Surat BGN Terbit, Keracunan Massal Siswa SMPN 1 Blora Ditetapkan Jadi KLB
Sejumlah siswa SMP Negeri 1 Blora, Jawa Tengah mulai pulang ke rumah. ANTARA/Gunawan
MerahPutih.com - Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa SMP Negeri 1 Blora sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Kasus keracunan sendiri terjadi pada Selasa (25/11) lalu sekitar pukul 10.00 WIB. Ratusan siswa mengalami gejala mual, muntah, dan diare usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Penetapan KLB dilakukan setelah Pemkab Blora menerima surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) menyusul tingginya jumlah siswa yang terdampak,” kata Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, dikutip Jumat (28/11).
Baca juga:
955 Porsi MBG Ditarik Imbas Keracunan Ratusan Siswa SMPN 1 Blora. Menunya Begini!
Penanganan dan Investigasi
Sekretaris Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora, Nur Betsia, menyebut total kasus mencapai 122 siswa. Dari jumlah tersebut, 117 menjalani rawat jalan dan lima siswa dirawat inap.
“Saat ini pasien rawat inap tinggal tiga orang, dua di RSU Blora dan satu di RS DKT Blora. Kondisi mereka baik dan mudah-mudahan nantinya bisa pulang,” tuturnya, dikutip Antara
Pemerintah daerah bersama tim gabungan melakukan investigasi lapangan, termasuk pemeriksaan dapur penyedia makanan MBG, dokumen akreditasi, sertifikat laik higiene dan sanitasi, SOP pengolahan makanan, kebersihan peralatan, hingga distribusi makanan ke sekolah.
Baca juga:
Soal Keracunan MBG, Prabowo Mengaku Sering Salah Makan dan Kadang Kurang Cuci Tangan
Penyedia makanan MBG, yakni SPPG Karangjati 1 Blora, juga telah menerima surat penghentian operasional sementara dari Direktorat Pemantauan dan Pengawasan.
Penyebab Masih Diselidiki
Hingga kini, Dinkesda belum dapat memastikan penyebab keracunan. Sampel makanan, feses, muntahan, dan air telah dikirim ke BLK Semarang untuk uji laboratorium.
Pemeriksaan mikrobiologi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Sementara itu, penanganan medis diberikan sesuai gejala yang dialami siswa, mulai dari obat anti mual hingga obat diare. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Gara-Gara Banyak Siswa yang Keracunan, Menkeu Purbaya Minta MBG Diganti Uang Tunai
Nanik S. Deyang Tegaskan Relawan SPPG Tidak Masuk Skema Pengangkatan PPPK BGN
Polemik SPPG Sragen Selesai, Dapur MBG Dipindah dari Lokasi Dekat Kandang Babi
BGN Izinkan Menu MBG Tanpa Susu Kalau Sapinya Jauh
Siswa SMK Negeri 1 Jakarta Santap Makan Bergizi Gratis (MBG) Perdana Tahun 2026
Aksi BGN dan Wamenkes Tinjau Pelaksanaan Setahun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 1 Jakarta
SPPG Sragen Dibangun Dekat Kandang Babi, BGN Turun Tangan Selidiki Lokasi
Waka Komisi IX DPR Minta Program MBG Dihentikan Selama Libur Sekolah karena tak Efektif
Jatah MBG untuk Anak Tetap Ada Saat Libur, Boleh Diambil Bapak atau Emak Lho
Prabowo Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026