Seorang Menteri Greenland Sambut Baik Ambisi Donald Trump Kuasai Wilayah itu, Perjuangkan Kebutuhan Mineral

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 15 Januari 2025
Seorang Menteri Greenland Sambut Baik Ambisi Donald Trump Kuasai Wilayah itu, Perjuangkan Kebutuhan Mineral

Denmark tegaskan nasib Greenland ada di tangan rakyatnya.(foto: pexels-mikhail-nilov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Seorang menteri pemerintah Greenland mengatakan bahwa dia memandang minat Donald Trump terhadap wilayah tersebut sebagai hal yang positif. Menteri tersebut juga menegaskan bahwa ambisi Trump itu sekaligus menjadi peringatan untuk Kopenhagen setelah bertahun-tahun gagal menanggapi tuntutannya untuk mengambil tindakan terhadap mineral dan dugaan pelanggaran oleh Denmark.

Ia adalah Naaja Nathanielsen, menteri perumahan, infrastruktur, mineral, keadilan, dan kesetaraan gender Greenland. Ia mengatakan pemerintah telah berupaya untuk menarik minat dalam kerja sama dengan UE dan AS selama bertahun-tahun, tetapi baru sekarang mendapatkan perhatian yang selama ini dicarinya.

“Kami telah berupaya untuk mendapatkan lebih banyak keterlibatan dari UE dan Amerika Serikat selama bertahun-tahun, jadi saya rasa ini sampai batas tertentu, saya akan katakan dengan sedikit keraguan, adalah jenis perhatian yang kami cari," kata Nathanielsen, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (15/1).

Komentarnya muncul setelah Perdana Menteri Denmark Múte Egede pada hari Senin mengatakan Greenland telah memulai dialog dengan AS dan berusaha untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump. Ia mengatakan negaranya terbuka untuk hubungan yang lebih erat dengan AS dan membuka pintunya dalam hal pertambangan.

Baca juga:

Soal Rencana Donald Trump, Greenland Siap Bekerja Sama

Namun, Egede tidak mengatakan bahwa dia akan terbuka terhadap pengambilalihan wilayah otonomi tersebut oleh AS setelah presiden terpilih AS tersebut membunyikan alarm minggu lalu ketika dia menolak mengesampingkan intervensi militer untuk menguasai Greenland.

Selain itu, menurut Nathanielsen, media Denmark menunjukkan sedikit minat untuk berbicara dengannya tentang mineral atau skandal kontrasepsi paksa. Ia menegaskan setidaknya 4.500 anak perempuan dan perempuan diyakini telah dipasangi alat kontrasepsi secara paksa tanpa persetujuan atau sepengetahuan mereka di tangan dokter Denmark antara tahun 1966 dan 1970 dalam upaya untuk mengurangi populasi.

“Dalam kehidupan sehari-hari saya sebagai menteri sumber daya alam di Greenland, saya mendapat banyak perhatian dari pers asing. Saya jarang berbicara dengan pers Denmark,” tutupnya. (ikh)

#Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Dunia
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah mengunggah sebuah peta yang menggambarkan Islandia dan sejumlah wilayah lain berada di bawah bendera AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 10 September 2026
Trump Kembali Bikin Geger, Islandia Protes Peta yang Gambarkan Wilayahnya Milik AS
Bagikan