Survei Cyrus Network: Publik Ingin Gerindra Berkoalisi dengan Jokowi

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 09 Agustus 2019
Survei Cyrus Network: Publik Ingin Gerindra Berkoalisi dengan Jokowi

Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT, Lebak Bulus. Foto: Setkab

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Berdasarkan hasil survei Cyrus Network mayoritas publik mengapresiasi pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto setelah Pilpres 2019. Keduanya bertemu di MRT beberapa waktu lalu.

Survei nasional tersebut dilakukan pada 22-28 Juli 2019. Survei ini mengambil sampel dari 1.230 responden yang berada di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen dengan margin of error 3 persen.

Baca Juga: Pertemuan Jokowi-Prabowo Ternyata Sudah Direncanakan Sejak Lama

"Sebagian besar responden yakni sekitar 64 persen mengapresiasi pertemuan yang dilakukan Jokowi dan Prabowo," kata Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto dalam keterangannya di Jakarta Pusat, Jumat (10/8).

Eko menambahkan Cyrus Network juga melalukan survei mengenai perlukah Prabowo gabung ke pemerintah. Eko mengatakan sebanyak 42,8 persen menyatakan perlu, sedangkan 22,3 persen menyatakan tidak dan 17,1 persen biasa saja.

Selain itu, Eko juga mengatakan hampir 43-51 persen publik menyarankan partai-partai pendukung Prabowo gabung ke pemerintahan. Sedangkan, 21-27 persen tetap berada di kubu oposisi.

Baca Juga: Golkar: Pertemuan Jokowi-Prabowo Cerminkan Kematangan Demokrasi Indonesia

"Publik sepertinya memang sudah lelah dengan pembelahan politik dan fragmentasi sosial yang timbul akibat kompetisi politik. Terlihat bahwa tingkat penerimaan publik jika partai-partai pengusung Prabowo bergabung ke dalam kabinet, jauh lebih tinggi dari pada tingkat penolakan," sebutnya.

Prabowo dan Jokowi di MRT
Jokowi dan Prabowo di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus. (Twitter/@pranomoanung)

Sekitar 57,5 persen responden menganggap pertemuan Jokowi dan Prabowo itu merupakan langkah rekonsiliasi persatuan bangsa. Sedangkan, 9,2 persen menganggap pertemuan itu sekadar untuk bagi-bagi kekuasaan dan jabatan.

Publik menganggap itu merupakan langkah untuk rekonsiliasi bangsa dan bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan dan jabatan.

Baca Juga: Negarawan Waspadai Agenda Tersembunyi Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

Berikut ini hasil survei Cyrus Network:

Pertemuan Jokowi-Prabowo:
Sangat setuju: 6,3 persen
Setuju: 57,8 persen
Biasa saja: 20,9 persen
Tidak setuju: 4,1 persen
Sangat tidak setuju: 0,7 persen
Tidak tahu: 10,2 persen

Makna apa yang ditangkap dari pertemuan Jokowi-Prabowo:
Rekonsiliasi dan persatuan: 57,5 persen
Negosiasi pembagian jabatan dan kekuasaan: 9,2 persen
Ketidakkonsistenan dalam perjuangan: 3,3 persen
Tidak tahu: 28,9 persen

Perlukah Prabowo gabung ke pemerintahan:
Sangat perlu: 3,4 persen
Perlu: 42,8 persen
Biasa saja: 17,1 persen
Tidak perlu: 22,3 persen
Sangat tidak perlu: 1,8 persen
Tidak tahu: 12,6 persen

Harapan publik mengenai sikap partai pendukung Prabowo lima tahun ke depan:

Gerindra
Menjadi oposisi: 27 persen
Bergabung dalam pemerintah: 45,8 persen
Tidak tahu: 27,2 persen

PKS
Menjadi oposisi: 27,9 persen
Bergabung dalam pemerintah: 43,3 persen
Tidak tahu: 28,8 persen

PAN
Menjadi oposisi: 26,8 persen
Bergabung dalam pemerintah: 44,6 persen
Tidak tahu: 28,6 persen

Demokrat
Menjadi oposisi: 21,6 persen
Bergabung dalam pemerintah: 51,2 persen
Tidak tahu: 27,2 persen. (Knu)

#Presiden Jokowi #Prabowo Subianto
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan menangkap Presiden RI, Prabowo Subianto, jika melakukan kerusakan alam hingga terjadi bencana.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Indonesia
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang tentang Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
Indonesia
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Daerah-daerah yang masih tertinggal, seperti sebagian wilayah di Pulau Sumbawa, harus menjadi perhatian utama
Angga Yudha Pratama - Kamis, 15 Januari 2026
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
Indonesia
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Azis optimis Indonesia mampu tumbuh menjadi negara besar dan bermartabat selama pemerintah konsisten menjaga keadilan dan rakyat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 14 Januari 2026
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menilai, kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa pesan politik.
Soffi Amira - Selasa, 13 Januari 2026
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Indonesia
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Prabowo menyoroti adanya korupsi selama bertahun-tahun dalam tubuh Pertamina dan sektor energi Indonesia, termasuk manipulasi harga impor minyak.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Prabowo Ultimatum Dirut Simon Aloysius dan Direksi Jangan Cari Kekayaan di Pertamina
Indonesia
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Saat ini, sekitar 15 ribu siswa telah terdaftar di Sekolah Rakyat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Putus Rantai Kemiskinan, Prabowo Targetkan 500 Ribu Murid Masuk Sekolah Rakyat
Olahraga
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Bonus atlet SEA Games 2025 kini sudah cair. Ketum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengatakan, ini adalah wujud perhatian Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
Bonus Atlet SEA Games 2025 Cair, NOC: Wujud Perhatian Prabowo untuk Olahraga Indonesia
Indonesia
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Prabowo menegaskan bahwa nominal uang yang diberikan negara bukanlah sekadar 'pembayaran upah'
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali SEA Games Thailand 2025
Presiden Prabowo Subianto saat menyerahkan bonus kepada atlet peraih medali pada SEA Games Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Januari 2026
Momen Presiden Prabowo Subianto Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali SEA Games Thailand 2025
Bagikan