Serba Unik, Mengenal 4 Tradisi Lamaran Adat Khas Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Februari 2020
Serba Unik, Mengenal 4 Tradisi Lamaran Adat Khas Indonesia

Tradisi lamran adat di 4 daerah wisata prioritas Indonesia (Foto: Pixabay/Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HARI valentine bisa menjadi momen yang tepat bagi sepasang kekasih untuk menyatakan komitmen dan melangkah ke tahap hubungan yang lebih serius, yakni pernikahan. Sebelum melanjutkan ke tahap pernikahan, kebanyakan orang Indonesia melangsungkan acara lamaran terlebih dahulu.

Berbicara tentang lamaran, saat ini banyak sekali orang yang memilih untuk melakukan prosesi lamaran dengan konsep yang lebih simpel, seperti rombongan keluarga laki-laki mendatangi rumah pihak perempuan dan bertemu bersama keluarga perempuan.

Baca juga:

Mengenal 4 Tradisi Suku Minahasa yang Sangat Ikonik

Memang sah-sah saja jika kamu dan pasangan memilih konsep yang lebih simpel untuk prosesi lamaran. Namun, tidak ada salahnya juga untuk menyisipkan atau mengikuti tradisi lamaran sesuai dengan adat daerah dari setiap pasangan. Mau tahu bagaimana tradisi lamaran adat dibeberapa daerah Indonesia? Yuk simak!

Medan, Sumatera Utara

Proses lamaran dalam adat Batak disebut sebagai marhusip. Adat ini memiliki tradisi dimana keluarga besar dari pihak laki-laki membawa hantaran berupa pinahan lobu atau daging babi. Jika keluarga dari pasangan tidak memakan daging babi, kamu bisa menggantikannya dengan daging sapi.

Sementara itu, keluarga dari pihak perempuan bisa menyediakan dekke atau ikan mas arsik yang menandakan siap menerima kedatangan dari keluarga besar laki-laki. Selama proses lamaran, kedua keluarga besar akan duduk saling berhadapan dimana perempuan yang hendak dilamar akan menunggu di ruangan lain.

Jika lamaran telah diterima dari pihak keluarga perempuan, perempuan yang telah dilamar baru boleh keluar untuk menemui laki-laki yang melamarnya. Setelah itu, pria yang melamar memberikan uang ingot-ingot yang diletakkan di atas beras sebagai tanda pengingat untuk pesta adat berikutnya.

Likupang, Sulawesi Utara

View this post on Instagram

Tamang-tamang mari lia informasih ini dolo. Suku Ambon di Maluku memiliki suatu tradisi pra-nikah yang disebut Maso Minta atau Masuk Minta. Secara harafiah, yaitu keluarga pria datang bertamu di kediaman keluarga perempuan (maso) dengan maksud untuk meminta kesediaan perempuan untuk dipinang (minta), dan sekaligus meminta keluarga perempuan untuk meluluskan keinginan tersebut. Pada pertemuan ini, kedua keluarga diwakili seorang juru bicara yang akan mendiskusikan niat kedua calon mempelai untuk menikah, termasuk menentukan tanggal pernikahan. Nah, hampir semua peradaban menempatkan pernikahan sebagai simbol kebudayaan. Dengan demikian manusia bisa hidup berpasangan dan dipertalikan dalam simbol budaya, sehingga manusia menjadikan dirinya lebih beradab dan bermartabat. #samaragam #harmonikawulamuda #budayasaya #budayaindonesia #bebasberbudaya #indonesianculture #festivalbudaya #festivalmusik #wonderfulindonesia #indonesianculture #pancasila #bhinekatunggalika #karyaanakbangsa #ilkomakreditasia #ilkombakriebeda #ilkombakrieakreditasia #bakrie_u #kelaskaryawanbakrie_u #brandactivation #universitasbakrie #masominta #budayaambon #ambon #maluku

A post shared by SAMARAGAM: Harmoni Kawula Muda (@_samaragam) on

Likupang merupakan salah satu daerah yang terletak di Minahasa, Sulawesi Utara. Suku Minahasa ini juga memiliki tradisi dalam acara lamaran yang disebut upacara maso minta. Upacara ini diawali dengan pihak laki-laki yang melamar melakukan toki pintu yang artinya mengetuk pintu kediaman pihak perempuan sebanyak tiga kali.

Setelah mengetuk pintu sebanyak tiga kali, keluarga dari perempuan baru boleh membukakan pintu namun perempuan yang dilamar belum diperbolehkan untuk bertemu laki-laki yang melamarnya. Agar bisa bertemu dengan perempuan yang ingin dilamarnya, laki-laki yang melamar harus meminta untuk bertemu mempelai peremuan sebanyak tiga kali.

Setelah bertemu, akan ada sesi dimana perwakilah pihak perempuan dan pria melakukan tawar-menawar mengenai hantaran yang disesuaikaan dengan calon perempuan yang biasanya terdiri dari kain tenun khas Minahasa atau bentenan, perhiasan, busana dan kosmetik serta makanan khas Manado.

Baca juga:

Manis dan Hangat Tradisi Minum Teh Khas Nusantara

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Saat ini, Labuan Bajo menjadi salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur, lebih tepatnya di Pulau Flores bagian barat ini juga memiliki tradisi sendiri dalam menjalakan prosesi lamaran.

Setelah pihak laki-laki mengabarkan pihak perempuan bahwa mereka akan datang untuk melamar, biasanya kedua belah pihak akan memiliki juru bicara yang memiliki tugas untuk mendiskusikan maksud dan tujuan pertemuan tersebut.

Jika telah mendapatkan kesepakatan bersama untuk lanjut pada proses berikutnya, biasanya pihak laki-laki akan membawa minuman keras (tuak) dan beberapa ekor ayam. Setelah itu, ketika pihak perempuan menerima lamaran tersebut, biasanya pihak laki-laki akan membawa buah-buahan dan hantaran berupa kuda, gading gajah ataupun emas dan uang serta cincin untuk meresmikan acara lamaran tersebut.

Mandalika, Nusa Tenggara Barat

Terletak di kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Mandalika memiliki tradisi lamara yang berbeda dari daerah lainnya. Daerah yang memiliki Suku Sasak ini memiliki tradisi dimana laki-laki yang hendak melamar akan menculik perempuan yang ingin dilamarnya dan ditempatkan di rumah keluarga laki-laki.

Setelah menculik perempuan yang ingin dilamarnya, keluarga laki-laki akan mendatangi keluarga perempuan untuk memberitahukan bahwa anak perempuannya ada di rumah mereka.

Dari situlah kedua belah pihak keluarga akan tawar menawar perihal mahar dan biaya pernikahan. Mahar akan jauh lebih besar jika kedua pasangan tersebut berbeda kasta. (Bel)

Baca juga:

Aura Mistis dan Makna Mendalam dalam Karakter Barong Bali

#Valentine #Hari Valentine #Tradisi #Lamaran Nikah #Indonesia #Kota Medan #Mandalika #Labuan Bajo #Likupang #Pernikahan Adat #Masyarakat Adat
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Sidharto Ditunjuk Wakili RI Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Janjikan Kepemimpinan Inklusif
Indonesia menegaskan komitmen untuk mendorong tata kelola HAM global yang lebih dialogis, konstruktif, dan berlandaskan kerja sama multilateral.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Sidharto Ditunjuk Wakili RI Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Janjikan Kepemimpinan Inklusif
Indonesia
Indonesia Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Ini Tugas & Kewenangannya
Indonesia ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB dalam organizational meeting pertama Dewan HAM PBB tahun 2026 di Jenewa
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Indonesia Resmi Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Ini Tugas & Kewenangannya
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Permintaan Spanyol Dikabulkan, Pencarian Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo Diperpanjang
Akhirnya disepakati operasi pencarian korban kapal KM Putri Sakinah di kawasan Labuan Bajo diperpanjang hingga Jumat (9/1) besok
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Permintaan Spanyol Dikabulkan, Pencarian Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo Diperpanjang
Indonesia
Insiden Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo Buka 'Borok' Pengelolaan Pelayaran di Indonesia
Kecelakaan tersebut menunjukkan status laik laut kapal kerap bersifat administratif dan belum disertai pengawasan teknis yang memadai.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Insiden Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo Buka 'Borok' Pengelolaan Pelayaran di Indonesia
Indonesia
DPR Desak Investigasi Detail Terkait Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo
DPR menunggu laporan resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
DPR Desak Investigasi Detail Terkait Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo
Indonesia
Kapal Wisata di Labuan Bajo Dilarang Berlayar Sampai Pergantian Tahun
Kemenpar meminta seluruh pelaku usaha hingga wisatawan untuk mengikuti aturan tersebut. Ia mewanti-wanti soal sanksi yang berlaku jika keputusan itu dilanggar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Kapal Wisata di Labuan Bajo Dilarang Berlayar Sampai Pergantian Tahun
Indonesia
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Labuan Bajo, Diduga Putri Pelatih Valencia yang Hilang
Jenazah perempuan ditemukan mengambang di Labuan Bajo. Jasad itu diduga merupakan putri pelatih Valencia yang hilang.
Soffi Amira - Senin, 29 Desember 2025
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengambang di Labuan Bajo, Diduga Putri Pelatih Valencia yang Hilang
Indonesia
4 WNA Spanyol Belum Ditemukan, Pencarian Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Diperluas
Pencarian korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo kini diperluas. Sebanyak empat WNA Spanyol belum ditemukan hingga saat ini.
Soffi Amira - Minggu, 28 Desember 2025
4 WNA Spanyol Belum Ditemukan, Pencarian Korban KM Putri Sakinah di Labuan Bajo Diperluas
Indonesia
Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, diduga akibat gelombang tinggi. Tim SAR masih mencari empat wisatawan asal Spanyol.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Bagikan