Ramadan

Simpan Makanan Berlebih saat Ramadan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 20 April 2021
Simpan Makanan Berlebih saat Ramadan

Simpanan makanan berlebih saat Ramadan. (foto: Unsplash/ello)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI mereka yang menjalankan puasa Ramadan, pola, kuantitas, dan frekuensi makan otomatis jadi berbeda. Jika di hari biasa jadwal makan besar 3 kali sehari, saat berpuasa Ramadan, makan besar hanya dilakukan 2 kali, yaitu saat sahur dan setelah berbuka puasa.

Frekuensi makan yang berkurang itu sayangnya enggak diikuti dengan perubahan pola memasak dan volume masakan. Akibatnya, tak jarang banyak masakan berlebih yang tak sempat disantap. Tentu amat mubazir jika makanan lebih dibuang begitu saja. Pasalnya, sesederhana apa pun masakan itu, tetap saja ada sumber daya yang digunakan. Itu tentunya bernilai uang. Belum lagi dampak sampah makanan yang menumpuk.

BACA JUGA:

Gaya Hidup Lestari ala Tantri Namirah

Pastinya kamu enggak mau kan menghamburkan uang. Jika iya, seharusnya memubazirkan makanan pun pantang dilakukan. Namun, bukan berarti kamu harus memaksakan diri menghabiskan semua masakan meskipun perut telah penuh. Ada baiknya kamu menyimpan makanan berlebih yang ada. Selain menghemat uang, menyimpan makanan berlebih juga bisa berdampak baik bagi lingkungan sekitar kamu. Itu berarti kamu andil dalam mengurangi sampah makanan.

Menyimpan makanan berlebih ada untungnya. Selain menghindarkan dari perilaku mubazir, makanan yang disimpan dengan baik bisa dinikmati di lain waktu saat kamu lagi malas masak atau sahur di waktu yang mepet. Praktis kan. Agar makanan yang disimpan aman dan tahan lama, berikut cara tepat menyimpan makanan berlebih.

1. Lakukan 2 jam setelah dimasak

food
Simpan makanan dalam jangka waktu 2 jam setelah dimasak. (foto: pixabay/gerladobici)

Saat selesai masak dan kamu merasa sajian yang kamu buat terlalu banyak jumlahnya, jangan ragu untuk menyisihkannya. Kamu bisa menyimpan kelebihannya paling lambat 2 jam setelah dimasak. Pasalnya, bakteri dan virus berpotensi mengontaminasi makanan yang sudah lebih dari 2 jam berada dalam suhu ruang.

Namun, jika lupa menyisihkan di awal, kamu tetap bisa menyimpan makanan yang sudah di suhu ruang lebih dari 2 jam. Caranya, panaskan terlebih dahulu hingga suhu 70 derajat celsius sebelum disimpan.


2. Wadah menyimpan yang tepat

kotak makan
Pilih kotak penyimpanan yang kedap udara. (foto: pixabay/yujun)

Tempat penyimpanan juga harus diperhatikan. Makanan sebaiknya disimpan di wadah kedap udara. Hal itu bertujuan supaya tidak ada kuman yang mengontaminasi makanan selama penyimpanan. Bila tidak ada wadah kedap udara, letakkan di piring atau mangkok, lalu tutup dengan plastic wrap.


3. Ukuran yang pas

Simpan makanan dalam porsi kecil. (foto: fitmencook)

Makanan sisa akan lebih tahan lama dan higienis bila didinginkan secepatnya. Karena itu, sebaiknya hindari menyimpan sejumlah besar makanan dalam satu wadah. Karena perlu waktu yang lama untuk mendinginkan makanan yang disimpan dalam jumlah besar, ada baiknya kamu membagi makanan yang akan disimpan dalam wadah kecil. Cara terbaik ialah menyimpannya dalam porsi sekali makan. Hal itu akan memudahkan kamu saat ingin memanaskannya kembali.

Sebagai contoh, kamu ingin menyimpan 20 potong ayam ungkep. Alih-alih menempatkan dalam 1 wadah besar, kamu bisa membaginya dalam 2-3 wadah berbeda. Setiap wadah berisikan 1 kali porsi makan.


4. Tempat menyimpan

Agar makanan lebih tahan lama, manfaatkan freezer. (foto: realsimple)

Adanya teknologi lemari es amat membantu dalam penyimpanan makanan. Ada freezer atau lemari pendingin biasa yang bisa kamu andalkan sebagai tempat menyimpan makanan sisa. Tak semua makanan sisa harus masuk freezer. Penyimpanan makanan sisa ditentukan berdasarkan kapan kamu akan mengonsumsi makanan tersebut.

Bila kamu berencana memakannya dalam dua hari mendatang, makanan cukup disimpan di kulkas. Namun, bila kamu ingin menyimpannya lebih lama, sebaiknya kamu simpan makanan di freezer.


5. Panaskan dahulu

Panaskan makanan sesaat sebelum dimakan. (foto: pixabay/stocksnap)

Saat akan mengonsumsi makanan yang sudah disimpan di kulkas, sebaiknya panaskan dulu dalam suhu 70 derajat celsius. Panaskan selama 2 menit ya. Hal itu penting untuk mematikan kuman yang mungkin saja mengontaminasi makanan selama berada salam lemari pendingin.

Jika makanan berasa dari freezer, pastikan kamu cairkan dulu ya sebelum dipanaskan. Caranya, rendam makanan yang masih dalam wadahnya di dalam air panas hingga mencair. Selain itu, kamu bisa menggunakan microwave untuk mencairkan makanan yang sudah beku.

Sekarang sudah tahhu kan cara terbaik untuk menyimpan makanan berlebih. Jadi jangan malas ya untuk merapikan dan menyimpan makanan sisa agar tak mubazir.(dwi)

#Kuliner #Gaya Hidup #Ramadan
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Fun
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
CasaLena Jakarta memperkenalkan menu lunch dan dinner terbaru mulai 1 Desember 2025, menghadirkan pengalaman kuliner Latin American Grill yang lebih fokus dan premium.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
ShowBiz
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Video yang dihapus itu berisi permintaan maaf Chef Paik terkait dengan isu pelanggaran label asal produk, iklan menyesatkan, serta tuduhan penyalahgunaan siaran.
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Indonesia
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
ni merupakan perdana bakso Solo buka setelah tutup sejak Senin (3/11).
Dwi Astarini - Jumat, 07 November 2025
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Kuliner
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Gastrodiplomacy merupakan strategi kebudayaan dan ekonomi yang memperkenalkan identitas bangsa melalui cita rasa.
Wisnu Cipto - Sabtu, 01 November 2025
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Kuliner
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Hidangan fusion Korea yang disajikan dibuat dari bahan-bahan terbaik dari seluruh Korea
Dwi Astarini - Kamis, 30 Oktober 2025
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Kuliner
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Bakso Boedjangan menghadirkan inovasi terbaru kuah keju.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Oktober 2025
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Kuliner
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Tahun ini, Jakarta Coffe Week memasuki usia satu dekade, menunjukkan aksi progresif.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Lifestyle
Makanan Khas Demak yang Unik dan Wajib Dicoba, 10 Rekomendasi Terlezat!
Sedang liburan ke Kota Wali? Jangan lewatkan 10 makanan khas Demak yang legendaris dan menggugah selera dari Caos Dhahar Lorogendhing hingga Mangut Kepala Manyung.
ImanK - Sabtu, 25 Oktober 2025
Makanan Khas Demak yang Unik dan Wajib Dicoba, 10 Rekomendasi Terlezat!
Lifestyle
10 Kuliner Khas Kudus yang Wajib Dicoba, dari Soto Kerbau hingga Gethuk Nyimut
Yuk jelajahi 10 kuliner khas Kudus yang paling terkenal! Mulai dari soto kerbau legendaris, nasi pindang, hingga gethuk nyimut yang manis dan unik.
ImanK - Minggu, 19 Oktober 2025
10 Kuliner Khas Kudus yang Wajib Dicoba, dari Soto Kerbau hingga Gethuk Nyimut
Tradisi
Tahok dan Bubur Samin Solo Jadi Warisan Budaya tak Benda
Sebanyak 14 warisan budaya Solo berbagai kategori berbeda dari makanan hingga olahraga tradisional ditetapkan WBTb.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Oktober 2025
Tahok dan Bubur Samin Solo Jadi Warisan Budaya tak Benda
Bagikan