Sering Terjadi Tawuran, Wali Kota Jaktim akan Cabut KJP dan Bantuan Sosial
Ilustrasi Rekaman kamera pengawas aksi tawuran remaja di Lubang Buaya. Foto: ANTARA
MerahPutih.com - Aksi tawuran yang melibatkan pelajar dan kelompok masyarakat masih sering terjadi di wilayah Jakarta Timur. Tindakan tidak terpuji ini menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur.
Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah tegas untuk menindak hal tersebut. Kebijakan yang diambil adalah mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan bantuan sosial bagi pelaku tawuran.
"Bagi pelaku tawuran, KJP dan Bansos akan dicabut serta KTP-nya di-blacklist. Ini agar efek jera," kata Anwar di Jakarta dikutip Rabu (17/7).
Anwar mengaku sangat prihatin dengan maraknya tawuran yang terjadi belakangan ini. Hal itu meningat kejadian seorang anggota Polsek Duren Sawit, yang menjadi korban pembacokan saat melerai aksi tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai Klender, Minggu (14/7) dini hari.
Baca juga:
PSI Minta Pemprov DKI Cabut Kartu Jakarta Lansia Keluarga yang Ikut Tawuran
"Aksi tawuran ini, selain menimbulkan korban juga sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan warga. Karena itu, harus dicegah sedini mungkin," papar Anwar.
Ia pun meminta anggota FKDM untuk meningkatkan melakukan pencegahan dini. Misalnya, jika menemukan informasi tawuran, maka segera sampaikan ke Babinsa atau Bimaspol. Kemudian, aparatur kelurahan dan kecamatan agar dapat segera mencegah aksi anarkis tersebut.
"Kalau sampai terjadi tawuran, maka itu berarti sistem deteksi dini FKDM lemah," pungkasnya. (Asp)
Baca juga:
Cegah Tawuran, DPRD DKI Minta Penanganan Konflik di Akar Rumpur Diperkuat
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Viral Dituduh Jual Es Gabus dari Spons, Polisi Pastikan Dagangan Suderajat Aman
Aksi Tawuran Dengan Bawa Parang Digagalkan Polisi, 7 Pemuda Diamanankan
TPS Rusunawa PIK 2 Ditutup untuk RTH, Penghuni Buang Sampah Harus ke Rawa Terate
Tawuran Berulang di Manggarai, Pramono Anung: Ada yang Sengaja Memicu
Kabar Gembira! Dana Tunggu Korban Banjir Sumatera Rp 600 Ribu Per Bulan Segera Cair
Mendagri Tito Ungkap Bantuan 30 Ton di Medan Ternyata Bukan dari Pemerintah UEA
Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Terpusat di Gedung C2, 350 Kios Habis Terbakar
Tidak Ada Korban Jiwa Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Kapolres: Semua Sehat
Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Berawal dari Plastik, Saksi Mata Dengar Ledakan
16 Mobil Pemadam Diterjunkan ke Pasar Induk Kramat Jati, Statusnya Masih Merah