Relasi

Studi Menunjukkan, Tidur Bersama Pasangan Tingkatkan Kesehatan

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 14 Juni 2022
Studi Menunjukkan, Tidur Bersama Pasangan Tingkatkan Kesehatan

Pasangan yang tidur bersama menunjukan gerakan yang tersinkronisasi. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

STUDI terbaru menunjukkan bahwa tidur bersama pasangan setiap malam dapat membuat orang lebih sehat. Menurut laman sciencealert, studi ini menyebutkan bahwa ketika ada orang lain yang tidur di sebelah kamu pada malam hari. Maka saraf-saraf pada tubuh lebih rileks, pikiran lebih tenang dan tekanan darah lebih terkontrol.

Selain itu, tidur bersama pasangan juga dapat meningkatkan keintiman dan membuat kehidupan percintaan lebih memuaskan. Di sisi lain, tidur bersama pasangan bisa memicu rasa aman dan memberikan kehangatan.

Menurut psikiater Brandon Fuentes dari Universitas Arizona, bahwa tidur dengan pasangan terbukti memiliki manfaat besar pada kesehatan. Dia mengatakan perilaku oini dapat mengurangi risiko sleep apnea, dan insomnia parah. Bahkan dapat meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan. Tak hanya itu ada lagi beberapa manfaat tidur bersama pasangan.

Baca Juga:

Tidur di Lantai tanpa Alas Empuk, Kurangi Nyeri Punggung

tidur
Tidur dengan pasangan terbukti memiliki manfaat besar pada kesehatan. (Foto: Pexels/Moises Solorzano)

Ketika kamu tidur dengan seseorang yang kamu cintai tentu akan menghasilkan kontak tubuh satu sama lain. Menurut para ahli hal ini bisa membantu menenangkan pikiran dan mengurangi tingkat stres. Bercinta dan berpelukan adalah cara alami terbaik untuk mengurangi stres.

Jika kamu mengalami gangguan tidur, maka berpelukan dengan pasangan di tempat tidur dapat membuat kamu tidur lebih nyenyak. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan manfaat tidur bersama pasangan untuk mengatasi masalah insomnia.

Tahukah kamu bahwa hormon cinta atau oksitosin bisa muncul ketika kamu dan pasangan bersentuhan secara fisik? Ya para ahli mengatakan bahwa bersentuhan antar kulit dapat memicu tubuh melepaskan hormon oksitosin yang membuat kamu dan pasangan merasa bahagia.

Baca Juga:

Coba Malam Ini, 3 Posisi Tidur Ini Sangat Menyehatkan

tidur
Menunjukan kondisi tubuh dan mental yang lebih baik ketimbang mereka yang jomlo. (Foto: Pexels/Ivan Oboleninov)

Tidur di samping seseorang yang kamu cintai berpengaruh positif untuk jantung. Rasa aman dan kehangatan menyebabkan jantung berdetak dalam kecepatan normal, sehingga membuatnya lebih sehat. Penelitian menunjukkan bahwa tidur bersama pasangan pada malam hari dapat membuat otak, jantung dan organ lainnya lebih rileks. Relaksasi ini dapat membuat usia kamu lebih lama.

Laman sciencealert menuliskan bahwa umumnya seseorang yang memiliki komitmen dengan seseorang menunjukan kondisi tubuh dan mental yang lebih baik ketimbang mereka yang jomlo. Memang agak sulit menguraikan alasannya sebab terlalu banyak variabel yang mempengaruhi badan dan pikiran sepanjang kehidupan orang itu.

Sayangnya penelitian tentang ini masih sangat sedikit, apalagi yang dapat dihubungkan dengan fase tidur neurological seperti rapid eye movement (REM). Namun menariknya pasangan yang tidur bersama menunjukan gerakan yang tersinkronisasi. Sinkronisasi itu berguna untuk kehidupan keduanya dan memberikan dampak positif yang besar serta memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Kemudian studi itu menemukan bahwa REM keduanya naik sekitar 10 persen dan mampu menghalau gangguan apapun selama tidur. (Mrf)

Baca Juga:

Bahaya Konsumsi Melatonin untuk Obat Tidur

#Kesehatan #Kesehatan Mental #Tidur #Relasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan