Survei PWS Ungkap Faktor Elektabilitas Prabowo Kokoh di Puncak

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 24 Agustus 2023
Survei PWS Ungkap Faktor Elektabilitas Prabowo Kokoh di Puncak

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan pidato saat deklarasi dukungan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu (13/8/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/YU

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lembaga Survei Political Weather Station (PWS) mengungkap sedikitnya tiga faktor utama mengapa elektabilitas bakal calon presiden (capres) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kokoh dan makin naik di puncak.

Peneliti PWS Shanty Waworuntu mengungkap hal itu dalam kesimpulan hasil survei teranyar PWS bertajuk Perkembangan Elektabilitas Capres Cawapres dan Partai Politik Setengah Tahun Jelang Pemilu 2024, melalui virtual Zoom pada Kamis (24/8).

“Pertama, faktor Jokowi effect tidak dapat disangkal berperan besar mengangkat elektabilitas Prabowo sehingga sulit terkejar oleh Ganjar Pranowo apalagi Anies Baswedan,” papar Shanty.

Baca Juga:

Head to Head Survei PWS: Prabowo Unggul Jauh dari Anies

Meningkatnya tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi dan semakin tinggi approval rating-nya berdampak pada capres mana pun yang dipersepsikan publik mendapatkan endorsement Jokowi.

“Berdasarkan hasil survei PWS, bagian terbesar publik atau 36,5 persen responden meyakini bahwa Presiden Jokowi memberikan endorsement dan approval kepada Prabowo,” ujar Shanty.

Kemudian, faktor kedua dipaparkan Shanty berasal dari internal Prabowo sendiri. Mengapa demikian, banyak pihak mengakui bahwa Prabowo merupakan sosok negarawan yang tulus dan total mengabdi untuk kepentingan dan persatuan nasional.

“Prabowo tampil sebagai politisi yang humble dan tidak emosional menghadapi kritik. Berdasarkan analisis media monitoring yang dilakukan PWS, sentimen positif terhadap Prabowo terus menguat sementara negatifnya terus berkurang,” jelasnya.

Baca Juga:

PDIP Tak Ambil Pusing Budiman Sudjatmiko Dukung Prabowo

Di samping itu, Prabowo juga dinobatkan sebagai menteri dengan kinerja terbaik selama hampir kurang lebih empat tahun mengabdi dan duduk bersama di kabinet Jokowi.

Faktor ketiga, sebagaimana dikatakan Budiman Sudjatmiko, setelah kepemimpinan Jokowi, tantangan global dan nasional yang dihadapi Indonesia akan jauh lebih pelik dan kompleks.

“Oleh karenanya, pasca-Jokowi, Indonesia memerlukan presiden dengan gaya kepemimpinan strategis (strategic leadership) seperti Prabowo,” ujar Shanty.

Publik nampaknya cukup memahami ihwal kebutuhan akan kepemimpinan strategis ini sehingga banyak pihak pada Pemilu 2019 yang memilih Jokowi kini bergeser dan bermigrasi memberikan dukungannya pada Prabowo. (Pon)

Baca Juga:

Golkar PAN Gabung KIR, PKB Tegaskan Capres-Cawapres Diputuskan Prabowo dan Cak Imin

#Prabowo Subianto #Hasil Survei #Pemilu #Pilpres
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengapresiasi atlet Indonesia usai meraih emas pertama di Asian Games 2026.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Olahraga
Penuh Unsur Angka 8. Garudayaksa Pinang Azizu Milanesta dan Tristan 2 Bakat Muda Eks Dewa United
Garudayaksa FC resmi boyong dua wonderkid Azizu Milanesta dan Tristan Raissa Ibrahim dengan fakta unik penuh unsur angka 8 yang bikin penasaran!
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Penuh Unsur Angka 8. Garudayaksa Pinang Azizu Milanesta dan Tristan 2 Bakat Muda Eks Dewa United
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Danantara kini mulai mengkaji pendanaan LRT Jakarta. Integrasi dengan MRT dan Transjakarta sudah masuk pembahasan.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Indonesia
Men-HAM Pigai Bongkar Sosok 'Pakar' Eks Menteri yang Disentil Prabowo, Ini Ciri-Cirinya!
Kritik Presiden Prabowo ditujukan kepada untuk oknum 'pakar' eks Menteri merangkap buzzer dan partisan politik, bukan ilmuwan murni. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Men-HAM Pigai Bongkar Sosok 'Pakar' Eks Menteri yang Disentil Prabowo, Ini Ciri-Cirinya!
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta pendidikan hingga PTN digratiskan. Mendiktisaintek pun mulai mengkaji skema biayanya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Olahraga
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Indonesia mengoleksi lima emas di hari pertama Asian Games 2026. Emas menjadi target berikutnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Bagikan