Survei Median: Dukungan Nasdem dan PDIP Terhadap Jokowi Tinggi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 18 Oktober 2017
Survei Median: Dukungan Nasdem dan PDIP Terhadap Jokowi Tinggi

Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lembaga Media Survei Nasional (Median) mengeluarkan hasil jajak pendapat terkait kandidat terkuat untuk Pilpres 2019.

Dalam survei tersebut, Median menemukan indikasi ketidaksolidan persepsi dari partai-partai pendukung pemerintah terhadap kepemimpinan Joko Widodo.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan bahwa lembaga surveinya telah melakukan pengenalan persepsi konsituen masing-masing partai.

"Kami mengidentifikasi persepsi konstituen partai-partai terhadap dua hal, yaitu terhadap kemampuan Jokowi dan terkait sudah benar atau tidaknya arah perjalanan bangsa di tangan Jokowi," kata Rico di Jakarta, Rabu (18/10).

Kemudian, terkait kemampuan Jokowi menjalankan tugas sebagai presiden, Rico mengatakan, di antara partai pendukung pemerintah, hanya PDIP dan Nasdem yang memiliki persepsi di atas 60 persen terhadap kemampuan Jokowi.

"Sebanyak 90,5 persen dinyatakan Nasdem, kedua PDIP sebanyak 72,8 persen, PKB 54,1 persen, PPP 42,1 persen, Hanura 50,5 persen, Golkar 38,5 persen, dan Perindo 28,3 persen," katanya.

Meski demikian, menurut hasil survei terhadap 1.000 reponden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia menyatakan bahwa Jokowi masih mengungguli beberapa tokoh Indonesia seperti Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono, Anies Baswedan, Jenderal Gatot Nurmantyo, dan lain-lain.

"Elektabilitas Jokowi masih lebih tinggi dibanding tokoh-tokoh lain. Jokowi ungguli Prabowo, SBY, Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, JK, HT, ABR, RK, Risma, dan tokoh lain," katanya.

Survei dilakukan terhadap 1.000 responden yang telah memiliki hak memilih di seluruh Indonesia, melalui metode multi stage random sampling. Survei dilakukan dalam rentang waktu 14-22 September 2017. Adapun margin error 3,1 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

#Joko Widodo #Pilpres 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Beredar informasi yang menyebut Jokowi divonis bersalah oleh Hakim MK Anwar Usman karena telah melakukan pemalsuan ijazah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Beredar unggahan yang menyebut pemerintah telah menetapkan Jokowi sebagai bencana nasional. Cek fakta dan keaslian informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Joko Widodo Ditugaskan BRIN Jadi Ketua Taskforce Penanggulangan Bencana, cek faktanya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden ke-7 RI Joko Widodo Ditugaskan BRIN jadi Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Bencana
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Beredar video yang menampilkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo tengah mengunjungi lokasi bencana alam Sumatra. Cek fakta lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ingin Dicap sebagai Pahlawan, Jokowi Datangi Lokasi Bencana di Sumatra
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Beredar video yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo marah kepada Menkeu Purbaya karena menolak bayar utang Whoosh menggunakan APBN.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marahi Menkeu Purbaya karena Menolak Membayar Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Indonesia
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Kejaksaan Agung menyita uang Jokowi senilai triliunan. Cek faktanya!
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
[HOAKS atau FAKTA ]: Kejagung Sita Uang Jokowi Triliunan Rupiah
Indonesia
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
David Febrian Sandi tegaskan dukungan pada Prabowo-Gibran adalah langkah sah melanjutkan visi Jokowi
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 November 2025
Dukungan Projo ke Prabowo Dinilai Langkah Terhormat Dalam Politik Kebangsaan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Beredar informasi yang menyebut Jokowi dan Gibran akan berkontestasi di Pilpres 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Indonesia
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Jokowi menegaskan proyek transportasi massal seperti Whoosh dibangun untuk layanan publik dan manfaat sosial, bukan demi keuntungan finansial.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Oktober 2025
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kereta Cepat Whoosh, Jokowi: Prinsip Dasar Transportasi Bukan Mencari Laba
Bagikan