Kesehatan

Strategi Indonesia Ubah Pandemi Jadi Endemi

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Kamis, 24 Februari 2022
Strategi Indonesia Ubah Pandemi Jadi Endemi

Ucapkan selamat tinggal, pandemi akan berakhir. (Foto: Pexels/Edward Jenner)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELAMA dua tahun terakhir, pandemi COVID-19 memengaruhi kehidupan masyarakat. Pasang surut pun terjadi. Tren kejadian pasien terkonfirmasi COVID-19 begitu fluktuatif. Kadangkala menunjukkan landai namun dalam hitungan hari melonjak begitu drastis. Dengan fenomena tersebut muncul pertanyaan apakah pandemi ini akan berakhir? Apakah kita bisa hidup dengan normal seperti sedia kala? Tanpa harus terkungkung oleh ruang dan dibatasi oleh masker.

Nampaknya, untuk mensiasati kondisi ini, Indonesia perlu mengadaptasi negara tetangga. Sejak beberapa bulan lalu, pemerintah Singapura telah mempersiapkan skenario baru yaitu memperlakukan COVID-19 sebagai endemi dengan mengejar target vaksinasi di atas 80%.

Seperti diketahui saat ini 83% warga Singapura telah tervaksinasi. Pada akhir Desember 2021, dengan menurunnya kasus infeksi baru di Indonesia dan sedikitnya penderita yang perlu dirawat di rumah sakit, sejumlah pihak mengatakan bahwa Indonesia telah siap masuk ke tahap endemi.

Baca juga:

Berkembangnya Tren Ready to Cook di Masa Pandemi

endem
Transformasi COVID-19 dari pandemi jadi endemi. (Foto: Pexels/Ivan Samkov)


Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejauh ini, Indonesia telah mengalami dua gelombang dalam perkembangan kasus COVID-19. Melihat pemetaan secara global, terdapat banyak negara yang sudah mencapai gelombang keempat COVID-19, di mana jumlah kasus positif pada gelombang ini dapat mencapai tiga sampai enam kali lipat jika dibandingkan dengan tiga gelombang sebelumnya.

Tentunya Indonesia pun tak luput dari peningkatan ini, melihat sifat virus COVID-19 yang tidak mengenal batas wilayah. "Saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah mempersiapkan enam pilar transformasi untuk menangani COVID-19, yaitu transformasi layanan dasar kesehatan, transformasi sektor kesehatan, transformasi sistem kesehatan, pendanaan, transformasi sumber daya manusia, serta teknologi kesehatan,” urainya dalam DBS Asian Insights Conference 2022.

Baca juga:

Apa Benar Pandemi Jadi Penghalang Jomlo +62 Menjalin Cinta?

budi gunawan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebut Indonesia siap bertransformasi (Foto: DBS Asian Insights Conference 2022)

Sesditjen Kesehatan Masyarakat dan Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi percaya bahwa penanganan COVID-19 memerlukan upaya dari hulu ke hilir.

Apabila deteksi dini, edukasi bagi masyarakat, serta langkah-langkah pencegahan merupakan strategi yang dilakukan di hulu untuk pengendalian transmisi, maka transformasi layanan kesehatan yang disiapkan Kementerian Kesehatan tersebut diperlukan untuk penanganan kasus di hilir ketika seseorang telah dinyatakan positif COVID-19.

"Diharapkan dengan adanya transformasi ini, fasilitas-fasilitas kesehatan di Indonesia dapat lebih siap menanggapi kasus dan telah dilengkapi dengan sumber daya yang mumpuni," pungkasnya. (avia)

Baca juga:

Bill Gates Percaya COVID-19 akan Menjadi Pandemi Terakhir

#Kesehatan #Kasus Covid #Satgas COVID-19 #Gelombang 3 COVID-19 #Rumah Sakit Darurat COVID-19 #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan