Sesama Caleg Partai Prabowo Gontok-gontokan di Pleno KPU

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 10 Mei 2019
Sesama Caleg Partai Prabowo Gontok-gontokan di Pleno KPU

Sesama caleg internal Partai Gerindra, Hamka Hasim melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan sesama caleg nomor urut 1 Wahda Zainal Imam di pleno rekapitulasi penghitungan suara KPU Malut (ANT/Abdul

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Peristiwa unik terjadi saat KPU Maluku Utara (Malut) menggelar pleno rekapitulasi hasil pemilu 2019. Proses perhitungan diwarnai protes sesama kader Gerindra melaporkan kecurangan yang terjadi untuk mendulang suara tertinggi di partai.

Kejadian gontok-gontokan antara sesama caleg partai besutan Prabowo Subianto itu berawal ketika Komisioner KPU Malut, Buchari Mahmud memimpin pleno rekapitulasi untuk KPU Kota Ternate di Daffam Hotel, Jumat (10/5).

Caleg Partai Gerindra Dapil I Ternate-Halbar, Hamka Hasim yang hadir langsung memprotes hasil pleno rekapitulasi KPU Kota Ternate, karena terjadi kecurangan cukup signifikan dilakukan sesama caleg Partai Gerindra.

gerindra
Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto. (NET)

Pleno yang dipimpin Buchari itu tidak menanggapi permintaan Hamka Hasim, sehingga dia langsung mencoba mengejar Komisioner KPU Malut. Beruntung akasi Hamka dapat dihadang anggota kepolisian yang ditugaskan dalam pleno, sebagaimana dilaporkan Antara.

Ketika dihubungi, Hamka menyatakan banyak kecurangan terjadi di internal Partai Gerindra, karena suara yang dimilikinya untuk Kecamatan Kota Ternate Selatan dan Tengah dikurangi oleh caleg nomor urut 1 Wahda Zainal Imam, akibatnya suara yang dimilikinya di atas 500 suara hilang.

BACA JUGA: Hasil Survei Elektabilitas Gerindra Nyungsep Gara-Gara Hoaks

Menurut Hamka, dari data form C1 di PPK kecamatan Ternate Tengah dan Selatan, suaranya telah dikurangi sebanyak 80 suara, sedangkan Wahda Zainal Imam yang juga Ketua DPD Gerindra Malut digelembungkan menjadi 128 suara.

Begitu pula di Ternate Tengah, suara Hamka dikurangi 35 suara dan suara Wahda Zainal Imam naik menjadi 69 suara, sehingga suaranya berada di posisi kedua di Partai Gerindra dan tidak lolos mendapatkan satu kursi.

Berdasarkan pleno KPU hasil DPRD Provinsi, Partai Gerindra berhasil meraih suara 9663 suara dan berhak memiliki satu kursi dari 12 kursi di Dapil 1 Ternate-Halmahera Barat. Dalam pleno itu, caleg nomor urut 1 Partai Gerindra Wahda Zainal Imam meraih 3.645 suara dan caleg nomor urut 11 Hamka Hasim meraih 3.171 suara. (*)

#Gerindra #Pemilu 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Indonesia
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Dasco mengatakan Gerindra tidak hanya mencermati survei SMRC, tetapi juga hasil survei dari lembaga lain yang dipublikasikan ke publik.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Indonesia
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Prabowo selama ini selalu memberikan Gibran ruang untuk bekerja.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Gerindra Sebut Presiden Prabowo dan Gibran Saling Melengkapi, Jangan Dramatisasi
Indonesia
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Ketua DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada instruksi kepada kader partainya untuk membangun atau menguasai SPPG maupun dapur program MBG.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Prasetyo Hadi: Tidak Ada Instruksi Gerindra untuk Menguasai Dapur MBG atau SPPG
Indonesia
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Pertemuan tatap muka memiliki nilai diplomatik yang jauh lebih besar ketimbang komunikasi jarak jauh.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Gerindra Balas Dino Patti Djalal, Diplomasi Presiden tak Bisa cuma lewat Zoom
Bagikan