Selama 2019, Anies Dianggap Lakukan Kontroversi Dibanding Kerja Majukan Jakarta

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 30 Desember 2019
Selama 2019, Anies Dianggap Lakukan Kontroversi Dibanding Kerja Majukan Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Katedral Jakarta dalam rangkaian silaturahmi dengan warga dalam perayaan Natal 2019. (Foto: MP/Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai, sepanjang tahun 2019, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi sorotan publik karena beberapa kebijakannya selalu dianggap kontroversial oleh sebagian besar publik ibukota.

"Seringkali kebijakan yang diambil terkesan populis untuk membela publik, keberpihakan pada kaum lemah yang menjadi prioritas dalam kepemimpinannya. Tetapi seringkali pula di sisi lain kebijakannya jauh dari nuansa kepentingan kepublikan;" kata Trubus kepada Merahputih.com di Jakarta, Senin (30/12).

Trubus juga menyebut, Anies terkesan kontroversial karena memimpin ibukota tanpa seorang wagub. Sampai akhir Desember 2019, Anies sudah 16 bulan menjadi kepala daerah Jakarta tanpa wakil. Wakil Anies, Sandiaga Uno, mundur pada 9 Agustus 2018 untuk maju bersama mantan capres bernomor urut 02 Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Baca Juga:

PA 212 Sebut Perayaan Natal Sumbar Tak Pantas Dilarang

Upaya DPRD DKI memilih wagub juga tak kunjung membuahkan hasil meski lembaga parlemen daerah itu saat ini juga sudah berganti anggota.

Ditengarai, kesepakatan politik antara dua partai politik (parpol) pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017, yaitu Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), juga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang belum mencapai titik temu, menjadi sebabnya.

"PKS telah mengusulkan dua nama, yaitu Agung Yulianto, juga Ahmad Syaikhu. Belakangan, Gerindra mengusulkan hingga empat nama juga, yaitu Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah, Arnes Lukman, Ferry Juliantono, juga Riza Patria," kata Trubus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Katedral Jakarta dalam rangkaian silaturahmi dengan warga dalam perayaan Natal 2019.  (Foto: MP/Kanugrahan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Katedral Jakarta dalam rangkaian silaturahmi dengan warga dalam perayaan Natal 2019. (Foto: MP/Kanugrahan)

Lalu, Anies juga mengundang kontroversi karena empat kali pergi ke luar negeri.

Keempat kunjungan, yaitu menjenguk almarhumah Ani Yudhoyono di Singapura pada Maret, juga menjadi keynote speaker di The Pyramid's Annual Post-AGM Gala Dinner di Singapura pada Mei.

Selain itu, Anies menghadiri Urban 20 (U20) Mayors Summit Agenda di Jepang pada Mei, serta melawat ke Kolombia hingga Amerika Serikat (AS) pada Juli, kemudian memboyong perhelatan Formula E untuk digelar di Jakarta sebagai hasil dari lawatan

"Kepergian Anies ke luar negeri kerap disoroti hingga Presiden Joko Widodo juga menyinggung kepergian kepala daerah ke mancanegara sekali pun informasi mudah didapat dari internet," sebut Trubus.

Baca Juga:

Ribuan Napi Beragama Kristen Diberikan Remisi Khusus Natal

Kebijakan kontroversial, lainnya, lanjut Trubus antara lain mengunjungi acara reuni 212, pemberian penghargaan untuk diskotek Colesseum, anggaran siluman hingga kewajiban memakai seragam Persija bagi PNS DKI.

Trubus berharap, kedepan Anies tak mengulangi blunder tersebut. "Ini bisa menggangu pembangunan di kota Jakarta hanya karena langkah kontroversial tersebut," kata Trubus.

Ia melihat, jika dibiarkan, maka citra Anies dimata warga akan semakin buruk. "Warga akan menganggapnya sebagai Gubernur yang fokus melakukan kebijakan populis dibanding bekerja memajukan kotanya," ungkap Trubus. (Knu)

#Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Tiga anggota intel kodim itu mengaku sebelumnya menghadiri rapat pemantauan wilayah dan hendak makan siang di Soto Mbok Giyem. .
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Intel Kodim Kepergok Anies Ikut Makan di Soto Mbok Giyem, TNI Klarifikasi Murni Spontan
Indonesia
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Kodam IV/Diponegoro Jawa Tengah membenarkan tiga pria TNI yang berfoto bersama Anies Baswedan merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kodam Diponegoro Akui 3 Pria Diajak Foto Bareng Anies Baswedan Intel Kodim
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Beredar narasi di media sosial yang menyebut kehadiran Anies di lokasi bencana alam Aceh membuat beban korban hilang. Cek kebenaran informasinya!
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Diketahui, konteks asli video yakni momen Anies tumpengan dalam peresmian jembatan jembatan gantung di Desa Cihanjuang, Pandeglang, Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Gelar Syukuran setelah Roy Suryo Dipenjara atas Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Ketua DPR RI, Puan Maharani, kabarnya menggandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029.
Soffi Amira - Jumat, 07 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Beredar konten yang berisi Anies menyebut orang-orang di sekeliling Prabowo munafik dan gila jabatan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Sebut Sehebat Apapun Prabowo, Tetap Rusak Bila Sekelilingnya Orang-Orang Munafik yang Gila Jabatan
Indonesia
Anies Baswedan Doakan Prabowo di Usia ke-74: Semoga Diberi Petunjuk dan Ketetapan Hati dalam Memimpin Bangsa
Anies Baswedan Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-74 untuk Prabowo.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Oktober 2025
Anies Baswedan Doakan Prabowo di Usia ke-74: Semoga Diberi Petunjuk dan Ketetapan Hati dalam Memimpin Bangsa
Bagikan