Shahrbanoo Sadat akan Buat Film Tentang Afghanistan
Shahrbanoo Sadat. (Foto: THR)
SUTRADAR kenamaan asal Afghanistan, Shahrbanoo Sadat, mengungkap keresahannya bertahan di Kabul, pasca kembali berkuasanya Taliban. Ia sekeluarga dan puluhan ribu orang Afghanistan berusaha mendapatkan akses penerbangan ke luar negeri lewat bandara di kota tersebut.
“Masalah sebenarnya adalah bagaimana menuju ke bandara dan bagaimana menemukan pesawatnya. Pos pemeriksaan pertama di pintu masuk pertama bandara berada di bawah kendali Taliban. Dan ada begitu banyak pos pemeriksaan dalam perjalanan ke bandara,” ungkapnya mengutip The Hollywood Reporter.
Menurutnya, pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban terjadi begitu cepat dan mengejutkan ribuan penduduk. Sebelumnya pada Senin (16/8) waktu setempat, ribuan orang menyerbu landasan pacu mencoba mencari jalan ke pesawat yang akan berangkat. Eksodus itu menyusul jatuhnya Kabul ke tangan Taliban selama akhir pekan. Saat ini kelompok militer ekstremis memegang kendali atas Afghanistan.
Baca juga:
KBRI Kabul Belum Ditutup Meski Ibu Kota Afghanistan Diduduki Taliban
Penguasaan Taliban atas Afghanistan terjadi setelah keputusan pemerintah AS untuk menarik semua pasukan keluar dari Afghanistan setelah 20 tahun, dan jatuhnya banyak kota ke tangan milis Taliban, termasuk Kabul.
“Ini sangat mengejutkan dan kami tidak menyangka ini akan terjadi begitu cepat,” tuturnya.
Situasi krisis semakin jelas ketika akhir pekan lalu, ia pergi ke bank terdekat dan melihat ratusan orang mencoba menarik uang untuk meninggalkan negara tersebut. Sadat sendiri sejak lama telah menyatakan argumennya bahwa kembalinya Taliban akan mengarah pada berbagai pembatasan yang ketat, sebagaimana saat rezim itu berkuasa di akhir dekade 90-an lalu.
Baca juga:
Pada 2016, Sadat memenangkan penghargaan Director’s Fortnight di Festival Film Cannes untuk karyanya yang berjudul Wolf and Sheep. Tiga tahun kemudian, ia kembali di Cannes untuk film The Orphanage. Karya-karya Sadat sebelumnya berfokus pada detail kehidupan sehari-hari penduduk Afghanistan yang tampak disengaja untuk mengalihkan lensa politik dan konflik yang terlalu akrab.
Apa yang terjadi dan ia lihat hari ini di Afghanistan, adalah memori mendalam yang akan memengaruhi karya-karya film berikutnya.
“Saya merasa seperti sedang mengamati, saya menonton ketidakadilan dan sesuatu yang sangat mengerikan. Saya hanya perlu menyimpannya dan memasukkannya ke dalam film nanti. Jika saya selamat dari ini, saya akan membuat film tentang apa yang terjadi,” tutupnya. (and)
Baca juga:
Kembalinya Kekuasaan Taliban di Afghanistan Setelah 20 Tahun
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Netflix Rilis Film Coming of Age 'Surat untuk Masa Mudaku', Tayang 29 Januari 2026
Film 'Aku Sebelum Aku' Siap Tayang di Netflix, Kolaborasi Gina S Noer dan Ringgo Agus Rahman
Intip Sederet Aktor Kawakan yang Turut Memeriahkan Film Terbaru Joko Anwar 'Ghost in Cell'
Joko Anwar Hadirkan Trailer Film 'Ghost in Cell', Satir Penjara Berbalut Horor-Komedi
Film Korea 'My Dad, the Zombie' Mulai Produksi, Sajikan Komedi Keluarga yang Menyentuh
Deretan Film Horor Lokal Siap Teror Bioskop Akhir Januari 2026, Catat Jadwalnya!
Film 'Sadali' Tampilkan Dilema Cinta Jarak Jauh, Adinia Wirasti Comeback ke Layar Lebar
The RIP Netflix: Kisah Polisi dan Uang Haram
HBO Max Manajakan Penonton dengan Film Blockbuster dan K-Drama Eksklusif, Cek Daftarnya
'Godzilla Minus Zero', Film Sekuel Pemenang Oscar Siap Guncang Bioskop November 2026