Soekarno-Hatta Peringkat 7 Besar Bandara Terkoneksi di Dunia

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 08 Oktober 2017
Soekarno-Hatta Peringkat 7 Besar Bandara Terkoneksi di Dunia

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Wikipedia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bandara Internasional Soekarno-Hatta masuk peringkat tujuh besar bandara paling terkoneksi di dunia. Hal ini mengacu pada laporan Megahubs International Index 2017 yang dipublikasikan oleh lembaga air travel intelligence asal Inggris, OAG.

Dalam laporan tersebut, lapangan terbang yang mulai beroperasi pada tahun 1985 ini mendapat nilai indeks konektivitas 256 atau hanya terpaut 1 poin dari Bandara Internasional Changi, Singapura, yang meraih nilai 257.

Nilai indeks itu antara kain menggambarkan bahwa di bandara Soekarno-Hatta terdapat sekitar 35.000 kemungkinan konektivitas internasional dalam 1 hari.

Adapun dalam menentukan nilai indeks tersebut, OAG menghitung total kemungkinan konektivitas bandara untuk penerbangan datang (inbound) dan outbound (berangkat) dalam masa jendela waktu 6 jam atau six-hour window.

Sementara itu kriteria untuk menentukan konektivitas diantaranya adalah penerbangan internasional menuju atau dari bandara tersebut (single international connections) dan penerbangan internasional yang termasuk domestik ke internasional, internasional ke domestic, serta international ke internasional.

"Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 60 juta penumpang per tahun dan terus meningkat," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dalam siaran persnya, Minggu (8/10).

Bandara Soetta memiliki rute internasional tersibuk ke-2 di dunia yaitu Jakarta – Singapura dengan jumlah penumpang mencapai 322.488 setiap bulannya.

"Hal ini menandakan bahwa Bandara Internasional Soekarno-Hatta mampu mempertahankan stabilitas operasional bahkan semakin baik dengan sejumlah rute baru yang dibuka baik itu penerbangan domestik maupun internasional," sambungnya.

Stabilitas operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta didukung oleh tiga hal yakni kesiapan infrastruktur bandara di sisi udara dan sisi darat termasuk terminal penumpang, lalu SDM yang kompeten, serta efisiensi dan efektifitas operasional yang semakin meningkat secara berkelanjutan seiring dengan implementasi program smart airport.

Terkait infrastruktur, dapat diinformasikan bahwa AP II tengah melakukan pengembangan secara masif yang mencakup tiga sektor yaitu pembangunan Bandara (airport) yakni revitalisasi Terminal 1 dan 2, pembangunan Terminal 3 dan 4, serta peningkatan kapasitas Runway 1 dan 2, lalu pembangunan Runway 3.

Sektor lainnya adalah Aksesibilitas yakni dengan menghadirkan layanan transportasi kereta api baik itu jalur commuter rail maupun express rail. (*)

#Bandara Soekarno-Hatta #Bandara Changi #Angkasa Pura II
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Jamaah Mulai Tiba di Indonesia, Bandara Soetta Larang Penjemputan Haji di Terminal 2F
Kepulangan jamaah haji Indonesia dimulai 1 Juni 2026 melalui Bandara Soetta.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Jamaah Mulai Tiba di Indonesia, Bandara Soetta Larang Penjemputan Haji di Terminal 2F
Indonesia
1 Juni Besok Kloter Pertama Haji dari Jeddah Tiba di Soetta, 836 Orang dari Pondok Gede dan Bekasi
Kepulangan perdana jamaah haji dimulai dari Pondok Gede dan Bekasi, dengan jumlah 836 orang.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
1 Juni Besok Kloter Pertama Haji dari Jeddah Tiba di Soetta, 836 Orang dari Pondok Gede dan Bekasi
Indonesia
Sindikat 'Tikus Kargo' Bandara Soekarno-Hatta Gasak Tas Lululemon Seharga Rp 1 Miliar, Triknya Bikin Geleng-Geleng Kepala
Kasus ini mencuat setelah pihak perusahaan di Grobogan, Jawa Tengah, mengirimkan 4.749 tas Lululemon melalui maskapai Garuda Indonesia rute Jakarta-Shanghai
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Sindikat 'Tikus Kargo' Bandara Soekarno-Hatta Gasak Tas Lululemon Seharga Rp 1 Miliar, Triknya Bikin Geleng-Geleng Kepala
Indonesia
Bandara Soetta Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Penumpang dari 4 Negara Diawasi
Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini menyiapkan langkah untuk mengantisipasi hantavirus. Ada empat negara yang dilakukan pengawasan.
Soffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
Bandara Soetta Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Penumpang dari 4 Negara Diawasi
Indonesia
Dicegat di Bandara Soetta, 13 Calon Ilegal Gagal Berangkat ke Arab Saudi
Langkah pencegatan ini bukan untuk melarang warga beribadah haji, melainkan melindungi mereka dari risiko besar.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 April 2026
Dicegat di Bandara Soetta, 13 Calon Ilegal Gagal Berangkat ke Arab Saudi
Indonesia
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Bakal Naik, Berlaku Mulai Juni 2026
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta akan segera berubah. Harga tersebut berlaku mulai Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 17 April 2026
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Bakal Naik, Berlaku Mulai Juni 2026
Indonesia
Prosesi Pemulangan 3 Jenazah Satgas UNIFIL di Bandara Soekarno Hatta Dijaga Ketat Aparat Gabungan
Wisnu menambahkan bahwa jika Presiden hadir, sektor utama pengamanan akan beralih ke unsur TNI (waskita), sementara Polri tetap mendukung di titik-titik strategis
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 04 April 2026
Prosesi Pemulangan 3 Jenazah Satgas UNIFIL di Bandara Soekarno Hatta Dijaga Ketat Aparat Gabungan
Indonesia
Baru Sepekan Beroperasi, Titik Setop Rute TransJakarta Blok M-Soetta Berubah
Rute baru TransJabodetabek SH2 tujuan Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta) baru saja resmi mulai dioperasikan pada Kamis 12 Maret 2026 pekan lalu.
Wisnu Cipto - Jumat, 20 Maret 2026
Baru Sepekan Beroperasi, Titik Setop Rute TransJakarta Blok M-Soetta Berubah
Indonesia
191 Ribu Pemudik Berangkat dari Bandara Soetta dengan 1.200 Penerbangan Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Bandar Soekarno-Hatta, Tangerang menjadi simpul pergerakan pemudik selama arus mudik Lebaran 2026.
Frengky Aruan - Jumat, 20 Maret 2026
191 Ribu Pemudik Berangkat dari Bandara Soetta dengan 1.200 Penerbangan Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Indonesia
Alasan Pramono Berlakukan Tarif Rp 3.500 Transjabodetabek Rute Blok M ke Bandara Soetta Hanya 3 Bulan
Selain itu, terdapat beberapa alasan yang membuat Pemprov DKI mesti memperlakukan tarif yang lebih mahal untuk rute ke bandara itu. Salah satunya adalah karena biaya operasional yang besar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026
Alasan Pramono Berlakukan Tarif Rp 3.500 Transjabodetabek Rute Blok M ke Bandara Soetta Hanya 3 Bulan
Bagikan