Survei Alvara: Masyarakat Sulit Cari Pekerjaan dan Harga Sembako Kian Mencekik
Presiden Jokowi dan Ibu Negara saat di pasar tradional di Papua. (FB/Presiden Joko Widodo)
MerahPutih.com - Penelitian lembaga survei Alvara Research Center yang digelar pada 17 Januari hingga 7 Februari 2018 menemukan bahwa sebagian besar responden puas dengan kinerja Jokowi. Namun, ada catatan bahwa kepuasan masyarakat rendah terkait pekerjaan dan harga-harga.
Direktur Alvara Hasanuddin Ali menjelaskan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi mencapai 77,3 persen.
"Tingkat kepuasan tertinggi berada di Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa. Sedangkan yang terendah berada di Maluku dan di Sumatera," kata dia saat rilis hasil survei di Hotel Oria Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (23/2).
Responden melihat bahwa Jokowi berhasil melakukan pembenahan di berbagai bidang di antaranya adalah bidang kesehatan, pendidikan, telekomunikasi, dan internet.
"Di sisi lain tingkat kepuasan yang paling rendah pada aspek ekonomi seperti lapangan pekerjaan dan stabilitas harga bahan pokok," urainya.
Publik menilai masih sulit mencari pekerjaan sesuai keahlian dan minatnya, di samping itu tingginya harga sembako kian mencekik.
Berdasarkan hasil survei, kata Hasanudin, kinerja Jokowi dinilai mayoritas responden cukup baik selama memimpin.
Terkait pertanyaan apakah Presiden Jokowi layak memimpin kembali pemerintahan? Mayoritas responden setuju.
"Harapan publik Indonesia apakah mereka menginginkan Jokowi memimpin kembali atau tidak kita melihat lagi sekitar dingaka 68,4 persen yang menginginkan Jokowi memimpin kembali," ucap dia.
Sekadar informasi, survei Alvara turut melibatkan 2.200 responden yang tersebar di seluruh tanah air.
Menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara itu, hasil riset Media Survei Nasional (Median) yang digelar awal Februari 2018 menemukan banyaknya komunitas muslim yang masih ragu menjatuhkan pilihan pada Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.
Tercatat, sebesar 67,4 persen pemilih alternatif beragama Islam belum menjatuhkan pilihan kepada Jokowi.
Namun, di pihak lain, komunitas non muslim menjadi penyumbang terbesar suara Jokowi.
Menilai fenomena itu, Pengamat politik sekaligus Direktur Median Rico Marbun mengingatkan agar Jokowi berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang bersentuhan dengan komunitas muslim.
Pasalnya, menurut Rico, persepsi yang terbangun terkait persekusi dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis muslim masih berlangsung. Jadi, bukan tidak mungkin melorotnya elektabilitas Jokowi Karana faktor ini. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Mayoritas Pemilih Muslim Ragu Pilih Jokowi, Ini Saran Pengamat
Bagikan
Berita Terkait
Menkeu Purbaya Mengguncang Media Sosial: Dari Kritik Cukai Rokok Sampai Ajak Gen Z Kaya, Penilaian Positif Tembus 83,7 Persen
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Survei IPO: Kinerja Presiden Prabowo Subianto Dinilai Memuaskan, Program MBG Unggul di Mata Publik
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Hasil Survei Pilkada Jateng 2024: Ahmad Luthfi Unggul Tipis dari Andika Perkasa
Survei Indikator Politik Indonesia: 71,5% Warga Indonesia Indonesia Dukung Naturalisasi Timnas
Elektabilitas Luthfi Kalah dari Andika, Jokowi: Yang Masih Bimbang Harus Diyakinkan
Persepi Sanksi Poltracking, Imbas Beda Hasil Survei Pilkada Jakarta
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat