Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Sebelum Harga Anjlok, Petani Cabai Panen Lebih Awal

Widi HatmokoWidi Hatmoko - Kamis, 23 Februari 2017
Sebelum Harga Anjlok, Petani Cabai Panen Lebih Awal

Petani cabai di Yogyakarta sedang memanen. (FOTO Antara/Aditya Pradana Putra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Untuk menghindari akan adanya penurunan harga cabai di pasaran, para petani cabai di Dusun Simo Dua, Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memilih panen lebih awal. Saat ini harga cabai dari petani ke tengkulak masih kisaran Rp 32ribu per-kilo.

"Harga cabai diprediksi dalam beberapa hari ke depan akan anjlok bila tidak turun hujan. Mumpung harga masih tinggi kami memilih memanen lebih awal, takut harganya kembali turun," ujar Salah seorang petani cabai Ponjong Etik di Gunung Kidul, seperti dilansir Antara, Kamis (23/2).

Etik mengungkapkan, hujan yang terus mengguyur wilayah Gunung Kidul menyebabkan petani harus merawat tanaman cabai lebih maksimal. "Biaya untuk merawat tanaman cabai lebih mahal saat musim tidak menentu seperti saat ini. Karena kami harus terus menjaga lahan agar tidak tergenang air," katanya.

Ia juga mengatakan dari lahan seluas ratusan meter persegi dirinya baru memanen sekitar separuh dari lokasi tanaman cabai keritingnya. "Kalau tidak turun hujan, maka cabai harganya akan menurun, karena beberapa wilayah juga akan panen," ulasnya.

Ia berharap pemerintah menyetabilkan harga cabai, kalau harga menurun tidak terlalu jauh dari biaya yang dikeluarkan. "Kalau turun, semoga tidak terlalu banyak sehingga petani tidak terlalu rugi," katanya.

Sementara, Kasi Metrologi dan Perlindungan Kosumen Disperindag Gunung Kidul Supriyadi, menyampaikan, pihaknya rutin melakukan pemantauan terhadap hargadi sejumlah pasar tradisional. Seperti Pasar Wonosari, Pasar Playen, Pasar Karangmojo, dan Pasar Semanu. Ia mengatakan sampai saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti masih tingginya harga cabai.

Namun demikian, pihaknya menduga kenaikan ini karena adanya faktor cuaca. "Hujan yang terus terjadi akhir-akhir ini kemungkinan penyebabnya. Selain itu distribusi dari beberapa daerah juga mungkin menjadi penyebab meningkatnya harga cabai," katanya.

#Pertumbuhan Ekonomi #Kesejahteraan Nelayan #Forum Masyarakat Petani Indonesia (Fortani)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Widi Hatmoko

Menjadi “sesuatu” itu tidak pernah ditentukan dari apa yang Kita sandang saat ini, tetapi diputuskan oleh seberapa banyak Kita berbuat untuk diri Kita dan orang-orang di sekitar Kita.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Pemprov DKI juga memperkuat kualitas tenaga kerja untuk memastikan pertumbuhan ekonomi diikuti perluasan kesempatan kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Indonesia
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menilai sekitar 115 UU perlu diubah karena dinilai berpihak pada ekonomi neoliberalisme.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Indonesia
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Proyeksi ini bukan berarti sinyal positif bagi negara Indonesia. Celios melihat situasi ini akan menciptakan ketimpangan ekstrem dengan gap yang sangat jauh.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Indonesia
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Pemerintah kembali menempatkan dana Rp 281 triliun di bank BUMN hingga Desember 2026 untuk menjaga likuiditas perbankan. Tambahan dana siaga Rp 100 triliun juga disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Indonesia
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
BI telah membeli SBN senilai Rp 156,5 triliun, setelah sepanjang 2025 merealisasikan pembelian sebesar Rp 332,14 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Bank Indonesia Yakini Pertumbuhan Ekonomi Tumbuh Tinggi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Kenaikan harga Pertamax membuat daya beli kelas menengah makin tertekan. PKS pun juga mengingatkan adanya risiko inflasi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Indonesia
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Indonesia
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Optimisme itu muncul karena sejumlah indikator ekonomi nasional masih menunjukkan performa positif.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Yakin Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen di 2027 meski Dunia Bergejolak
Berita
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, DPR Soroti Dominasi Belanja Pemerintah
Komisi XI DPR RI memberikan apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang naik 5,61 persen.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, DPR Soroti Dominasi Belanja Pemerintah
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja usaha, terutama bagi sektor yang bergantung pada bahan baku impor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tidak Dirasakan Dunia Usaha, Malah Tekanan Biaya Meningkat
Bagikan