Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Selain Heli AW 101, BPK Juga Audit Seluruh Pengadaan Alutsista TNI

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 12 Oktober 2017
Selain Heli AW 101, BPK Juga Audit Seluruh Pengadaan Alutsista TNI

Helikopter Agusta Westland 101 (Foto Wikipedia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat ini tengah melakukan audit pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI oleh Kementerian Pertahanan. Termasuk di antaranya, pengadaan helikopter Agusta Westland (AW) 101 yang diduga terdapat praktik korupsi.

"Pengadaan (helikopter) Agusta Westland 101 oleh Mabes TNI AU masih diperiksa. Tapi, pemeriksaannya bukan hanya helikopter Agusta Westland tapi keseluruhan pengadaan alutsista di lingkungan TNI dan Kementerian Pertahanan,"ujar anggota I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Agung Firman Sampurna di kantornya, Jakarta, Kamis (12/10).

Audit itu berawal dari pengadaan helikopter AW101 senilai US$ 55 juta atau sekitar Rp 472 miliar yang dilakukan awal tahun. Pengadaan AW 101, menurut Agung, adalah bagian tidak terpisah dari pemeriksaan keseluruhan pengadaan alutsista yang sedang dilakukan BPK, maka hasil pemeriksaannya belum ada sampai kini.

"Saya ingin mengatakan sesuai konstitusi kita, untuk menghitung dan menetapkan kerugian negara itu merupakan wewenang BPK. Jadi enggak ada lembaga lain di Republik Indonesia ini yang bisa melakukan itu kecuali BPK. Termasuk siapapun dan kami belum pernah melakukan perhitungan penetapan kerugian negara terhadap Agusta Westland," kata Agung.

Agung menyebut pengadaan alutsista, termasuk pengadaan AW 101 memang punya risiko besar. Untuk itu, BPK memastikan sudah melakukan pemeriksaan guna menjaga akuntabilitas serta memastikan pengadaan alutsista bisa berjalan dengan aturan yang ada.

Untuk diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menteri Pertahanan Ryamizad Ryacudu mengaku tidak mengetahui adanya pengadaan AW101. Pengadaan itu dilakukan oleh TNI AU tanpa adanya koordinasi dengan Panglima TNI maupun Kemenhan. Presiden Jokowi sendiri menyatakan pada 2015 lalu menolak pembelian AW 101. (Ayp)

Baca juga berita terkait lainnya di: KPK Periksa Dua Marketing BRI Terkait Korupsi Helikopter AW 101

#Helikopter Agusta Westland 101 #Audit BPK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KPK Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi, Diduga Ubah Hasil Audit Pemkab Muara Enim
KPK memeriksa anggota BPK, Bobby Rizaldi. Hal itu terkait dugaan hasil audit Pemkab Muara Enim.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
KPK Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi, Diduga Ubah Hasil Audit Pemkab Muara Enim
Indonesia
KPK Temukan Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Perubahan Audit Pemkab Muara Enim
KPK menemukan petunjuk dugaan intervensi BPK pusat dalam kasus suap audit Pemkab Muara Enim. Hasil audit yang semula WDP diduga berubah menjadi WTP.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
KPK Temukan Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Perubahan Audit Pemkab Muara Enim
Indonesia
Modus Skandal Jual-Beli Ubah Hasil Audit BPK di OTT Bupati Muara Enim
KPK ungkap permintaan Rp1,6 miliar untuk mengubah hasil audit BPK Sumsel terkait laporan keuangan Pemkab Muara Enim. OTT tangkap bupati nonaktif Edison dan ASN BPK.
Wisnu Cipto - Jumat, 12 Juni 2026
Modus Skandal Jual-Beli Ubah Hasil Audit BPK di OTT Bupati Muara Enim
Indonesia
Rawan Penyimpangan Dana Hibah Keraton 2018-2025, Tedjowulan Kirim Surat Audit BPK
Permohonan audit keuangan terkait dana hibah era kepemimpinan Paku Buwono XIII periode 2018-2025.
Frengky Aruan - Senin, 23 Februari 2026
Rawan Penyimpangan Dana Hibah Keraton 2018-2025, Tedjowulan Kirim Surat Audit BPK
Bagikan