Kesehatan

Studi Baru: Obesitas Mengancam Generasi Milenial dengan Risiko Kanker

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 14 Februari 2019
Studi Baru: Obesitas Mengancam Generasi Milenial dengan Risiko Kanker

Resiko kanker meningkat pada orang yang kelebihan berat badan (Foto Pixabay/marijana1)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KANKER merupakan penyakit pembunuh nomor dua terbanyak di dunia. Sampai saat ini masih terus dicari solusinya di dunia kedokteran. Ada banyak kanker yang mengintai kita dengan tingkat yang berbeda pula.

Meskipun kanker memang selalu mengintai kehidupan manusia. Namun studi baru yang dipublikasikan oleh Lancet Public Health dari American Cancer Society mengungkapkan bahwa ada beberapa tipe kanker yang justru terus meningkat. Khususnya yang mengancam para generasi milenial. Seperti apa hasil dari studi tersebut?

1. Enam Jenis kanker

Kanker Mengancam Generasi Milenial
Adanya peningkatan resiko kanker pada generasi milenial (Foto: Pixabay Joenomias)


Studi baru tersebut dilakukan dengan menganalisis data diagnosa kanker dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Studi itu memakai responden dengan rentang usia 25 hingga 84 tahun. Peneluti menemukan adanya peningkatan yang mengejutkan pada orang yang berusia 25 tahun hingga 49 tahun, khususnya pada penderita obesitas.

Pada 12 jenis kanker yang diteliti dan berkaitan dengan obesitas. Ada hasil lonjakan besar pada enam jenis kanker pada anak muda di Amerika.

Keenam jenis kanker tersebut antara lain kolorektal, endometrium, kantung empedu, ginjal, pankreas, Multiple Myeloma dan kanker sel plasma.

Lebih lanjut, hasil dari studi tersebut menunjukkan bahwa orang Amerika yang berusia 25 hingga 29 tahun memiliki peningkatan terbesar pada kanker ginjal. Sementara orang yang berusia 30 hingga 34 tahun mengalami peningkatan pada kanker Multiple Myeloma.

2. Penyebab obesitas?

Kanker Mengancam Generasi Milenial
Obesitas menjadi penyebab utama (Foto: Pixabay/eroVesalainen)


Meskipun studi tersebut tidak menjelaskan secara detail penyebab peningkatan jenis kanker. Namun hipotesa menyebutkan penyebabnya ialah kelebihan berat badan dan obesitas di Amerika.

Hal tersebut didukung dengan data yang dilansir dari CDC menunjukkan bahwa diantara tahun 1999 hingga 2016 mengalami kenaikan yang tadinya 13,9% menjadi 18,5% pada anak-anak penderita obesitas.

Dengan adanya riset itu, menunjukkan bahwa obesitas dapat meningkatkan resiko terkena kanker.

3. Pencegahan lebih baik

Kanker Mengancam Generasi Milenial
Lakukan olahraga rutin untuk menjaga berat badan (Foto: Pixabay/skeeze)


Meskipun saat ini perkembangan teknologi pengobatan terus berkembang. Namun tidak salahnya bahwa kita terus melakukan pencegahan.

Diharapkan dapat membuat kamu tetap menjaga kesehatan dan berat badan dalam standar sehat.

Karena kanker yang berkaitan dengan obesitas menunjukkan peningkatan paling singnifikan. Terus jaga berat badan kamu dan jangan lupa untuk mengonsumsi makanan bergizi. (ver)

#Kanker #Obesitas
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan, gaya hidup, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Mahir menyusun artikel melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan. Dalam aktivitas profesionalnya, Ananda fokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Setiap artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data yang cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan.

Berita Terkait

ShowBiz
Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia usai Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu (7/3) sore. Ia meninggal usai berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019.
Soffi Amira - Sabtu, 07 Maret 2026
Kabar Duka, Vidi Aldiano Meninggal Dunia usai Berjuang Melawan Kanker Ginjal
Berita Foto
Kampanye Gerakan Batasi GGL Jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam media brifieng jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Didik Setiawan - Selasa, 03 Maret 2026
Kampanye Gerakan Batasi GGL Jelang Hari Obesitas Sedunia 2026
Lifestyle
Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru
Penentuan terapi tidak lagi bersifat umum, tapi mempertimbangkan tipe kanker, stadium penyakit, hingga karakteristik genetiknya.
Dwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
Imunoterapi Harapan Baru bagi Pasien Usia Produktif, Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Paru
ShowBiz
Kabar Duka Musik Rock, Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun
Vokalis 3 Doors Down, Brad Arnold, meninggal dunia di usia 47 tahun. Ia mengembuskan napas terakhirnya pada 7 Februari 2026, usai berjuang melawan kanker.
Soffi Amira - Minggu, 08 Februari 2026
Kabar Duka Musik Rock, Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun
Indonesia
Penyanyi Raisa Berduka, Ibunda Meninggal Dunia Karena Penyakit Kanker
Jenazah Ria Mariaty disemayamkan di rumah duka yang berada di kawasan Cinere, Depok. Keluarga pun meminta doa dari semua pihak atas meninggalnya beliau.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 29 November 2025
Penyanyi Raisa Berduka, Ibunda Meninggal Dunia Karena Penyakit Kanker
Indonesia
579 Ribu Orang Jakarta Obesitas, Saatnya Pemerintah Gencarkan Kampanye Kurangi Gula
Masyarakat banyak mengonsumsi makanan serta minuman yang mengandung kadar lemak, gula, dan garam tinggi.
Dwi Astarini - Rabu, 05 November 2025
579 Ribu Orang Jakarta Obesitas, Saatnya Pemerintah Gencarkan Kampanye Kurangi Gula
Dunia
Joe Biden Terapi Radiasi & Hormon Lawan Kanker Prostat Agresif, Hasilnya Ada Harapan
Tubuh Biden disebutkan merespons positif terapi radiasi dan hormon yang dijalani.
Wisnu Cipto - Minggu, 12 Oktober 2025
Joe Biden Terapi Radiasi & Hormon Lawan Kanker Prostat Agresif, Hasilnya Ada Harapan
Indonesia
62 Persen ASN Pemprov DKI Obesitas, Dinkes Juga Buka Data Hipertensi, Diabetes hingga Kejiwaan
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan, angka tersebut hasil pemeriksaan kesehatan ASN DKI pada 2024.
Frengky Aruan - Jumat, 18 Juli 2025
62 Persen ASN Pemprov DKI Obesitas, Dinkes Juga Buka Data Hipertensi, Diabetes hingga Kejiwaan
ShowBiz
Kate Middleton Kunjungi Taman Kesehatan, Curhat ke Pasien Kanker tentang Beratnya Masa Pemulihan
Pada September, ia mengumumkan telah menyelesaikan kemoterapi dan melakukan apa yang ia bisa untuk tetap bebas dari kanker.
Dwi Astarini - Jumat, 04 Juli 2025
Kate Middleton Kunjungi Taman Kesehatan, Curhat ke Pasien Kanker tentang Beratnya Masa Pemulihan
Lifestyle
50 Persen Perempuan Ikut Cek Kesehatan Gratis Alami Obesitas Sentral, Jika Tidak Ditangani Bisa Alami Stroke
Obesitas sentral, dihitung berdasarkan pengukuran lingkar pinggang, yakni >90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk perempuan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 13 Juni 2025
50 Persen Perempuan Ikut Cek Kesehatan Gratis Alami Obesitas Sentral, Jika Tidak Ditangani Bisa Alami Stroke
Bagikan