Simak Nih Curhatan Chester Bennington Soal Kehidupan “Gilanya” Sebelum Gantung Diri

Thomas KukuhThomas Kukuh - Jumat, 21 Juli 2017
Simak Nih Curhatan Chester Bennington Soal Kehidupan “Gilanya” Sebelum Gantung Diri

Chester Bennington dan Mike Shinoda bersama Linkin Park saat perform di London, 3 Juli lalu. (redferns)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kematian tragis vokalis Linkin Park Chester Bennington benar-benar mengguncang dunia. Apalagi, band bergenre alternatif metal dan nu metal yang sempat menggeparkan jagat hiburan pada awal 2000an itu baru saja merilis album terbaru. Ya, “One More Light” adalah album paling anyar dari band asal Agoura Hills, California AS itu. Album tersebut baru dirilis pada 19 Mei lalu. Kini, dunia kehilangan sosok vokalis yang memiliki karakter suara melengking dan power yang sangat kuat itu.

Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar tidurnya di Palos Verdes Estates, Los Angeles, Kamis (20/7), Chester sempat bercerita tentang kehidupan pribadinya dalam sebuah wawancara. Wawancara itu sejatinya ditujukan untuk seputar album terbaru Linkin Park, One More Light. Dalam wawancara itu Chester mengaku mengalami hari-hari yang berat beberapa tahun belakangan.

"Selama tahun 2015, 2016 ada banyak di dalam kehidupan pribadi saya yang hanya menjadi gila," katanya kepada Rock Sound pada bulan Maret.

Dia mengaku telah menghabiskan banyak waktu selama dua tahun untuk berusaha menguasai dunianya bersama-sama orang juga mengalami banyak hal gila di kehidupan pribadinya. “Saya merasa ada kerusakan pada diri saya sebagai manusia,” kata dia.

Namun Chester tak menyerah. Dia terus berusaha bangun untuk menuai hasilnya. “Saya berusaha terbuka dan jujur kepada orang-orang dalam hidup saya. Termasuk dengan teman-teman band. Karenanya saya ingin mencurahkannya dalam musik,” imbuh pria kelahiran 20 Maret, 1976 di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat itu.

Dia pun juga berbicara secara khusus tentang lagu Heavy yang ada di dalam album tersebut. Kata dia, ketika membuka lagu itu dengan mengatakan, ‘Saya tidak menyukai pikiran saya sekarang', itu benar-benar nyata. Menurutnya, itu bukan tempat yang aman baginya kecuali jika dia melakukan apa yang harus dilakukanya. “Yakni, merawat diri saya sendiri, bersikap nyata, terbuka, mengeluarkannya, mengambil semua langkah untuk membuat diri saya utuh,” ujarnya.

Chester pun merasa beruntung memiliki orang-orang dekat dan menjalani program rehabilitasi untuk membuatnya lebih baik. “Nah, kepada mereka yg mengalami masalah seperti saya, tulislah pikiran pikiran burukmu di sebuah kertas dan bakarlah,” ujar Chester.

Namun kini semuanya berubah. Ternyata Chester lebih memilih untuk mengakhiri hidup dengan caranya sendiri. Belum diketahui apa motif gantung diri yang dilakukannya. Dia seolah ingin menyusul sang sahabat Chris Cornell, vokalis Audioslave yang juga tewas gantung diri di rumahnya pada Mei lalu. (mas)

#Chester Bennington #Linkin Park #Bunuh Diri
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Kronologis detik-detik pria berinisial AYA (31) asal Bekasi yang tewas jatuh dari lantai 3 Pondok Indah Mall (PIM) 2, akhirnya dibuka ke publik.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2026
CCTV Mall Ungkap Kronologis Detik-Detik Pria Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Indonesia
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Seorang pria meninggal dunia usai melompat dari lantai 3 salah satu mall di Jakarta Selatan, Minggu (8/3) siang.
Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026
Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 3 Pondok Indah Mall, Pria Misterius Sempat Sekarat hingga Tewas di Rumah Sakit
Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Bagikan