MerahPutih.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) memperkuat diplomasi dan komunikasi internasional sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola olahraga nasional yang berstandar global. Komitmen tersebut mendapat pengakuan dari International Judo Federation (IJF).
Dalam momentum pertemuan internasional, Presiden IJF Marius Vizer secara resmi menganugerahkan Black Belt (Sabuk Hitam Kehormatan) dan Diamond Pin kepada Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari pada acara Judo Gala Paris Grand Slam 2026.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol seremonial, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi, dukungan, serta komitmen dalam pengembangan judo dan penguatan kolaborasi olahraga internasional.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk negara saya, Indonesia,” ujar Okto usai menerima penghargaan, dikutip Senin (9/2).
Baca juga:
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Presiden IJF Marius Vizer menegaskan bahwa Black Belt merupakan salah satu simbol tertinggi dalam judo dan diberikan kepada individu yang mendedikasikan diri dalam mendukung pengembangan judo dalam jangka panjang.
“Kami berharap dapat terus membangun federasi judo yang kuat di Indonesia dan bekerja sama dalam proyek pendidikan serta pengembangan judo di sekolah,” kata Marius Vizer.
Selain Black Belt, penyematan Diamond Pin memiliki makna khusus dalam struktur penghargaan IJF. Penghargaan tersebut diberikan kepada figur yang dianggap sebagai bagian dari keluarga besar IJF dengan tingkat kepercayaan dan pengaruh tinggi dalam mendukung pengembangan olahraga global.
Bagi NOC Indonesia, penghargaan ini menjadi bukti bahwa diplomasi olahraga Indonesia mendapat legitimasi internasional. Indonesia tidak hanya menjadi “jagoan di kandang sendiri”, tetapi juga aktif membangun komunikasi dan kerja sama di tingkat dunia.
Baca juga:
Lewat Dukungan Prabowo, NOC Optimistis Pencak Silat Selangkah Lagi Masuk Olimpiade
Dalam beberapa tahun terakhir, NOC Indonesia memperkuat hubungan dengan berbagai International Federation, International Union Federation, serta organisasi olahraga kawasan seperti Olympic Council of Asia (OCA) dan entitas regional lainnya. Komunikasi proaktif dan konsistensi dalam forum internasional menjadi strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung global.
Upaya tersebut merupakan bagian dari agenda perbaikan tata kelola olahraga nasional, termasuk memperluas kolaborasi internasional, pertukaran pengetahuan, peningkatan standar tata kelola, transparansi, serta pengembangan program pendidikan olahraga.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kelas Indonesia adalah kelas internasional. Diplomasi olahraga bukan sekadar hadir di forum dunia, tetapi membangun relasi konkret yang menghasilkan kepercayaan dan membuka peluang kerja sama jangka panjang,” tambah Okto.
Penghargaan Black Belt dan Diamond Pin ini menjadi refleksi bahwa komunikasi dan diplomasi olahraga Indonesia mendapat sambutan positif dari federasi dunia, sekaligus menjadi pengingat pentingnya konsistensi dalam membawa nama Indonesia di panggung internasional. (Knu)