Parenting

Sempatkan Waktu untuk Mendongengkan Anak dan Rasakan Manfaatnya

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 28 Januari 2019
Sempatkan Waktu untuk Mendongengkan Anak dan Rasakan Manfaatnya

Mendongeng pada anak akan selalu mereka kenang. (Foto: Pixabay/zilaseger)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DONGENG sebelum tidur rasanya sudah sangat jarang lalu di kuping sang buah hati. Apalagi mereka yang tumbuh besar bersama orang tua di kota besar. Rasa capek acap kali menjadi alasan untuk tidak mendongengkan anak.

Tapi, tahukah kamu bahwa kebiasaan mendongengkan anak sebelum ternyata berdampak besar bagi tumbuh kembang anak, baik dari segi kecerdasan intelektual maupun emosional.

1. Mengembangkan Imajinasi Anak

Ketika sang buah hati berimajinasi. (Pixabay/picel2013)
Ketika sang buah hati berimajinasi. (Foto: Pixabay/picel2013)

Dikutip dari kompas.com, Efnie, psikolog anak menyatakan bahwa anak berusia 3 sampai 7 tahun cenderung memiliki dunia mereka sendiri. Nah, dengan terbiasa membacakan dongeng pengantar tidur setiap malam, kamu secara tidak langsung telah menstimulus perkembangan daya imajinasi yang positif dan efektif pada buah hati.

Lalu, apa manfaatnya jika si kecil memiliki imajinasi yang kuat? Ia akan lebih aktif dan efektif dalam mengkritisi hal-hal disekitarnya karena daya visualisasi otaknya telah dilatih sejak dini melalui penggambaran tokoh dan kejadian di dunia dongeng. Mengejutkan, bukan?

2. Meningkatkan Kemampuan Verbal

Meningkatkan Kemampuan Verbal. (Pixabay/Free-Photos)
Meningkatkan Kemampuan Verbal. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Jarang yang mengetahui bahwa salah satu manfaat membacakan dongeng bagi anak adalah meningkatnya perbendaharaan kata si kecil sehingga ia bisa berkomunikasi dengan lebih efektif. Terlebih lagi bagi kamu yang memiliki buah hati yang belum lancar bertutur kata.

Seperti dilansir Go-Dok, mendongeng setiap malam terbukti dapat menstimulus otak anak untuk merespon setiap unit wicara yang digunakan, mulai dari intonasi, struktur kalimat, hingga makna pragmatis tuturan.

3. Membangun Karakter Anak

Membangun Karakter Anak. (Pixalbay/Bess-Hamiti)
Membangun Karakter Anak. (Foto: Pixalbay/Bess-Hamiti)

Pada buku dongeng, biasanya terselip budi pekerti dan nilai moral yang dapat diambil. Oleh karena itu, daripada ngomel-ngomel dengan tujuan agar anak berkelakuan baik, kamu lebih baik mulai membiasakan diri untuk membacakan dongeng setiap malam hari.

Kenapa? Menurut Efnie, nilai positif yang diterapkan secara sukarela bersifat lebih efektif dibandingkan dengan nilai yang dipaksakan. Dengan menyimak dongeng yang Anda bacakan, buah hati dapat berfikir secara mandiri dalam memutuskan mana perilaku yang boleh dilakukan dan mana yang tidak. Hebat, bukan?

4. Membangun Ikatan Emosional

Membangun Ikatan Emosional. (Pixabay/edsavi30)
Membangun Ikatan Emosional. (Foto: Pixabay/edsavi30)

Tahukah unda, bahwa momen dimana bunda membacakan dongeng untuk anak dapat menjadi kenangan yang buah hati kenang hingga ia dewasa nanti? Fragmen-fragmen kenangan inilah yang membuat hubungan kamu dengan si kecil semakin dekat, tanpa peduli seberapa dewasa ia kelak.

Selain itu, emosi dan afeksi yang kamu berikan setiap kali mengajak si kecil menyelami dunia khayalan akan turut membentuk kepribadian anak sehingga ia akan tumbuh menjadi sosok penyayang. (zaim)

Baca Juga: Najwa Shihab Kerap Bacakan Dongeng Sebelum Tidur Bagi Buah Hati

#Dongeng #Anak #Anak-anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Bagikan