Sistem Penunjukan Langsung Proyek Listrik Langgar Perpes

Fredy WansyahFredy Wansyah - Sabtu, 22 Agustus 2015
Sistem Penunjukan Langsung Proyek Listrik Langgar Perpes

Petugas PLN memeriksa kabel dari sambungan listrik ilegal menggunakan pengukur ampere di area Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (25/3). (Foto: Antara/Fanny O)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Manajer Advokasi Forum Indonesia untuk Transaransi Anggaran (Fitra) Apung Widadi menilai proyek oembangkit listrik 35.000 MW dengan sistem penunjukan langsung sarat penyelewengan.

"Proses pengadaan barang dan jasa melalui mekanisme penunjukkan langsung disinyalir akan membuka celah kongkalikong antara BUMN dengan Investor, ataupun elit politik dengan elit bisnis," katanya kepada Merahputih.com di Jakarta, Jumat (21/8).

Menurutnya, hal itu juga bertentangan dengan Peraturan Presiden No 54 Tahun 2010, Peraturan Presiden No 35 Tahun 2011, dan Peraturan Presiden No 70 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa serta Peraturan Presiden No. 172 Tahun 2014 dan Peraturan Presiden No. 4 Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang/Jasa serta Percepatan Pengadaan Barang dan Jasa.

"Yang dimaksud perpres di atas jenis yang boleh dilakukan penunjukkan langsung, yaitu pekerjaan pengadaan dan penyaluran benih unggul yang meliputi benih padi, jagung, dan kedelai, serta pupuk yang meliputi Urea, NPA, dan ZA kepada petani dalam rangka menjamin ketersediaan benih dan pupuk secara tepat dan cepat untuk pelaksanaan peningkatan ketahanan pangan, bukan pengadaan infrastruktur yang penting," katanya.

Fitra menyatakan seharusnya hal itu tidak terjadi apabila sesuai aturan tersebut. Dengan demikian, Fitra menilai ada banyak masalah dalam proses pengadaan barang dan jasa sistem penunjukan langsung.

Berdasarkan data yang dihimpun Fitra, berikut Proyek Listrik 2015 yang menggunakan sistem penunjukan secara langsung.

1. PLTG/U, lokasi Senipah (exs.st) Kaltim, dengan Kapasitas 1x35 MW.
2. PLTU, Kaltim 4 (exs-2 embalut) Kaltim, dengan kapasitas 2x100 MW
3. PLTU, Jawa 4 (exs. TJ Jati B) Jateng, 2x1000 MW.
4. PLTU, Sulbagut 3 (exs. Molotabu) Gorontalo, 2x50 MW.
5. PLTA, Waitina, Maluku, 12 MW
6. PLTA, Sidikalang-1, Sumut, 15 MW
7. PLTA, Tabulahan, Sulbar, 20 MW
8. PLTA, masupu, Sulbar, 36 MW
9. PLTA, Salu Uro, Sulsel, 95 MW
10. PlTU, Sumsel 7 (exs.sumsel 5), Sulsel, 1x300 MW
11. PLTU, jawa 8(exs. Cilacap), Jateng, 1x1000 MW
12. PLTA, kalaena 1, Sulsel, 54 MW
13. PLTA, Paleleng, Sulsel, 40 MW
14. PLTA, Poso 1, Sulteng, 120 MW
15. PLTU, Jawa 9 (exs. Banten), Banten.
16. PLTA, Air putih, Sumbar, 21 MW. (fdi)

Baca Juga:

Fitra Tolak Liberalisasi Kelistrikan

Presiden Jokowi Tidak Akan Revisi Pembangunan Listrik 35.000 MW

SP PLN Dukung Rizal Ramli Kaji Ulang Proyek Listrik 35 Ribu Megawatt

#PLN #Apung Widadi #Fitra
Bagikan
Ditulis Oleh

Fredy Wansyah

Berita Terkait

Indonesia
Anak Usaha PLN Bakal Dirampingkan Dari 44 Entitas Jadi 23 Entitas
Pembahasan juga menyoroti langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pascagangguan yang terjadi di Sumatera.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Anak Usaha PLN Bakal Dirampingkan Dari 44 Entitas Jadi 23 Entitas
Indonesia
Blackout Sumatera Beri Pukulan Telak, DPR Desak PLN Bereskan Skema Ganti Rugi untuk Pelanggan
Pemadaman total sejak Jumat (22/5) malam itu memukul telak sektor rumah tangga dan pelaku UMKM.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Blackout Sumatera Beri Pukulan Telak, DPR Desak PLN Bereskan Skema Ganti Rugi untuk Pelanggan
Indonesia
Blackout di Sumatra, Waka Komisi III DPR Dorong Investigasi Total meski tak Ada Sabotase
Berbagai sektor usaha, pekerjaan, hingga layanan publik disebut ikut terdampak akibat padamnya aliran listrik di sejumlah daerah. 

Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Blackout di Sumatra, Waka Komisi III DPR Dorong Investigasi Total meski tak Ada Sabotase
Indonesia
Polisi Salahkan Cuaca Buruk sebagai Penyebab Mati Listrik di Sumatra
Gangguan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatra dan memicu ketidakstabilan frekuensi serta tegangan listrik.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Polisi Salahkan Cuaca Buruk sebagai Penyebab Mati Listrik di Sumatra
Indonesia
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Gangguan kelistrikan tentu menyebabkan kerugian, baik dari PLN maupun masyarakat sebagai konsumen.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Indonesia
Blackout Sumatra, Bareskrim Perkirakan karena Gesekan Kabel Kena Angin dan Panas
Ada tiga kemungkinan penyebab teknis yang sedang didalami tim Puslabfor Polri terkait dengan putusnya kabel tersebut.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Blackout Sumatra, Bareskrim Perkirakan karena Gesekan Kabel Kena Angin dan Panas
Indonesia
Polisi Selidiki Mati Listrik Massal di Sumatra, Gangguan Diduga Berawal dari Jambi
Bareskrim Polri menyelidiki insiden mati listrik massal di Sumatra. Gangguan itu diduga berawal dari Jambi.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Polisi Selidiki Mati Listrik Massal di Sumatra, Gangguan Diduga Berawal dari Jambi
Indonesia
Kementerian ESDM dan PLN Investigasi Mati Lampu Massal di Sumatra, 13,1 Juta Pelanggan Terdampak
Pemadaman listrik massal di Sumatra telah berdampak pada 13,1 juta orang. Kementerian ESDM dan PLN pun sedang mengusut kasus tersebut.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Kementerian ESDM dan PLN Investigasi Mati Lampu Massal di Sumatra, 13,1 Juta Pelanggan Terdampak
Indonesia
Pemadaman Listrik Massal Landa Sumatra, PLN Ungkap Penyebabnya
Pemadaman listrik massal terjadi di beberapa kota Sumatra, Jumat (22/5). PLN pun mengungkapkan penyebabnya.
Soffi Amira - Jumat, 22 Mei 2026
Pemadaman Listrik Massal Landa Sumatra, PLN Ungkap Penyebabnya
Indonesia
PLN Klaim 100 Persen Listrik di Jakarta sudah Pulih setelah Padam Siang Tadi
Sebanyak 95 persen listrik sudah pulih pada 12.23 WIB siang tadi, sekitar 5 persen sisanya baru kembali pulih pada pukul 15.05 WIB.
Dwi Astarini - Kamis, 23 April 2026
PLN Klaim 100 Persen Listrik di Jakarta sudah Pulih setelah Padam Siang Tadi
Bagikan