Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Suka Duka Sekolah Online, Hanya Dipahami Generasi Z

annehsannehs - Jumat, 28 Agustus 2020
Suka Duka Sekolah Online, Hanya Dipahami Generasi Z

Belajar online menjadi hal baru bagi pengajar dan pelajar. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT ini, mayoritas anak sekolah dan mahasiswa mengikuti kegiatan belajar mengajar via online. Baik guru maupun murid sama-sama dihadapkan dengan Kenormalan Baru yang memungkinkan mereka untuk belajar dan dituntunt untuk selalu bisa beradaptasi dengan keadaan.

Karena hanya belajar lewat perangkat digital, biasanya orang tua seringkali bingung dan serba salah dalam memantau tingkah laku anaknya ketika mengikuti kelas online.

Baca juga:

Sekolah Ini Memberikan Layanan Pre-School dan TK Secara Online

Menurut survey yang dilakukan MerahPutih.com terhadap beberapa siswa SMA di Jakarta, sebagian orang tua kerap memergoki anaknya yang malah main HP diam-diam ketika pembelajaran online berlangsung atau merasa anaknya seperti 'tidak sekolah' dan hanya main-main saja.

Sebagian lain orang tua menganggap bahwa tugas yang diberikan terlalu berat sehingga anaknya semakin stres di rumah.

Memang, regulasi baru dalam kegiatan belajar mengajar ini memiliki suka dan duka tersendiri bagi para pelajar. Jika kesempatanmu sudah lewat dalam melewati masa-masa sekolah online seperti para generasi Z ini, yuk intip suka dan duka mereka selama mengikuti kelas online beberapa bulan terakhir.

1. Mudah menyontek

Ketika kamu mengetik soal, biasanya jawabannya sudah hadir dari laman pencarian Google.  (Foto: pixabay/engin_akyurt)
Ketika kamu mengetik soal, biasanya jawabannya sudah hadir dari laman pencarian Google. (Foto: pixabay/engin_akyurt)

Karena memiliki adik yang masih duduk di bangku SMA, penulis sendiri menjadi saksi bagaimana anak-anak sekarang bisa menyontek dengan mudahnya. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan guru sebagian besar jawabannya sudah ada di situs-situs tanya jawab seperti Brainly. Ya, situs ini dianggap sebagai sang mahatahu bagi para murid sekolah di zaman sekarang.

Jika para pengajar lebih teliti dan mengganti soalnya, tidak jarang para pelajar ini meminta bantuan kakaknya untuk bekerjasama dalam mengerjakan soal ulangan, atau meminta jawaban dari teman-temannya lewat ponsel pintar mereka.

2. Waktu terbuang karena masalah teknis

Pelajar dan pengajar dituntut untuk melek tekologi.  (Foto: pixabay/finelightarts)
Pelajar dan pengajar dituntut untuk melek tekologi. (Foto: pixabay/finelightarts)

Ini bisa menjadi hal yang menguntungkan sekaligus merugikan. Untuk jangka pendek, tentunya pelajar akan merasa senang jika waktu belajar terpotong karena masalah-masalah teknis seperti suara yang tidak masuk, video yang tidak jelas, dan kendala-kendala lainnya.

Baca juga:

Kiat Efektif untuk Para Guru dalam Memberikan Tugas Sekolah selama PSBB

Meski begitu, dampaknya akan terasa ketika ulangan tiba. Pelajar akan merasa kurang mengerti karena banyak waktu yang terpotong karena satu dan lain hal. Fenomena ini tentunya akan berdampak pada performa belajar selama sekolah online berlangsung.

Pada akhirnya, orang tua kemungkinan akan dituntut untuk memberikan anak-anaknya les atau mendaftarkan anaknya dalam aplikasi belajar online yang sedang marak akhir-akhir ini.

3. Tidak usah bangun pagi-pagi

Beberapa sekolah memperbolehkan muridnya menggunakan kemeja bebas. (Foto: University Homework Help)
Beberapa sekolah memperbolehkan muridnya menggunakan kemeja bebas. (Foto: University Homework Help)

Ketika kelas online, para pelajar ini tidak harus bangun lebih pagi untuk mandi, memakai seragam, dan berangkat ke sekolah. Mereka bisa belajar di mana saja asal ada koneksi internet dan stop kontak di dekat mereka.

Bahkan, beberapa sekolah memperbolehkan pelajarnya untuk tidak selalu menggunakan seragam sekolah sehingga mereka bisa menggunakan kemeja bebas. (shn)

Baca juga:

Tipikal Mahasiswa Baru vs Tingkat Akhir

#COVID-19 #Teknologi #Sekolah #Belajar #Belajar Online
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
Harga Redmi Note 17 Series Global Bocor, Varian 17 Pro Max Dijual Rp 12,2 Juta
Harga Redmi Note 17 Series global kini bocor. Untuk varian Pro Max, harganya dibanderol Rp 12,2 juta.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Harga Redmi Note 17 Series Global Bocor, Varian 17 Pro Max Dijual Rp 12,2 Juta
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Pemerintah menetapkan besaran alokasi dana khusus guna memastikan proses renovasi total berjalan sesuai standar keamanan gedung
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Indonesia
Malu Gubernur Pramono Roboh SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Dibiarkan Selama 2 Tahun
Politikus PDI Perjuangan ini tegaskan, berbagai cara bakal dilakukan agar SDN 09 Kebayoran Lama bisa kembali digunakan untuk ruang belajar mengajar.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 Juli 2026
Malu Gubernur Pramono Roboh  SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Dibiarkan Selama 2 Tahun
Indonesia
PNM Peduli Revitalisasi SD Inpres Wae Moto, Hadirkan Ruang Belajar Layak untuk Anak di Wilayah 3T
PNM melalui program PNM Peduli merevitalisasi SD Inpres Wae Moto di Manggarai Barat, NTT. Menghadirkan ruang belajar, sanitasi, dan fasilitas sekolah yang lebih layak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
PNM Peduli Revitalisasi SD Inpres Wae Moto, Hadirkan Ruang Belajar Layak untuk Anak di Wilayah 3T
Tekno
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Samsung Galaxy Z Flip 8 resmi meluncur. HP tersebut hadir dengan fitur-fitur AI terbaru.
Soffi Amira - Kamis, 23 Juli 2026
Samsung Galaxy Z Flip 8 Meluncur dengan Fitur AI Baru, Segini Harga dan Spesifikasinya
Berita Foto
Menilik Kondisi SDN 09 Kebayoran Lama Selatan yang Atap Ruang Kelasnya Roboh
Kondisi sekolah yang atapnya ambruk menimpa ruang kelas di SDN 09 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 Juli 2026
Menilik Kondisi SDN 09 Kebayoran Lama Selatan yang Atap Ruang Kelasnya Roboh
Indonesia
Sekolah Rakyat Bertambah Jadi 182 Titik pada 2026, Target Tampung 43.344 Siswa
Sekolah Rakyat terus diperluas. Pada Tahun Ajaran 2026/2027, pemerintah menambah jumlah sekolah menjadi 182 titik dengan target total 43.344 siswa.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Sekolah Rakyat Bertambah Jadi 182 Titik pada 2026, Target Tampung 43.344 Siswa
Tekno
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
POCO X8 kini muncul di sertifikasi NBTC dan IMDA. HP tersebut merupakan rebranding dari Redmi Note 17 5G.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
POCO X8 Kantongi Sertifikasi NBTC dan IMDA, Bakal Bawa Baterai 9.000 mAh?
Indonesia
Baru Tahu SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Rusak Parah, Pramono Janji Segera Dibangun
Pramono mengaku baru tahu kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 rusak parah setelah video yang merekam keadaan sekolah negeri itu viral di media sosial.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Baru Tahu SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Rusak Parah, Pramono Janji Segera Dibangun
Tekno
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Redmi Note 17 Pro Max muncul di sertifikasi NBTC Thailand. HP itu membawa kamera 200MP dan baterai 10.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 21 Juli 2026
Redmi Note 17 Pro Max Kantongi Sertifikasi NBTC, Bawa Baterai Super Besar!
Bagikan