Sindir Jokowi, Megawati Kritik Tagline 'Indonesia Maju'

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 30 Juli 2024
Sindir Jokowi, Megawati Kritik Tagline 'Indonesia Maju'

Megawati sebut pendiri bangsa menginginkan Indonesia raya.(foto: Merahputih.com/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KETUA Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mempertanyakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menggunakan slogan 'Indonesia Maju' dalam pemerintahannya. Ia menyebut tagline 'Indonesia Raya' sebenarnya wujud harapan para pendiri bangsa Indonesia.
?
Hal itu dikatakan Megawati saat menjadi pembicara kunci pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Perindo di Inews Tower, Jakarta Pusat, Selasa (30/7).
?
“Saya bilang kepada Pak Jokowi, kenapa sih mesti Indonesia maju? Mbok ya, sudah Indonesia raya itu yang diharapkan diinginkan para pendiri kita,” kata Megawati.
?
Megawati mengungkapkan, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), ayahnya yang juga proklamator RI Soekarno mengingatkan yang dibangun pendiri bangsa ialah jembatan emas menuju Indonesia Merdeka. Ia akhirnya memahami jembatan emas yang dimaksud ialah Indonesia raya.

Baca juga:

Megawati Ingatkan Tak Ada Kekuasaan yang Abadi


?
“Hal yang sedang kita bangun ialah jembatan emasnya. Jadi saya pikir, ngapain bangun jembatan emas ya? Namun, lama-lama makin saya dewasa, saya lalu mengerti bahwa itu hanya arah, bahwa berarti suatu saat yang Indonesia raya yang ada di sana,” ujarnya.
?
Presiden kelima RI ini menyebut apa yang dikatakan Bung Karno ada benarnya dengan melihat Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit. "Saya pernah mendapat buku dari Prof Azis yang membaca tulisan-tulisan di Borobudur itu. Ia mengatakan lantainya Kerajaan Majapahit itu dari emas," ungkapnya.
?
Megawati lalu menyebut momen ketika menjumpai profesor asal Prancis dan bertanya soal lantai kerajaan Majapahit yang terbuat dari emas. “Saya bertanya dia tahu dari mana. ‘Mega itu datang dari prasasti di Borobudur’. Jadi saya dapat membayangkan bahwa Indonesia ini memang kaya raya,” ucapnya.
?
Selain itu, Megawati juga mendapat ajaran dari ayahnya bahwa Indonesia merupakan untaian zamrud khatulistiwa. Saat itu, ia belum mengetahui apa yang dimaksud ayahnya.
?
"Saya mana tahu yang namanya zamrud itu apa. Karena teringat terus, lalu suatu saat mencari di ensiklopedi ternyata zamrud itu batu yang termasuk termahal ketimbang rubi lalu berlian. Saya sangat yakin bahwa kita ialah Indonesia raya,” pungkasnya.(Pon)


Baca juga:

Megawati Jadi Pembicara Kunci di Mukernas Perindo, Hadirin Teriak 'I Love You'

#Megawati Soekarnoputri #Persatuan Indonesia (Perindo)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Bagikan