Kesehatan

Susu Almond Pengganti Terbaik Susu Sapi

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 10 Oktober 2020
Susu Almond Pengganti Terbaik Susu Sapi

Susu almond memiliki berbagai manfaat kesehatan. (Foto: Pixabay/jennyleenaguirre)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUSU almond sangat bernutrisi dan rendah lemak. Tidak mengherankan bila susu ini sangat populer di kalangan olahragawan yang sedang melakukan program diet. Susu almond dianggap pengganti susu sapi yang mampu memenuhi gizi tanpa khawatir timbangan akan naik.

Melansir dari healthline.com, cara membuat susu almond pun bisa dibilang cukup mudah dan bisa dilakukan di dapur kecil sekali pun. Cukup campurkan almond dengan air matang, kemudian blender hingga halus. Setelah itu saring dengan menggunakan kain kasar. Kamu juga bisa menambahkan nutrisi seperti bubuk kalsium, berbagai vitamin, dan riboflamin agar kandungan gizinya meningkat.

Baca Juga:

Selain Diet, Berikut Manfaat Almond Bagi Tubuh!


1. Rendah kalori

susu
Kandungan kalori yang rendah dibandingkan dengan susu sapi. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Susu almond mengandung jumlah kalori yang jauh lebih rendah dari susu sapi. Untuk itu, bagi mereka yang sedang diet atau memiliki penyakit diabetes, susu almond bisa dijadikan alternatif pengganti susu untuk memnuhi kebutuhan gizi. Segelas susu almond hanya megandung sekitar 30-50 kalori.

2. Tinggi vitamin E

susu
Mengandung antioksidan tinggi. (Foto: Pixabay/stevepb)

Tanpa ditambahkan dengan bubuk vitamin pun sebenarnya susu almond sudah mengandung vitamin E yang cukup tinggi. Perlu diketahui, vitamin E merupakan salah satu antioksidan yang berperan melawan proses penuaan serta sel-sel pembentuk jaringan kanker. Rutin minum susu almond segelas setiap hari dapat memenuhi kebutuhan vitamin E dalam tubuh hingga 50%.

Baca Juga:

3 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Dikonsumsi Menjelang Tidur

3. Bebas intoleransi laktosa

susu
Susu almond tidak mengandung zat gula berbahaya. (Foto: Unsplash/Debby Hudson)

Sangat jarang orang yang menyadari dirinya mengidap intoleransi laktosa. Kondisi ini menyebabkan tubuh tidak dapat mencerna berbagai makanan yang mengandung laktosa yaitu zat gula dalam produk susu dan olahan sejenis. Seseorang bisa dinyatakan sebagai intoleransi laktosa jika terbukti kekurangan enzim laktase dalam tubuhnya.. Akibatnya bisa berupa perut kembung karena dipenuhi gas atau diare. Nah, di sini lah peran susu almond sebagai pengganti karena tidak mengandung zat gula yang berbahaya bagi tubuh.

4. Mudah dicerna

susu
Lebih mudah dicerna oleh ginjal. (Foto: Pixabay/cuidandotudiabetes)

Hindari produk susu sapi jika kamu mengidap penyakit ginjal kronis. Karena susu sapi mengandung fosfor dan kalium yang harus dihindari pengidap penyakit ginjal. Konsumsi berbagai produk yang mudah dicerna ginjal seperti susu almond agar gizi tetap terpenuhi tanpa rasa khawatir. (mar)

Baca Juga:

Kacang Almond, Modal Cantik Alami

#Susu #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - 1 jam, 19 menit lalu
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
BPOM meminta Nestle untuk menarik susu formula bayi S-26 Promil Gold pHPro 1 dari peredaran. Hal itu dikarenakan adanya dugaan pencemaran toksin.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Bagikan