Headline

Staf Khusus Presiden Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen Sebuah Prestasi Mengesankan

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 07 Februari 2019
 Staf Khusus Presiden Nilai Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen Sebuah Prestasi Mengesankan

Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika (Foto: Dok Sekolah Desa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pemerintahan Jokowi-JK hanya mampu meraih pertumbuhan ekonomi sekitar 5,17 persen dari target 7 persen. Sebagian kalangan menilai kegagalan mencapai target sebagai nilai minus rezim Jokowi.

Berkaca pada situsi ekonomi global, justru pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia dianggap sebuah prestasi yang mengesankan.

Ahmad Erani Yustika menegaskan perekonomian Indonesia yang pada tahun 2018 pertumbuhannya 5,17 persen merupakan prestasi karena dicapai dalam kondisi global yang diliputi ketidakpastian.

"Ombak tinggi ekonomi berhasil dilalui dengan mengesankan," kata Ahmad Erani dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (7/2).

Erani yang juga staf khusus presiden itu menjelaskan bahwa pencapaian angka pertumbuhan di atas lima persen itu diraih ketika negara-negara maju dan berkembang seperti China, Korea Selatan, India, dan Malaysia mengalami penurunan kinerja ekonomi pada akhir tahun.

Guru Besar Ekonomi Pembangunan itu memaparkan pertumbuhan ekonomi China tercatat turun dari 6,9 persen pada 2015 menjadi 6,5 persen pada akhir 2018. Hal serupa juga diikuti pertumbuhan ekonomi India yang turun dari 7,4 persen pada 2015 menjadi 6,7 persen pada akhir 2018.

"Tren pertumbuhan ekonomi Indonesia justru naik, dari 4,88 persen pada 2015 menjadi 5,17 persen pada 2018. Jadi, kita terbang saat negara lain menukik turun," ujar pria yang pernah menjadi ekonom Indef itu.

Ahmad Erani Yustika
Ahmad Erani Yustika (Foto: Twitter @EraniYustika)

Ahmad Erani Yustika sebagaimana dilansir Antara menambahkan pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut juga disertai oleh penurunan tiga indikator yang terkait dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yaitu angka kemiskinan, pengangguran, maupun ketimpangan.

Jumlah penduduk miskin yang tercatat 25,67 juta orang atau setara 9,66 persen, merupakan yang terendah dalam sejarah karena dapat mencapai single digit, dibandingkan periode sebelumnya yang berada pada kisaran 10-11 persen.

"Menekan angka kemiskinan hingga di bawah dua digit bukanlah pekerjaan mudah, karena pemerintah dihadapkan pada struktur kemiskinan kronis. Tapi misi ini tidak boleh gagal," kata Erani.

Tingkat pengangguran terbuka juga menurun dari sebelumnya pada 2014 sebesar 5,94 persen menjadi 5,3 persen di 2018, karena adanya penciptaan lapangan kerja, dengan porsi pekerja formal meningkat dari 40 persen pada 2014 menjadi 43 persen pada 2018.

Selain itu, ketimpangan pendapatan bergerak melandai yang terlihat dari gini rasio pada 2014 mencapai 0,41 menjadi 0,38 pada 2018 yang sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah ke bawah.

Erani menambahkan pencapaian ini juga didukung upaya dalam mengendalikan laju inflasi, berbagai program untuk menjaga daya beli dan pertumbuhan sektor padat kerja serta pelaksanaan instrumen fiskal yang telah bermanfaat untuk meningkatkan kinerja pembangunan.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Target Pertumbuhan Ekonomi 6-7 Persen, Ekonom Indef Sebut Terlalu Jauh

#Dirjen PPMD Ahmad Erani Yustika #Pertumbuhan Ekonomi #Target Pertumbuhan Ekonomi Jokowi-JK #Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan
BPS mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen pada kuartal IV 2025 dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 Februari 2026
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,39 Persen di Kuartal IV 2025, Konsumsi Rumah Tangga Dominan
Indonesia
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
Sepanjang 2025 Ekonomi Tumbuh 5,11 Persen, Jawa Masih Mendominasi
Indonesia
Target Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Bakal Sulit Tercapai, Ini Alasanya
Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mewanti-wanti target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen tahun 2026 berisiko tidak tercapai apabila persoalan fiskal tidak segera dibenahi
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Januari 2026
Target Purbaya Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen Bakal Sulit Tercapai, Ini Alasanya
Indonesia
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
Airlangga optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 akan menjadi yang tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Defisit Anggaran Capai Rp 695 Triliun, Airlangga Yakin Ekonomi Kuartal 4 Tumbuh Tinggi
Indonesia
Semikonduktor Jadi Penguat Ekonomi Kawasan, Proyeksi Pertumbuhan Indonesia Naik Jadi 5 Persen
Sementara inflasi diperkirakan tetap terkendali pada level 1,7 persen tahun ini dan naik menjadi 2,5 persen pada 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Desember 2025
Semikonduktor Jadi Penguat Ekonomi Kawasan, Proyeksi Pertumbuhan Indonesia Naik Jadi 5 Persen
Indonesia
Purbaya Jaga Daya Beli Warga, Pertumbuhan Ekonomi Harus Ciptakan Lapangan Kerja
Penguatan aktivitas industri domestik, peningkatan permintaan negara mitra dagang utama, dan kuatnya daya saing produk ekspor Indonesia menjadi faktor pendorong.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 November 2025
Purbaya Jaga Daya Beli Warga, Pertumbuhan Ekonomi Harus Ciptakan Lapangan Kerja
Indonesia
Alasan Aktivitas Belanja dan Perjalanan Warga Melambat di Triwulan III 2025
Konsumsi rumah tangga pada kuartal III tetap solid meski mengalami perlambatan tipis dibandingkan kuartal sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 November 2025
 Alasan Aktivitas Belanja dan Perjalanan Warga Melambat di Triwulan III 2025
Indonesia
Ekonomi Tumbuh 5,04 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Pendorong Utama
Dari sisi produksi atau lapangan usaha, industri pengolahan menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi triwulan III dengan andil 1,13 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 November 2025
Ekonomi Tumbuh 5,04 Persen, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Pendorong Utama
Indonesia
Kebijakan Ini Diyakini Airlangga Pada Kuartal VI 2025 Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi
program berupa penguatan hilirisasi dan investasi juga menjadi faktor penopang pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 November 2025
Kebijakan Ini Diyakini Airlangga Pada Kuartal VI 2025 Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi
Indonesia
Ekspor Dinilai Bagus, Tapi Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5,5 Persen
Kebijakan makro prudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 November 2025
Ekspor Dinilai Bagus, Tapi Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5,5 Persen
Bagikan