MerahPutih Nasional - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagian (SPTK) masyarakat Indonesia. Survei tersebut mengungkapkan tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia mengalami kenaikan sebesar 68,28% lebih baik dibanding tahun 2013 yang hanya berkisar 65,11%.
Survei BPS mengambil sampel 70.631 sampel rumah tangga yang tersebar di seluruh Indonesia. BPS menerapkan 10 indikator untuk mengukur tingkat kebahagiaan masyarakat. Pertama dari segi kesehatan, kedua sisi pendidikan, ketiga pekerjaan, keempat pendapatan rumah tangga,
kelima keharmonisan keluarga, keenam ketersediaan waktu luang, ketujuh hubungan sosial, kedelapan kondisi rumah dan asset, kesembilan keadaan lingkungan dan terakhir adalah kondisi keamanan.
"Berdasarkan hasil survei yang 64,34% respondennya kepala keluarga itu, tingkat kepuasan penduduk terhadap semua aspek kehidupan tahun 2014 mengalami peningkatan dibanding tahun 2013. Peningkatan tertinggi pada aspek pendapatan rumah tangga, yaitu sebesar 5,06 poin. Sementara aspek keharmonisan rumah tangga mengalami peningkatan paling rendah, yaitu 0,78 poin," seperti dilansir dari situs BPS.go.id, Jakarta, Kamis (5/2).
Survei ini juga menunjukkan, indeks kebahagiaan di perkotaan relatif lebih tinggi dibanding di perdesaan dengan perbandingan 69,62% dibanding 66,95%, sedangkan penduduk berstatus belum menikah dan menikah relatif sama indeks kebahagiaannya yaitu sekitar 68% sementara yang cerai 65%. Pada tahun lalu, indeks kebahagiaan para jomblo berkisar 64%.
Adapun penduduk usia produktif dengan usia kisaran 25-40 tahun mempunyai indeks kebahagiaan tertinggi dengan raihan 68,76% sebaliknya penduduk yang sudah berumur 65 tahun ke atas mempunyai indeks kebahagiaan paling rendah, 66,24%.
Sementara di lihat dari sudut tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan maka indeks kebahagiaan juga semakin tinggi, dan semakin tinggi tingkat pendapatan rumah tangga juga semakin tinggi angka indeks kebahagiaannya (orang yang berpendapatan lebih dari Rp7,2 juta perbulan indeks kebahagiaannya mencapai 76,34% sementara tingkat pendapatan 1,8 juta indeks kebahagiaan hanya mencapai angka 64,58%).(bhd)