MerahPutih.com - Sebagai partai politik baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berhasil mencuri perhatian publik. Berbagai pertanyaan pun kerap muncul, utamanya terkait sumber dana untuk menjalankan roda organisasi partai.
Seperti diketahui, sebagian besar partai politik di Indonesia bergantung pada pemilik modal. Namun, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas menegaskan partai yang berdiri sekitar tiga tahun lalu ini tidak bergantung pada pemilik modal.
Dalam wawancara khusus dengan wartawan Merahputih.com Ponco Sulaksono, di bilangan Buncit, Jakarta Selatan, Minggu (16/7), Sammy sapaan akrabnya menyebut PSI akan lebih mengutamakan kepentingan rakyat. Karena itu, PSI tak ingin bergantung kepada pemodal.
"Gagasan yang kita tawarkan itu, kita enggak punya kepentingan (dengan pemodal mana pun)," kata Sammy.
Meski partai baru, PSI menjamin bahwa kader-kadernya merupakan anak-anak bangsa yang punya idealisme untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik.
"(Partai) kita ini enggak punya kepentingan apa pun. Sebagai partai baru di dunia perpolitikan tanah air, PSI enggak punya kepentingan di belakang. PSI juga enggak akan melindungi bisnis siapa pun karena tidak berafiliasi dengan pemilik modal mana pun," kata perempuan berusia 21 tahun ini.
Sammy pun menyebut, ketika calon legislatif (caleg) bergantung kepada para pemilik modal dalam proses menuju kursi DPR, maka ketika terpilih akan membuat mereka berutang budi pada pemodal.
"Permasalahannya adalah ketika rakyat memilih wakilnya, wakil rakyatnya bagus, tapi ketika masuk ke DPR gak mewakili rakyat," tandasnya.
Karena itu, kata Sammy, untuk menghindari caleg yang berpotensi melakukan korupsi dan menghindari kepentingan pemodal, maka PSI akan melakukan penggalangan dana dari masyarakat.
Menurutnya, dengan cara tersebut maka caleg dituntut untuk lebih memperjuangkan aspirasi pemilihnya.
"Nah, kita ingin buat fundraising (penggalangan dana), di mana rakyat bisa menyumbang. Dengan rakyat menyumbang otomatis caleg kita dipaksa untuk berkualitas, karena kita minta suara orang aja susah, lho. Apalagi minta duit orang, 'kan, berarti kita harus punya visi dan misi bagus dan program kerja yang bagus," kata mahasiswa semester VI Universitas Paramadina ini. (Pon)
Baca berita terkait Partai Solidaritas Indonesia lainnya di: Tsamara Amany: Kaum Muda Harus Rebut Posisi Politisi Korup