Studi: Asupan Garam Bisa Perburuk Kondisi Eksim

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Juni 2024
Studi: Asupan Garam Bisa Perburuk Kondisi Eksim

Eksim menyebabkan seseorang memiliki kulit kering, gatal, dan bergelombang. (Foto: Pexels/Kristina Nor)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan penyakit ginjal. Selain itu, menurut studi baru ternyata asupan garam juga bisa memperburuk tanda dermatitis atopik atau eksim.

Studi terbaru yang dipimpin oleh para peneliti di UC San Francisco (UCSF), mengurangi garam adalah strategi intervensi yang paling hemat biaya dan berisiko rendah bagi pasien eksim untuk mengelola penyakit mereka.

"Eksim yang kambuh bisa jadi sulit diatasi oleh pasien, terutama ketika mereka tidak mampu mengantisipasinya dan tidak memiliki rekomendasi mengenai apa yang dapat mereka lakukan untuk menghindarinya,” kata penulis studi Dr. Katrina Abuabara dilansir laman Medical Daily, Kamis (6/6).

Baca juga:

3 Penyebab Eksim yang Perlu Kamu Ketahui

Eksim menyebabkan seseorang memiliki kulit kering, gatal, dan bergelombang. Kondisi ini memengaruhi lebih dari 31 juta orang Amerika.

Sekitar 10 persen hingga 20 persen bayi mengalami kondisi ini, namun hampir separuh dari mereka dapat mengatasi kondisi tersebut atau akan mengalami perbaikan seiring bertambahnya usia.

Baca juga:

Cegah Diabetes, Ini Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak Versi Kemenkes

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Jama Network menunjukkan bahwa mengonsumsi satu gram natrium ekstra per hari dapat meningkatkan kemungkinan timbulnya eksim sebesar 22 persen.

Hasil itu ditemukan dari penelitian mereka untuk mengevaluasi 13.000 orang dewasa AS yang menjadi bagian dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional.

Para peneliti juga mengevaluasi data lebih dari 215.000 orang dari UK Biobank yang mencakup sampel urin dan catatan medis elektronik. Para pesertanya berusia antara 30 dan 70 tahun

Baca juga:

MSG Bisa Bantu Kurangi Asupan Garam

Mereka menemukan bahwa setiap gram natrium tambahan yang dikeluarkan melalui urin selama 24 jam dikaitkan dengan peluang 11 persen lebih tinggi untuk diagnosis eksim, peluang 16 persen lebih tinggi untuk memiliki kasus aktif, dan peluang 11 persen lebih tinggi untuk meningkatkan keparahan penyakit.

"Kebanyakan orang Amerika makan terlalu banyak garam dan bisa dengan aman mengurangi asupannya ke tingkat yang disarankan,” pungkas Abuabara. (*)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan