Siti Aishah Menangis Usai Sidang di Mahkamah Tinggi Jenayah

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 28 Juli 2017
Siti Aishah Menangis Usai Sidang di Mahkamah Tinggi Jenayah

Siti Aishah (kanan) di pengadilan Sepang, Malaysia. (ANTARA FOTO/Reuters/stringer)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Terdakwa pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Nam, yaitu Siti Aishah (25) terlihat menangis usai sidang di Mahkamah Tinggi Jenayah 1 Shah Alam Selangor, Malaysia, Jumat (28/7).

Siti Aishah (juga ditulis Siti Aisyah) terlihat menangis saat bercakap-cakap dengan Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Andreano Erwin bersama dua orang staf dan sejumlah pengacaranya dari Gooi and Azurra.

Saat pertama kali masuk ruangan sidang, dia terlihat tegar dan menebar senyum kepada perwakilan KBRI di Kuala Lumpur, para pengacara maupun saat diajak ngobrol oleh penerjemah Bahasa Indonesia Saiful Aiman.

Siti Aishah dengan dikawal sejumlah aparat Polisi Diraja Malaysia (PDRM) yang mengenakan rompi antipeluru dan polisi wanita tiba gedung Mahkamah Tinggi Jenayah 1 Shah Alam Selangor pukul 08.15 waktu setempat.

Dengan berpakaian batik warna biru dan kondisi diborgol, dia langsung dibawa ke lantai V yang menjadi tempat persidangan, namun dia terlebih dahulu di tempatkan di sebuah ruangan hingga sidang dimulai.

Sidang yang menurut jadwal dimulai pukul 09.00 waktu setempat molor hingga setengah jam. Keterlambatan karena hakim Dato' Azi Bin Ariffin, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Iskandar Bin Ahmad dan pengacara kedua tertuduh mengadakan pertemuan terlebih dahulu di dalam ruangan terpisah.

Tepat pukul 09.30, Siti Aishah kemudian dibawa ke ruangan sidang dan borgol dibuka petugas. Dia duduk di sisi kiri berdekatan dengan penerjemah, sebelah kanannya duduk Doan Thi Huong, terdakwa Vietnam berdampingan dengan penerjemahnya.

Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Andreano Erwin ketika ditanya percakapannya dengan Siti Aishah, dia mengatakan lebih banyak menguatkan karena persidangan sekarang lebih detail dibanding saat pengadilan tingkat rendah di Mahkamah Sepang.

"Dia mendengarkan materi. Melihat saksi ini dan itu. Dan ini menimbulkan pertanyaan dan saya rasa setelah sekian lama dipenjara tentunya Siti Aishah mulai berpikir ini ada apa, kok lama sekali. Saya kira ini wajar karena sudah lama tidak melihat keluar. Lama tidak bertemu keluarga dan mendengarkan sidang masih akan lama lagi," paparnya.

Dia menangis karena dia mendengar prosesnya masih lama dan dari bukti-bukti yang ada kesannya dia terlibat.

"Dia merasa apa ini betul? Kami sampaikan bahwa ini masih bukti-bukti yang belum bisa dipastikan. Semua masih dibahas pada sidang selanjutnya. Kemudian saya tenangkan, proses ini masih berlanjut. Masih ada setengah lagi," tuturnya.

Andreano meminta dia tidak khawatir karena negara hadir membelanya dengan mendatangkan pengacara dan yang terpenting dia kooperatif.

Dia juga meminta kepada Siti Aishah untuk mengingat-ingat lagi apa-apa yang belum disampaikan oleh pengacara karena ini membantu untuk membangun argumen dan memberikan sanggahan.

Siti Aishah dan Doan Thi Huong bersama empat orang lagi yang masih bebas pada 13 Februari 2017 didakwa telah membunuh saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim jong Un, bernama Kim jong-Nam pada pukul 09.00 pagi di areal Keberangkatan Bandara KLIA 2, Daerah Sepang, Selangor Darul Ehsan.

Karena perbuatan tersebut Siti Aishah dihukum di bawah Seksyen 302 Kanun Keseksaan atau pembunuhan berencana bersama Seksyen 34 kanun yang sama, dengan ancaman hukuman mati. Dakwaan dan hukuman yang sama juga diberikan kepada warga Vietnam, Doan Thi Huong (28). (*)

Sumber: ANTARA

#Siti Aishah #Malaysia
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Pendaki Malaysia, Chye Connsynn (41), berhasil dievakuasi dari Gunung Rinjani menggunakan helikopter meski sempat terkendala kabut. Korban dibawa ke RS rujukan di Denpasar.
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Drama Evakuasi Turis Malaysia Cedera di Rinjani, Heli Bolak-balik ke Bali hingga Pit Stop Kurangi Beban
Indonesia
WNI Disekap dan Dianiaya di Tambang Timah Ilegal Malaysia, DPR Sebut Ada Indikasi TPPO
Anggota Komisi XIII DPR RI mengecam penyekapan dan penganiayaan brutal terhadap WNI di tambang timah ilegal Malaysia. DPR menilai kasus ini terindikasi TPPO.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
WNI Disekap dan Dianiaya di Tambang Timah Ilegal Malaysia, DPR Sebut Ada Indikasi TPPO
Indonesia
Malaysia Tutup Operasi Pencarian 39 WNI Tenggelam: 23 Selamat, 16 Meninggal
MMEA Malaysia menemukan 39 WNI korban kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Perak. Sebanyak 23 selamat dan 16 meninggal dunia. Operasi pencarian resmi ditutup, jenazah diserahkan ke polisi.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Malaysia Tutup Operasi Pencarian 39 WNI Tenggelam: 23 Selamat, 16 Meninggal
Dunia
Latihan Berujung Maut, 10 Orang Tewas dalam Tabrakan Helikopter Tentara Malaysia di Perak
Dua helikopter Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) bertabrakan saat latihan. Sebanyak 10 orang tewas dalam insiden tragis saat persiapan HUT ke-90 TLDM.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Latihan Berujung Maut, 10 Orang Tewas dalam Tabrakan Helikopter Tentara Malaysia di Perak
Indonesia
Cak Imin Terima Delegasi MCA, PKB Dorong Kolaborasi Indonesia-Malaysia
Cak Imin menerima delegasi MCA di Jakarta. PKB mendorong kerja sama Indonesia-Malaysia di bidang politik, ekonomi, hingga pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Cak Imin Terima Delegasi MCA, PKB Dorong Kolaborasi Indonesia-Malaysia
Indonesia
Banyak WNI Tinggal di Area Kebakaran Besar Sabah, Statusnya Nikah Campur
Kemenlu membenarkan mayoritas WNI yang menjadi korban tercatat menikah campur dengan warga setempat serta WN Filipin
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Banyak WNI Tinggal di Area Kebakaran Besar Sabah, Statusnya Nikah Campur
Fun
Lirik Sayang Raya, Lagu Lebaran Kolaborasi Malaysia-Indonesia dari Mal Hamka
“Sayang Raya” tidak hanya merayakan semangat Idul Fitri, tetapi juga menjadi simbol pertemuan budaya serumpun Malaysia dan Indonesia melalui harmoni musik.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Lirik Sayang Raya, Lagu Lebaran Kolaborasi Malaysia-Indonesia dari Mal Hamka
Indonesia
Didatangi Staf KBRI, WNI Tunawisma di Malaysia Tewas Nekat Nyebur ke Danau
Jenazah WNI dibawa ke Rumah Sakit Universiti Kebangsaan Malaysia (HUKM) untuk penanganan lebih lanjut, termasuk proses otopsi.
Wisnu Cipto - Rabu, 11 Maret 2026
Didatangi Staf KBRI, WNI Tunawisma di Malaysia Tewas Nekat Nyebur ke Danau
Indonesia
Pemprov NTB Bantah Perempuan Malaysia yang Ngaku Ditelantarkan Suami Asal Lombok
Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik menegaskan klaim NAA ditelantarkan tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
Pemprov NTB Bantah Perempuan Malaysia yang Ngaku Ditelantarkan Suami Asal Lombok
ShowBiz
Band Malaysia Sayap Lepas Kenalkan Single 'Cinta & Janji', Sasar Pendengar Indonesia
Band indie pop Malaysia, Sayap Lepas, merilis single 'Cinta & Janji' yang mengangkat tema kesetiaan dan komitmen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Februari 2026
Band Malaysia Sayap Lepas Kenalkan Single 'Cinta & Janji', Sasar Pendengar Indonesia
Bagikan