Simbol Pengakuan Dunia, IJF Anugerahkan Black Belt untuk Ketua Umum NOC Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Februari 2026
Simbol Pengakuan Dunia, IJF Anugerahkan Black Belt untuk Ketua Umum NOC Indonesia

Ketum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari terima penghargaan dari federasi judo internasional. (Foto: NOC Indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) memperkuat diplomasi dan komunikasi internasional sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola olahraga nasional yang berstandar global. Komitmen tersebut mendapat pengakuan dari International Judo Federation (IJF).

Dalam momentum pertemuan internasional, Presiden IJF Marius Vizer secara resmi menganugerahkan Black Belt (Sabuk Hitam Kehormatan) dan Diamond Pin kepada Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari pada acara Judo Gala Paris Grand Slam 2026.

Penghargaan ini bukan sekadar simbol seremonial, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi, dukungan, serta komitmen dalam pengembangan judo dan penguatan kolaborasi olahraga internasional.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk negara saya, Indonesia,” ujar Okto usai menerima penghargaan, dikutip Senin (9/2).

Baca juga:

NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan

Presiden IJF Marius Vizer menegaskan bahwa Black Belt merupakan salah satu simbol tertinggi dalam judo dan diberikan kepada individu yang mendedikasikan diri dalam mendukung pengembangan judo dalam jangka panjang.

“Kami berharap dapat terus membangun federasi judo yang kuat di Indonesia dan bekerja sama dalam proyek pendidikan serta pengembangan judo di sekolah,” kata Marius Vizer.

Selain Black Belt, penyematan Diamond Pin memiliki makna khusus dalam struktur penghargaan IJF. Penghargaan tersebut diberikan kepada figur yang dianggap sebagai bagian dari keluarga besar IJF dengan tingkat kepercayaan dan pengaruh tinggi dalam mendukung pengembangan olahraga global.

Bagi NOC Indonesia, penghargaan ini menjadi bukti bahwa diplomasi olahraga Indonesia mendapat legitimasi internasional. Indonesia tidak hanya menjadi “jagoan di kandang sendiri”, tetapi juga aktif membangun komunikasi dan kerja sama di tingkat dunia.

Baca juga:

Lewat Dukungan Prabowo, NOC Optimistis Pencak Silat Selangkah Lagi Masuk Olimpiade

Dalam beberapa tahun terakhir, NOC Indonesia memperkuat hubungan dengan berbagai International Federation, International Union Federation, serta organisasi olahraga kawasan seperti Olympic Council of Asia (OCA) dan entitas regional lainnya. Komunikasi proaktif dan konsistensi dalam forum internasional menjadi strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung global.

Upaya tersebut merupakan bagian dari agenda perbaikan tata kelola olahraga nasional, termasuk memperluas kolaborasi internasional, pertukaran pengetahuan, peningkatan standar tata kelola, transparansi, serta pengembangan program pendidikan olahraga.

“Kita ingin menunjukkan bahwa kelas Indonesia adalah kelas internasional. Diplomasi olahraga bukan sekadar hadir di forum dunia, tetapi membangun relasi konkret yang menghasilkan kepercayaan dan membuka peluang kerja sama jangka panjang,” tambah Okto.

Penghargaan Black Belt dan Diamond Pin ini menjadi refleksi bahwa komunikasi dan diplomasi olahraga Indonesia mendapat sambutan positif dari federasi dunia, sekaligus menjadi pengingat pentingnya konsistensi dalam membawa nama Indonesia di panggung internasional. (Knu)

#NOC Indonesia #Raja Sapta Oktohari #Judo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
KBRI Tokyo Jadi Penopang Kontingen Indonesia di Asian Games
Bagi kontingen yang harus menjalani persiapan jauh dari rumah, kehadiran perwakilan Indonesia di negara tuan rumah jadi bagian ekosistem pendukung.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
KBRI Tokyo Jadi Penopang Kontingen Indonesia di Asian Games
Olahraga
Asian Games 2026: Kontingen Indonesia Masuk 'Survival Mode', Hadapi Kendala Operasional
Kontingen Indonesia menghadapi sejumlah kendala operasional di awal Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Todotua Pasaribu menyebut tim dalam “survival mode”.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Asian Games 2026: Kontingen Indonesia Masuk 'Survival Mode', Hadapi Kendala Operasional
Olahraga
Jaga Keselamatan Atlet, NOC Indonesia Kerahkan Dua Safeguarding Officer di Asian Games Aichi-Nagoya
NOC Indonesia menyiapkan Tabitha Sumendap dan Sophia Hage sebagai Safeguarding Officer untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan atlet di Asian Games 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Jaga Keselamatan Atlet, NOC Indonesia Kerahkan Dua Safeguarding Officer di Asian Games Aichi-Nagoya
Olahraga
Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan, 432 Atlet Bersiap Buru Prestasi di Asian Games 2026
Sebanyak 432 atlet Indonesia resmi dikukuhkan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kontingen akan bertanding di 35 cabang olahraga.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Kontingen Indonesia Resmi Dikukuhkan, 432 Atlet Bersiap Buru Prestasi di Asian Games 2026
Olahraga
Aice kembali Dukung Tim Indonesia Emas Menuju Asian Games 2026, 3 Tahun Setia Dampingi Atlet
Aice kini kembali memberikan dukungan bagi 432 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, pada 19 September hingga 4 Oktober.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Aice kembali Dukung Tim Indonesia Emas Menuju Asian Games 2026, 3 Tahun Setia Dampingi Atlet
Olahraga
Erupsi Krakatau Ganggu Penerbangan, Begini Cara Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Asian Games 2026
Erupsi Gunung Krakatau berdampak pada keberangkatan Kontingen Tim Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Erupsi Krakatau Ganggu Penerbangan, Begini Cara Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Asian Games 2026
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Indonesia
CdM Tim Indonesia Ingatkan jangan Sampai Urusan Nonteknis Ganggu Fokus Atlet di Asian Games 2026
Perhatian terhadap persoalan nonteknis diperlukan agar atlet dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada pertandingan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
CdM Tim Indonesia Ingatkan jangan Sampai Urusan Nonteknis Ganggu Fokus Atlet di Asian Games 2026
Olahraga
NOC Indonesia Pastikan Kirim 432 Atlet ke Asian Games Aichi Nagoya
Asian Games Aichi Nagoya mempertandingkan 469 nomor medali dari 43 cabang olahraga dan 71 disiplin, berkurang 12 nomor dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
NOC Indonesia Pastikan Kirim 432 Atlet ke Asian Games Aichi Nagoya
Olahraga
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Pembinaan atlet saat ini harus mempersiapkan kehidupan mereka, baik ketika masih aktif bertanding maupun setelah pensiun dari dunia olahraga.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Jangan cuma Kejar Medali, Atlet Indonesia Didorong Kuliah Bertaraf Global agar Punya Masa Depan
Bagikan