SMRC: Efek Pilkada Bikin Jokowi Unggul di Jawa, Kenapa?
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Antara
MerahPutih.Com - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa Petahana Presiden Joko Widodo unggul perolehan suara di tiga Provinsi Pulau Jawa dibandingkan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto jika Pilpres digelar saat ini.
Direktur Eksekutif SMRC Sirojuddin Abbas mengatakan, jika simulasi dua nama Jokowi Vs Prabowo dihadapkan di Pilpres mendatang maka dipastikan Jokowi lebih banyak mendapat dukungan di tiga Provinsi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"Bila pemilihan presiden diadakan sekarang di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Jokowi unggul di atas calon-calon lain," kata dia saat merilis hasil surveinya di Kantor SMRC Jalan Cisadane Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/6).
Sirojuddin menjelaskan, di Jawa Barat Jokowi mendapat dukungan 48.3%, Prabowo 37.8%, dan yang belum tahu 14%. Di Jawa Tengah Jokowi sangat dominan dengan dukungan 73.5%, di atas Prabowo yang mendapat dukungan 16.7%, dan yang belum tahu 9.8%.
Lalu, di Jawa Timur Jokowi mendapat dukungan 58.8%, Prabowo 29.6%, sementara yang tidak tahu 14.2%.
Perolehan persentase suara ini, kata Sirojuddin, sangat terkait dengan faktor dukungan massa di Pilkada mendatang. Sebab, elektabilitas Paslon Pilkada di tiga daerah itu cukup berdampak bagi perolehan persentase suara capres mendatang.
"Dukungan kepada calon presiden tampak terkait dengan elektabilitas calon-calon gubernur," terangnya.
Di Jawa Barat, lanjut dia, elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden paling kuat pada massa pemilih Hasanuddin-Anton, 75.6%, selanjutnya pada massa pemilih Ridwan Kamil-UU, 51.7%, dan massa pemilih Deddy-Dedi, 51.9%. Sementara pada masaa pemilih Sudrajat-Syaikhu, Jokowi hanya mendapat dukungan 17.8%, di bawah Prabowo 70.8%.
"Elektabilitas Hasanuddin-Anton dalam pilgub berdampak sangat positif terhadap peluang Jokowi dalam pilpres. Semakin besar elektabilitas Hasanuddin-Anton semakin besar peluang Jokowi dalam pilpres," katanya.
Sementara elektabilitas Sudrajat-Syaikhu berdampak sangat positif terhadap peluang Prabowo dalam pilpres. Semakin besar dukungan untuk Sudrajat-Syaikhu, semakin besar peluang Prabowo dalam pilpres di Jawa Barat.
Di Jawa Tengah, Jokowi unggul atas Prabowo baik pada massa pemilih Ganjar-Taj Yasin (Jokowi 80.3% vs Prabowo 13%) maupun pada massa pemilih Sudirman-Ida (Jokowi 61.6% vs Prabowo 31.4%).
Sementara di Jawa Timur, Jokowi unggul atas Prabowo baik pada massa pemilih Khofifah- Emil (Jokowi 60.9% vs Prabowo 30.2%) maupun pada massa pemilih Gus Ipul- Puti (Jokowi 62.3% vs Prabowo 27.1%).(Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Survei FSI: Pemilih Jokowi 'Hijrah' ke Sudirman-Ida
Bagikan
Berita Terkait
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Prabowo Tandatangani Piagam Board of Peace, Indonesia Kawal Perdamaian di Gaza
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Penyebab Banjir di Sumatra, ini Daftar Lengkapnya
Gerindra Bantah Prabowo Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Presiden Prabowo Subianto Tiba di Inggris Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global
[HOAKS atau FAKTA]: Seperti Venezuela, Donald Trump Ancam Tangkap Prabowo jika Lakukan Perusakan Terhadap Alam
Prabowo Instruksikan Yusril dan Menkum Bikin UU Tangkal Propaganda Asing
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan