4 Kabupaten Di Sumatera Utara Diterjang Banjir Bandang, Korban Jiwa Tercacat di Tapteng
Rumah warga di Desa di Hutaimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis terendam banjir hingga setinggi dada orang dewasa, terlihat perahu warga digunakan sebagai alat transportasi sementara. Genangan air cokelat memenuhi pemukiman setelah hujan deras mengguyur wilayah Mandailing Natal sejak beberapa hari terakhir. ANTARA/HO-BPBD Madina
MerahPutih.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda empat kabupaten/kota di Sumut, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Mandailing Natal.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara mengirimkan bantuan logistik bagi korban terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di empat kabupaten/kota di provinsi itu.
Adapun bantuan logistik yang dikirimkan untuk empat kabupaten/kota di Sumut, yakni satu ton minyak goreng, 500 kilogram gula putih, 500 kotak teh celup, 20 ribu bungkus mi instan dan 1.000 kaleng ikan sarden.
"Sudah (dikirimkan, red) di Tapsel (Tapanuli Selatan) tadi, di Tapanuli Tengah dilaporkan pak bupati nelpon secara langsung," kata Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution usai penanaman cabai merah di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (25/11).
Baca juga:
Banjir Besar, Pemerintah Thailand Evakuasi Seluruh Warga di Kota Hay Yai Songkhla
Ia mengatakan, di Tapteng (Tapanuli Tengah) ada korban jiwa. Di media sosial, Bupati Tapanuli Tengah menyebutkan ada 4 korban jiwa.
"Saya sampaikan tolong dimonitor terus kondisinya, utamakan keselamatan masyarakat. Mungkin beberapa hari ke depan saya bisa melihat ke sana," jelas Bobby.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah menyampaikan bahwa pada November dan Desember 2025i diperkirakan terjadi intensitas hujan yang sangat tinggi.
BMKG mengingatkan masyarakat agar waspada potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) yang dapat menyebabkan banjir dan longsor.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Martha Manurung di Medan, Selasa, mengatakan sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada Rabu (26/11) berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terhitung Januari hingga 24 November 2025 Indonesia sudah mengalami 2.919 kejadian bencana yang didominasi hidrometeorologi. (*)
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Semangat Polisi Terobos Kampung Terisolasi di Aceh Dengan Pakai Trail
12 Ribu Hektare Lahan Kopi di Aceh Tengah Rusak Akibat Banjir
3 Desa di Donggala Sulteng Diterjang Banjir, Jembatan Putus
Senyum dan Senang Warga Korban Banjir di Aceh Tamiang Dapat Hunian Sementara
49 Ribu Hektare Lahan Terdampak Banjir Sumatera Harus Direhabilitasi
3 Kecamatan di Dompu NTB Dilanda Banjir, Tanggap Darurat Diberlakukan
DPR Dukung Pembentukan Pokja Buat Percepat Pemulihan Warga Terdampak Banjir Sumatera
5 Kecamatan di Aceh Timur Dilanda Banjir, Ketinggian Sampai Dada Orang Dewasa
Bangunan Rusak Akibat Banjir di Aceh Tamiang Capai 58 Ribu, Kondisi Memprihatinkan
Bersihkan Lumpur Banjir di Sekolah, Aceh Taming Perlu Tambahan Alat Berat