Sejarah Instrumen Tradisional 'Gordang Sambilan' dari Sumatera Utara
Mengenal alat musik tradisional 'Gondan Sambilan'. (Foto: dok/youtube)
MerahPutih.com - Gordang Sambilan adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Sumatera Utara, khususnya dari suku Batak. Alat musik ini memiliki keunikan dan peran yang sangat penting dalam kehidupan budaya masyarakat Batak.
Gordang Sambilan terdiri dari sejumlah drum besar yang dimainkan secara kolektif, dan sering kali digunakan dalam upacara adat, perayaan, serta pertunjukan seni.
Baca juga:
Dikutip dari berbagai sumber, kata "gordang" sendiri berasal dari bahasa Batak yang merujuk pada drum besar, sedangkan "sambilan" berarti sembilan, yang merujuk pada jumlah drum yang digunakan dalam ensemble ini.
Sejarah gordang sambilan terkait erat dengan tradisi masyarakat Batak yang kaya akan ritual dan upacara, di mana musik berfungsi sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan roh nenek moyang serta sebagai bagian dari pelaksanaan berbagai kegiatan adat.
Pada zaman dahulu, gordang sambilan dimainkan dalam acara-upacara penting seperti pernikahan, pesta adat, dan acara keagamaan.
Baca juga:
Ketua KPU Minta Maaf Soal Pilkada Sumut di Depan Anggota DPR
Drum ini juga digunakan untuk mengiringi berbagai bentuk tarian tradisional Batak. Dalam upacara-upacara adat, gordang sambilan bukan hanya sekadar alat musik, tetapi juga simbol dari kekuatan spiritual dan keberanian.
Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan gordang sambilan mulai berkurang. Namun, alat musik ini tetap dilestarikan dalam beberapa acara adat dan budaya Batak.
Beberapa komunitas Batak yang sadar akan pentingnya melestarikan warisan budaya mereka, kini berusaha untuk menghidupkan kembali tradisi ini dengan mengajarkan generasi muda tentang pentingnya gordang sambilan dalam kehidupan sosial dan budaya mereka.
Selain itu, beberapa kelompok musik Batak modern mulai mengadaptasi gordang sambilan dalam berbagai genre musik, menjadikannya bagian dari pertunjukan yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan cara ini, gordang sambilan tetap dapat dikenali oleh generasi muda dan masyarakat luas, serta turut berkontribusi dalam memperkenalkan budaya Batak ke dunia internasional. (far)
Bagikan
Berita Terkait
Nelayan dengan Perahu Kecil Harus Waspada, Tinggi Gelombang di Perairan Sumatera Utara Bisa Capai 2,5 Meter
“Hati Bertali”, Lagu Bumiy yang Merangkul Duka dan Harapan di Tengah Bencana
BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Sumatera Utara karena Hujan Berdurasi Lama Rabu, 7 Januari 2026
Pemerintah Revitalisasi 897 Sekolah Semua Tingkat Termasuk SLB di Sumut dengan Anggaran Rp 852 M, Target Rampung Akhir Januari 2026
Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Berjalan Mulai 5 Januari
Pesta Malam Tahun Baru 2026 Jakarta Himpun Donasi Rp3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Pulang Dari Pakistan dan Rusia, Prabowo Langsung Mendarat di Sumatera Utara
Siklon Tropis Senyar Bikin Hujan Lebat dan Ekstrem Landa Sumatera Utara
20 Kejadian Bencana Alam di 6 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, 10 Orang Meninggal Dunia sementara Ratusan Warga Harus Mengungsi
4 Kabupaten Di Sumatera Utara Diterjang Banjir Bandang, Korban Jiwa Tercacat di Tapteng