Kesehatan

Selenium, Zat Penting untuk Mengatasi Rambut Rontok

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 31 Agustus 2022
Selenium, Zat Penting untuk Mengatasi Rambut Rontok

Selenium bisa kamu temukan dalam makanan dan juga suplemen. (Foto: Pexels/Polina tankilevitch)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RAMBUT rontok sangat mengganggu. Apalagi saat kamu menyisir rambut. Rambut memang jadi tertata dengan baik, tapi di lain hal helai rambut kamu berkurang. Sisa rambut kamu menempel pada sisir.

Rambut rontok bisa dialami siapapun. Jika tidak ditangani, ujung-ujungnya kamu bisa mengalami kebotakan. Namun, setiap permasalahan pasti ada solusinya. Untuk rambut rontok, bisa kamu atasi dengan selenium.

Baca Juga:

Ketahui Arti Mimpi Rambut Rontok yang Harus Kamu Waspadai

Dikutip Vegamour, selenium mungkin masih asing di telinga beberapa orang. Selenium merupakan mineral penting yang bisa kamu temukan dalam kacang, sarden, ikan tuna, tiram, daging sapi, daging ayam, telur, susu, dan biji-bijian. Selain di makanan, selenium juga hadir dalam bentuk suplemen.

Selenium bisa membantu atasi masalah rambut, salah satunya kerontokan. (Foto: Unsplash/towfiqu barbhuiya)


Selenium efektif sebagai perawatan rambut rontok. Banyak orang yang menderita telogen effluvium (rambut rontok) mengonsumsi suplemen selenium untuk mendukung dan membantu pertumbuhan pada rambut. Hal tersebut dikarenakan tubuh membutuhkan mineral seperti selenium dalam membantu pertumbuhan rambut.

Perlu kamu ketahui bahwa mineral sebenarnya dibutuhkan oleh banyak enzim untuk menjalankan perannya dalam mengkatalisis berbagai reaksi kimia di dalam tubuh. Namun, sejumlah antioksidan membantu tubuh dalam membersihkan diri dari radikal bebas yang bisa menyebabkan penuaan dini dan melemahnya folikel rambut.

Baca Juga:

Memahami Rambut Rontok setelah Melahirkan

Oleh karena itu, selenium hadir untuk membantu pertumbuhan rambut yang sehat dengan membunuh radikal bebas tersebut.

Konsumsi selenium secukupnya saja. (Foto: Pexels/pixabay)

Meski bisa mengatasi kerontokan rambut, selenium tidak boleh digunakan berlebihan. Gunakan selenium secukupnya untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan. Kelebihan mengonsumsi selenium akan membuat kamu keracunan zat ini. Terkadang, orang keracunan selenium juga berpotensi mengalami kerontokan rambut.

Ada beberapa tanda yang terlihat jika kamu keracunan selenium. Napas akan beraroma seperti bawang putih. Segera ke dokter setelah menemukan gejala ini.

Selain untuk rambut, selenium merupakan elemen penting dengan efek antioksidan dan imunomodulator yang tentunya juga bisa mencegah kerusakan stres oksidatif pada sel. Selenium bahkan berfungsi untuk membantu mencegah peradangan dan melawan radikal bebas penyebab kanker di dalam tubuh. (yos)

Baca Juga:

Mau Rambut Tebal, Lebat dan Hitam, Yuk Intip Tipsnya!

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan