MerahPutih Nasional - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015 DKI Jakarta hingga saat ini masih dalam pembahasan. Padahal batas akhir pengesahan APBD itu hanya tinggal satu pekan.
Seperti diketahui, berdasarkan Surat Edaran Nomor 903/6865/SJ, yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, APBD DKI 2015 harus disahkan sebelum 31 Desember mendatang. Apabila terlambat, para pejabat yang berwenang menyusun dan mengesahkan APBD akan menerima konsekuensi keterlambatan tersebut, yakni penahanan gaji selama enam bulan untuk kepala daerah, wakil kepala daerah dan seluruh anggota DPRD. Sebab, pembahasan hingga pengesahan RAPBD menjadi APBD membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan. Mendagri pun sudah mengimbau pemerintah daerah dan DPRD untuk segera menetapkan RAPBD 2015 dan Perda, terkait penjabarannya.
Djarot Syaiful Hidayat yang baru kemarin dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI memilih untuk mennyelesaikan pengesahan RAPBD tersebut sebagai kerjaan pertamanya. Menurutnya, membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) bersama dengan DPRD DKI Jakarta itu bukanlah hal yang mudah. Untuk itu, sebelum melakukan pekerjaan tersebut, Djarot akan bersilaturahmi terlebih dahulu dengan anggota DPRD.
"Nanti saya akan silahturahmi terlebih dahulu kepada seluruh pimpinan DPRD, terutama untuk mempercepat dan mempertajam KUAPPAS. Selanjutnya akan Mengalir begitu saja," kata Djarot di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (18/12/2012).
Djarot menjelaskan, dalam pembagian tugas menyelesaikan permasalahn di Jakarta, dirinya dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan saling melengkapi, saling berebut kerja agar visi menjadikan Jakarta baru segera dapat diwujudkan.
"Kami akan terus berkordinasi untuk berebut kerja mengingat waktu kita kurang dari 3 tahun," tegasnya.
Selain itu, Djarot juga akan membenahi pasar-pasar tradisional dan akan lebih rajin blusukan kekampung-kampung untuk melihat permasalahn yang ada. Alasanya, pasar memiliki keunikan dimana ada transaksi tawar menawar yang menggunakan batin. Sementara untuk blusukan, kata Djarot, dirinya bukan hanya melihat dan memantau situasi.
"Saya juga akan berdialog. Jangan kaget kalau saya blusukan ke kampung-kampung naik motor," ungkapnya.
Sehari Jadi Wagub DKI, Djarot Memilih Tugas Pertama Selesaikan APBD 2015. (bms)