Selisik Surganya Kuliner Nusantara di Kampoeng Tempo Doeloe JF3

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Rabu, 05 Oktober 2022
Selisik Surganya Kuliner Nusantara di Kampoeng Tempo Doeloe JF3

Miss Grand Singapore 2022 antusia mencicipi Sate Padang Takana Juo di Kampoeng Tempo Doeloe. (Foto: MP/Ronggo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:


SEPASANG muda-mudi sama-sama sibuk di area depan panggung Kampoeng Tempo Doeloe (KTD). Lelaki berkemeja batik dominasi warna hitam sibuk membebek tiap lirik nan mengambul dari mulut Arina Ephipania sang vokalis Mocca. Sementara, perempuan berkerudung krem di sebelahnya sibuk mengabadikan penampilan band asal Bandung nan seluruhnya mengenakan batik.

Baca juga:

Rancangan Tanpa Batas Pelajar INIFD Warnai Gelaran JF3

Keduanya sama-sama larut meski tampak lebih moncer sang lelaki bertubuh gempal itu kala ikut menyanyikan lagu-lagu andalan Mocca, seperti Teman Sejati, Lucky Man, The Best Thing, Friends, I Remember, Aku dan Kamu, Secret Admirer, You Don't Even Know Me, dan lainnya.

Perempuan itu bukannya tak ikut larut seperti berjubel penonton lainnya nan memadati area depan KTD, tetapi sedari tadi tangannya sibuk bergantian memegang ponsel guna mengabadikan aksi panggung Mocca sementara tangan satunya harus memegang kantung berisi lebih dari satu kardus Bakpia Kukus Tugu Jogja.

KTD
Seorang penggemar Mocca sibuk mengabadikan momen band favoritnya di panggung KTD. (Foto: MP/Ronggo)

"Mumpung ada di sini (KTD, red). Kan mahal ongkosnya kalau harus ke Yogyakarta dulu," kata Ayu Pratiwi nan sengaja datang jauh dari Bintaro Jaya untuk menemani lelaki di sampingnya menonton penampilan Mocca sekaligus membawa buah tangan oleh-oleh khas Yogyakarta di KTD, (1/10).

Meski Ayu terkadang harus menukar beban kantung di tangannya dari kiri ke kanan lantaran pegal, Febri sang lelaki di samping tetap bergeming lantaran fokus meningkahi seluruh lagu Mocca. Ia serta para penonton lainnya memang tampak lebih banyak mengenakan batik dengan pelbagai warna dan corak.

"Kenapa kami pakai Batik, karena besok Hari Batik Nasiona," kata Arina Ephipania sebelum meminta foto bersama para penonton serta setelahnya membawakan lagu terakhir.

Penampilan Mocca malam itu begitu prima meski tidak mengikutkan brass section seperti biasanya mentas di panggung besar. Tak hanya para penggemarnya seperti Febri, para pengunjung KTD dari pelbagai umur juga terhibur. Bahkan terlihat seorang ibu muda mengajak anak lelakinya berdansa di lagu On The Night Like This meski jauh dari panggung.

KTD
Antrean di depan penjual Asinan dan Rujak Juhi di KTD. (Foto: MP/Ronggo)

Setelah Mocca turun panggung, Febri dan Ayu memutuskan mundur dari bagian depan panggung lalu langkahnya terhenti di depan gerobak Es Cendol & Cincau Durian Tempo Doeloe. Mereka kompak memesan Es Cendol sebagai pelepas dahaga usai bernyanyi tanpa henti.

Di samping penjaja Es Cendol, antrean pengunjung tampak mengular. Mereka rela bergantian di antrean padahal kebanyakan membeli kerupuk mi dengan siraman sambal kacang di penjual Asinan dan Rujak Juhi. Ayu mulanya ingin sekali merasakan kerenyahan kerupuk dengan sambal kacang, namun panjangnya orang berjajar mengantre membuatnya lempar handuk putih alias menyerah.

Keduanya memutuskan membeli Sate Padang Takana Juo satu porsi untuk berdua. "Puas banget bisa nonton Mocca sambil jajan begini," kata Febri nan menembus berkilo jarak dari tempat tinggalnya di daerah Ciputat, Tangerang Selatan, ke Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara demi bisa menonton band favoritnya.

Lantaran 'Malam Minggu', kondisi KTD memang terlihat padat pengunjung. Banyak para pengujung tak kebagian kursi sehingga harus menunggu atau beberapa tak sabar terpaksa makan berdiri. Di beberapa gerai bahkan antrean tak pernah surut. Tak jauh dari Sate Padang Takana Juo, gerai Ragusa Express, Serabi Notosuman, dan Pisang Goreng Madu Bu Nanik begitu ramai antrean.

JF3
Semua tentang durian bagi Emilbiany pasti enak. (Foto: MP/Ronggo)

"Saya tetap ikut turun. Melayani pembeli itu menyenangkan. Dari dulu kayak gitu enggak berubah," kata Nanik Soelistiawati kepada Merahputih.com. Pemilik Pisang Goreng Madu Bu Nanik tersebut tak sungkan membantu para pegawainya melayani pembeli nan tak henti-hentinya berdatangan.

Pisang Goreng Madu Bu Nanik, sambungnya, ingin ikut meramaikan KTD karena selain bisa membuat banyak orang bisa menikmati aneka gorengan tak hanya pisang goreng, sebab ada tahu dan cempedak, juga sebagai ajang promosi.

Baca juga:

Lakon Store Gambarkan Jakarta Melalui Koleksinya di JF3 Fashion Festival

Memang tak salah langkahnya turut ambil bagian di KTD, sebab malam setelahnya Miss Grand Singapore 2022 Emilbiany Nenggal Intong menyempatkan mampir ke gerainya padahal siangnya baru saja tiba di Jakarta.

"Hemmm, enak!" katanya Emilbiany Nenggal Intong sambil mengunyah sampai terpejam mata. "Ide menarik utuk menggoreng pisang semacam ini".

"Harus coba tahu goreng juga nanti," sahut Nanik Soelistiawati, pemilik Pisang Goreng Madu Bu Nanik kepada Emilbiany.

"Ya, pasti".

JF3
Emilbiany dan Nanik berfoto di depan gerai Pisang Goreng Madu Bu Nanik. (Foto: MP/Ronggo)

Mereka lantas berbincang singkat. Nanik sempat memperlihatkan video para pesohor Indonesia begitu terlena menikmati pisang goreng miliknya.

Tak sebatas pisang goreng madu, perempuan dengan rambut digelung mengenakan anting mutiara tersebut berlanjut berwisata lidah di KTD dengan mengunjungi aneka tenant.

Emilbiany lantas berhenti di depan gerobak Sate Padang Takana Juo lantaran penasaran dengan harumnya asap hasil bakaran sate. Begitu mencoba setusuk sate bercampur bumbu berempah warna kuning tersebut, ia terkejut dengan kelezatan kekayaan rempah pada bumbu.

KTD memberi bukti kalau kuliner khas daerah di Indonesia memiliki cita rasa nan bisa melekat di hati tak hanya orang Indonesia. Berlangsung mulai tanggal 9 September hingga 9 Oktober 2022, KTD menghadirkan lebih dari 500 menu makanan dari 70 tenant terkurasi dari berbagai daerah nan menjadi pusat kuliner Tanah Air, seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.

KTD
Miss Grand Singapore 2022 antusia mencicipi Bakso Sarkid di Kampoeng Tempo Doeloe. (Foto: MP/Ronggo)

“Tahun ini KTD hadir mendekatkan jarak antara kita dengan makanan-makanan legendaris Indonesia nan biasanya hanya ada di kota-kota tertentu. Ragam kuliner di JF3 ini juga mewakili cerita dan sejarah bangsa, nan tercipta karena adanya persilangan budaya, dan juga adat istiadat setempat," kata Chairman JF3 Soegianto Nagaria.

Selaras dengan gerakan sustainability diusung JF3 tahun ini, sambung Soegianto, KTD mengajak seluruh pihak untuk terus mengenal, menikmati, mencintai, dan mendukung keberlangsungan warisan kuliner Nusantara hingga lintas generasi.

Di samping kuliner, di panggung KTD selain ada Mocca, sebelumnya ada pula Vira Talisa, Juicy Lucy, dan penampilan spesial JKT48 pada Sabtu, 8 Oktober 2022 mendatang. (*)

Baca juga:

Bonge, dari Citayam Fashion Week Pindah ke JF3

#Kuliner
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
CasaLena Jakarta memperkenalkan menu lunch dan dinner terbaru mulai 1 Desember 2025, menghadirkan pengalaman kuliner Latin American Grill yang lebih fokus dan premium.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
ShowBiz
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Video yang dihapus itu berisi permintaan maaf Chef Paik terkait dengan isu pelanggaran label asal produk, iklan menyesatkan, serta tuduhan penyalahgunaan siaran.
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Indonesia
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
ni merupakan perdana bakso Solo buka setelah tutup sejak Senin (3/11).
Dwi Astarini - Jumat, 07 November 2025
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Kuliner
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Gastrodiplomacy merupakan strategi kebudayaan dan ekonomi yang memperkenalkan identitas bangsa melalui cita rasa.
Wisnu Cipto - Sabtu, 01 November 2025
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand
Kuliner
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Hidangan fusion Korea yang disajikan dibuat dari bahan-bahan terbaik dari seluruh Korea
Dwi Astarini - Kamis, 30 Oktober 2025
Jamuan ala ‘Bon Appetit, Your Majesty’ di KTT APEC, Menu Khas Korea dengan Sentuhan Modern dan Kemewahan
Kuliner
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Bakso Boedjangan menghadirkan inovasi terbaru kuah keju.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Oktober 2025
Kuah Keju Sensasi Inovasi Baru Menikmati Bakso Tradisional
Kuliner
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Tahun ini, Jakarta Coffe Week memasuki usia satu dekade, menunjukkan aksi progresif.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Jakarta Coffe Week 2025 'A Decade of Passion' Siap Digelar 31 Oktober - 2 November, Etalase Kopi Tanah Air
Lifestyle
Makanan Khas Demak yang Unik dan Wajib Dicoba, 10 Rekomendasi Terlezat!
Sedang liburan ke Kota Wali? Jangan lewatkan 10 makanan khas Demak yang legendaris dan menggugah selera dari Caos Dhahar Lorogendhing hingga Mangut Kepala Manyung.
ImanK - Sabtu, 25 Oktober 2025
Makanan Khas Demak yang Unik dan Wajib Dicoba, 10 Rekomendasi Terlezat!
Lifestyle
10 Kuliner Khas Kudus yang Wajib Dicoba, dari Soto Kerbau hingga Gethuk Nyimut
Yuk jelajahi 10 kuliner khas Kudus yang paling terkenal! Mulai dari soto kerbau legendaris, nasi pindang, hingga gethuk nyimut yang manis dan unik.
ImanK - Minggu, 19 Oktober 2025
10 Kuliner Khas Kudus yang Wajib Dicoba, dari Soto Kerbau hingga Gethuk Nyimut
Tradisi
Tahok dan Bubur Samin Solo Jadi Warisan Budaya tak Benda
Sebanyak 14 warisan budaya Solo berbagai kategori berbeda dari makanan hingga olahraga tradisional ditetapkan WBTb.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Oktober 2025
Tahok dan Bubur Samin Solo Jadi Warisan Budaya tak Benda
Bagikan