompok tersebut dalam sebuah pertunjukan festival.

Sementara itu, C’mon Lennon akan kembali berkumpul sebagai salah satu nama veteran dari skena independen Jakarta.

Kehadiran kedua nama tersebut mengingatkan bahwa perjalanan musik independen Indonesia dibangun oleh banyak band yang tumbuh di luar arus utama industri. Sebagian di antaranya memiliki pengaruh dan cerita tersendiri dalam perkembangan skena musik lokal.

Bagi penonton yang ingin menelusuri perjalanan musik independen Indonesia lebih jauh, penampilan Pijar dan C’mon Lennon menjadi salah satu agenda yang layak diperhitungkan. (Far)

#Synchronize Fest #Musik #Musik Indonesia #Festival Musik #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
7 Special Show yang Layak Dinantikan di Synchronize Fest 2026 , Ada Geisha, Perunggu, hingga Project Pop.
Synchronize Fest 2026 16–18 Oktober di Gambir Expo Kemayoran. Simak 7 pertunjukan pilihan, dari Geisha dan Project Pop hingga Perunggu dan C’mon Lennon.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 1 menit lalu
7 Special Show yang Layak Dinantikan di Synchronize Fest 2026 , Ada Geisha, Perunggu, hingga Project Pop.
ShowBiz
'Antara Angkara', Dokumentasi Lima Tahun Temarram Bertumbuh dan Bereksplorasi
Perjalanan menuju Antara Angkara sebenarnya tidak diawali dengan sebuah keputusan besar bahwa album harus lahir pada tahun tertentu.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
'Antara Angkara', Dokumentasi Lima Tahun Temarram Bertumbuh dan Bereksplorasi
ShowBiz
Ifan Keluar dari GOVINDA setelah 18 Tahun Bersama, ini Alasannya
Terhitung sejak 5 Oktober 2026, Muhammad Irfan, yang selama ini dikenal sebagai Ifan, resmi mengundurkan diri dari GOVINDA.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Ifan Keluar dari GOVINDA setelah 18 Tahun Bersama, ini Alasannya
ShowBiz
'Na Para Bang', Lagu Mariah Deborah tentang Perasaan yang Tumbuh Diam-Diam
Lagu ini mengangkat kisah sederhana tentang seseorang yang diam-diam mulai memiliki perasaan romantis kepada sahabatnya.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
'Na Para Bang', Lagu Mariah Deborah tentang Perasaan yang Tumbuh Diam-Diam
ShowBiz
BLACKPINK Cetak Rekor Baru, MV 'BOOMBAYAH' Tembus 1,9 Miliar Views di YouTube
BLACKPINK kini mencatatkan rekor baru. Video musik BOOMBAYAH meraih 1,9 miliar views di YouTube.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
BLACKPINK Cetak Rekor Baru, MV 'BOOMBAYAH' Tembus 1,9 Miliar Views di YouTube
ShowBiz
Morgan Wallen Hadirkan Kehangatan dan Empati lewat 'Last Thing You Need'
Alih-alih menawarkan jawaban atas persoalan yang dihadapi, lagu ini lebih banyak berbicara tentang kehadiran.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Morgan Wallen Hadirkan Kehangatan dan Empati lewat 'Last Thing You Need'
ShowBiz
Charlie Lim Bawa Album 'DAYDREAM' ke Jakarta, Gelar Listening Party Eksklusif 29 Oktober 2026
Charlie Lim akan memperkenalkan album DAYDREAM lewat listening party eksklusif di Jakarta pada 29 Oktober. Simak konsep, kolaborator, dan makna lagunya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Charlie Lim Bawa Album 'DAYDREAM' ke Jakarta, Gelar Listening Party Eksklusif 29 Oktober 2026
ShowBiz
Lagu 'Upside Down' Diana Ross Viral Lagi di TikTok, Ini Makna di Balik Liriknya
Lagu Upside Down milik Diana Ross kembali viral di TikTok sebagai backsound video transisi. Simak makna lagu tentang cinta dan ketidaksetiaan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Lagu 'Upside Down' Diana Ross Viral Lagi di TikTok, Ini Makna di Balik Liriknya
ShowBiz
Viral di TikTok, Lagu 'Stop The Wedding!' dari Ashe Punya Pesan Kuat untuk Perempuan
Lirik lagu Stop the Wedding! dari Ashe kini viral di TikTok. Ada makna khusus di balik liriknya soal perempuan.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Viral di TikTok, Lagu 'Stop The Wedding!' dari Ashe Punya Pesan Kuat untuk Perempuan
ShowBiz
Vacations Rilis Album 'Pursuit of Anything', Cerita Pergulatan Cinta, Ambisi, dan Pencarian Kebahagiaan
Vacations merilis album 'Pursuit of Anything' melalui Nettwerk, menghadirkan lagu 'Lucky, Forever' yang terinspirasi dari pernikahan dua personel band.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Vacations Rilis Album 'Pursuit of Anything', Cerita Pergulatan Cinta, Ambisi, dan Pencarian Kebahagiaan
Bagikan