Kesehatan

Sunat Saat Bayi, Amankah?

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 20 Juni 2018
Sunat Saat Bayi, Amankah?

Dokter menyarankan sunat pada bayi. (Foto: Pexels/Josh Willink)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUNAT bukanlah hal asing di Indonesia. Apalagi mayoritas warga Indonesia pemeluk agama Islam yang melakukan sunat sebagai bagian dari iabadah. Dalam dunia medis prosedur yang dilakukan adalah dengan membersihkan serta menghilangkan kulup di ujung penis ini. Tujuannya untuk mengurangi risiko timbulnya infeksi kuman serta bakteri pada penis.

Secara medis sunat sangatlah baik demikian disebutkan dalam laman Go Dok. Prosedur ini menghilangkan smegma yang terkumpul pada kulup tersebut. Smegma merupakan istilah yang merujuk pada zat berwarna putih dan kental yang mengandung sisa sel-sel kulut mati. Nah, biasanya, smegma dapat ditemukan di kulup penis, terutama bagian bawahnya. Jika tidak dibersihkan, zat ini akan menumpuk dan memicu beberapa komplikasi. Seperti timbulnya bau tidak sedap serta infeksi kuman dan bakteri.

Demi menghindari kemungkinan terburuk dari penumpukan smegma, maka prosedur sunat perlu dilakukan. Bagi para pria, ini dia beragam manfaat sunat bagi kesehatan yang harus diketahui:

Menurunkan risiko infeksi saluran kemih.

Menurunkan risiko terpapar PenyakitMenular Seksual (PMS), seperti gonore dan HIV.

Menurunkan risiko terkena kanker penis

Mencegah timbulnya penyakitbalanitis (peradangan glans penis) dan balanoposthitis (peradangan kepala penis dan kulup).

bayi sunat
Alasan sunat pada bayi karena masih bergerak terbatas. (Foto: Pexels/Bingo Theme)

Jika para pria ditanya, apakah disunat itu sakit atau tidak; maka, jawabannya pasti ‘iya’. Memang, pasca disunat, bagian penis akan terasa tidak nyaman sebab ujung penis yang terasa sakit, kemerahan, bengkak, hingga mengeluarkan kerak bewarna kuning. Namun, kondisi ini hanya akan berlangsung selama 10 hari, kok! Setelah itu penis akan kembali normal seperti sedia kala.


Jadi, kapan sebaiknya sunat dilakukan?


Di Indonesia, praktik sunat biasanya dilakukan ketika anak laki-laki mencapai umur 5-7 tahun. Alasannya tidak lain karena di rentang usia tersebut, anak dianggap lebih mampu menahan nyeri. Namun para ahli justru menyarankan sunat dilakukan sejak anak masih berusia bayi.

Ya, para ahli medis menyarankan waktu terbaik untuk melakukan sunat adalah tujuh hari sampai dengan tiga bulan setelah bayi lahir. Alasannya adalah teknik yang dilakukan ketika melakukan sunat pada bayi menggunakan teknik yang lebih sederhana dibandingkan dengan sunat yang dilakukan ketika usia dewasa. Selain itu, luka pasca sunat pada bayi juga akan sembuh dengan lebih cepat sebab gerakan tubuh bayi masihlah sangat terbatas.

bayi sunat
Luka setelah sunat akan lebih cepat sembuh. (Foto: Pexels/Henley Design Studio)

Justru, sunat yang dilakukan ketika anak memasuki usia sekolah dikhawatirkan akan membuatnya trauma. Penyebabnya tidak lain karena di usia tersebut, anak sudah bisa merasakan rasa sakit, nyeri, dan ngeri ketika disunat. Nah, perasaan inilah yang ditakutkan banyak pihak dapat menyebabkan trauma tersendiri bagi anak hingga ia dewasa kelak.

Selain itu, anak di usia sekolah dianggap sedang berada dalam fase di mana tubuh bergerak dengan lincah dan aktif. Akibatnya, sunat di umur ini akan membuat proses penyembuhan luka berjalan dengan lambat. Bahkan, anak akan lebih rentan mengalami pendarahan sebab luka sunat yang tidak kunjung kering. (psr)

#Sunat #Bayi
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Penemuan Bayi Laki-laki di Gerobak PKL Gegerkan Warga Sragen
Bayi dalam kondisi telanjang terbungkus kain atau jarik dengan tali pusar yang sudah terpotong, tapi belum steril.
Dwi Astarini - Minggu, 23 November 2025
Penemuan Bayi Laki-laki di Gerobak PKL Gegerkan Warga Sragen
Indonesia
Bayi 5 Bulan Ibu Korban KDRT Dibawa Lari Suami, Polisi Anggap Kasus Selesai Kekeluargaan
Polres Pesanggarahan pun menegaskan kasus KDRT dan bayi dibawa lari itu dianggap telah selesai secara kekeluargaan.
Wisnu Cipto - Jumat, 14 November 2025
Bayi 5 Bulan Ibu Korban KDRT Dibawa Lari Suami, Polisi Anggap Kasus Selesai Kekeluargaan
Indonesia
Ibu di Pesanggrahan Jadi Korban KDRT, Bayi 5 Bulan Dibawa Lari Suami
Korban LI mengungkapkan dirinya kerap mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya.
Wisnu Cipto - Jumat, 14 November 2025
Ibu di Pesanggrahan Jadi Korban KDRT, Bayi 5 Bulan Dibawa Lari Suami
Indonesia
Bayi Dikubur Hidup-Hidup di Banyuwangi, DPR Serukan Alarm Sosial Pentingnya Edukasi KB
Komisi IX DPR menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus tragis bayi yang dikubur hidup-hidup oleh orang tuanya di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
Wisnu Cipto - Minggu, 09 November 2025
Bayi Dikubur Hidup-Hidup di Banyuwangi, DPR Serukan Alarm Sosial Pentingnya Edukasi KB
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Indonesia
Dugaan Malapratik Amputasi Tangah Bayi Arumi, Majelis Profesi Periksa 89 Tenaga Medis Bima
89 nakes yang diperiksa terdiri dari 27 orang yang bertugas di Puskesmas Bolo, 24 dari RS. Sondosia dan 38 dari RSUD Bima.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 Juli 2025
Dugaan Malapratik Amputasi Tangah Bayi Arumi, Majelis Profesi Periksa 89 Tenaga Medis Bima
Indonesia
Stop! Bahaya Asap Rokok di Baju Mengancam Nyawa Bayi, Begini Cara Menyelamatkannya
Menurut Prof. Allen, asap tembakau mengandung berbagai karsinogen berbahaya, seperti arsenik, benzena, kadmium, asetaldehida, formaldehida, hidrazin, timbal, dan nikel
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 Juli 2025
Stop! Bahaya Asap Rokok di Baju Mengancam Nyawa Bayi, Begini Cara Menyelamatkannya
Indonesia
Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Sindikat Perdagangan Bayi Lintas Negara
Anak-anak adalah masa depan bangsa
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 Juli 2025
Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Sindikat Perdagangan Bayi Lintas Negara
Lifestyle
Penyebab dan Penanganan Kuning pada Bayi Baru Lahir, Waspada Bahaya Dehidrasi ASI
Penting untuk digarisbawahi, penanganan breastfeeding jaundice bukanlah dengan menghentikan pemberian ASI
Angga Yudha Pratama - Rabu, 25 Juni 2025
Penyebab dan Penanganan Kuning pada Bayi Baru Lahir, Waspada Bahaya Dehidrasi ASI
Lifestyle
Dokter Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Sehat untuk Program Bayi Tabung
Dengan teknologi yang lebih canggih dalam pengolahan embrio, tingkat keberhasilan yang sebelumnya sekitar 20 persen kini meningkat menjadi 40 persen.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 08 April 2025
Dokter Tekankan Pentingnya Gaya Hidup Sehat untuk Program Bayi Tabung
Bagikan