Sikap Politik PDIP Pada Prabowo-Gibran, Megawati: Gue Mainkan Dahulu, Dong

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 26 Mei 2024
Sikap Politik PDIP Pada Prabowo-Gibran, Megawati: Gue Mainkan Dahulu, Dong

Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan secara tertutup pada hari kedua rapat kerja nasional (Rakernas) V PDIP, Sabtu (25/5) (MP/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri belum mengumumkan sikap politik partainya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, dalam pidato penutupan Rakernas V PDIP di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta, Minggu (26/5).

Sikap politik PDIP, tegas Megawati, akan dipikirkan dengan matang dan didasarkan pada pemikiran menjadikan Indonesia lebih baik, berdaulat dan berdikari.

"Sikap politik PDI Perjuangan didasarkan kepada pemikiran mana yang akan membawa bangsa menjadi lebih baik, berdaulat, dan lebih berdiri di atas kaki sendiri. Itulah landasan pilihan sikap, sikap, dan sikap politik kita," kata Megawati.

Putri Proklamator RI Soekarno, itu menyebut sikap politik PDIP tidak akan diputuskan secara terburu-buru sembari menghitung dinamika politik Tanah Air.

Baca juga:

Rakernas PDIP Simpulkan Pemilu 2024 Paling Buruk

"Kalau menit ini saya mengomongkan, kan, harus dihitung secara politik, lho," ujarnya.

Megawati kemudian berkelakar. Ia menyebut sikap politik PDIP sebenarnya hal yang paling ditunggu oleh awak media.

"Enak saja. Ini pasti wartawan yang ditunggu ini, sikap dari Rakernas V," kata Megawati disambut tawa awak media dan para peserta Rakernas V.

Megawati mengaku sudah membaca sebuah surat kabar ternama saat sedang sarapan, yang memberitakan sikap politik PDIP bakal disampaikan saat hari terakhir Rakernas V.

Baca juga:

Hasil Rakernas PDIP Minta Megawati Kembali Jadi Ketum

Namun, ia mengaku tidak serta-merta menuruti narasi media karena Presiden ke-5 RI itu ingin memelihara isu tentang sikap politik PDIP.

"Aku sambil sarapan. Aku bilang, enak saja. Iya, dong. Gue mainkan dahulu, dong," ujar Megawati.

Megawati lantas meminta kepada kader PDIP agar tidak merisaukan sikap politik partai berlogo banteng moncong putih itu terhadap pemerintahan Prabowo-Gibaran.

Ia meminta kader PDIP untuk fokus turun ke masyarakat atau akar rumput menyiapkan semua hal demi memenangkan Pilkada 2024.

"Sudah, lah, turun ke akar rumput untuk persiapan pilkada ini. Digalang. Rakyat dikasih pengetahuan. Jangan enak-enak kamu," pungkasnya. (Pon)

#Rakernas PDIP #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan