Sebanyak 80 Persen Pasar Lampu Listrik Dikuasai Impor

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Selasa, 13 Oktober 2015
Sebanyak 80 Persen Pasar Lampu Listrik Dikuasai Impor

Presiden Jokowi didampingi Kepala Staf Presiden Teten Masduki saat menerima pengurus APERLINDO dan APPI, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10) (Foto: setkab.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Produk dalam negeri hanya mampu menuhi pasar lampu listrik sebanyak 20 persen, sedangkan sisanya 80 persen pagsa pasar dikuasai impor. Kondisi tersebut didorong berbagai kondisi di antaranya karena biaya produksi dalam negeri lebih mahal dibanding barang impor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) dan Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10) kemarin. Pada pertemuan itu, pelaku usaha meminta pemerintah mendorong produksi dalam negeri sehingga pasar lampu listrik dalam negeri tidak dikuasai impor.

"Presiden katakan dengan skema padat karya yang diterapkan ini diharapkan industri lampu menjadi tuan rumah di negaranya sendiri," kata Ketua Aperlindo John Manopo seusai pertemuan dengan Presiden Jokowi seperti dilansir kantor Sekretariat Kabinet (Setkab).

Kebutuhan lampu listrik nasional sekira 300 juta setiap tahun. Sebanyak 80 persen dari kebutuhan itu dipenuhi oleh impor, sisanya 20 persen dipenuhi oleh produk lokal. Jhon mengatakan, salah satu penyebab penguasaan pasar lampu listrik oleh impor yaitu pengenaan bea masuk impor yang 0%. Sementara itu, produk lokal harus menanggung bea masuk komponen impor sebesar 5 persen. Komponen impor dengan bea masuk tersebut membuat biaya produksi lokal lebih mahal.

"Nah, jadi buat apa membuat lampu di dalam negeri jika untuk membuat (produk lokal) biayanya lebih mahal," kata John.

Sementara itu, Ketua APPI Rijanto Mashan mengatakan, produksi lokal banyak terkendala di industri hulu. Industri kelistrikan tergantung industri lain. Pabrik baja misalnya, meski ada di Indonesia namun hanya untuk memenuhi kebutuhan konstruksi, bukan untuk industri. Kemudian juga untuk produksi trafo, di Indonesia ada pabrik kawat namun pabrik tersebut baru bisa memenuhi sebagian kebutuhan industri lampu listrik. Begitu juga dengan Pertamina, produksi trafo membutuhkan pendingin berbahan bakar minyak, tapi kenyatannya minyak Indonesia juga impor.

Produksi dalam negeri sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Dari 83 pabrik yang terdaftar di APPI, produsen lokal hanya mampu menyerap lima juta dari sepuluh juta permintaan terhadap lampu listrik.

"Kami mengharapkan pemerintah mau memberi dukungannya untuk membangun industri kelistrikan dalam negeri," kata Rijanto.

 

Baca Juga:

  1. Amazon Echo dapat Nyalakan dan Matikan Lampu
  2. Google Doodle Peringati Ultah ke-101 Sistem Lampu Lalu Lintas Listrik Pertama
  3. Mati Lampu Warnai Rapat Pembahasan Mafia Migas
  4. Lexus NX 200t Gunakan Lampu LED Spesial
  5. Kehebatan Lampu LED Yamaha All New Soul GT

 

#Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Presiden Prabowo mengundang para mantan presiden dan wakil presiden RI ke Istana Kepresidenan, bahas situasi nasional dan geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Prabowo Undang Para Mantan Presiden ke Istana, Bahas Situasi Global dan Konsolidasi Nasional
Indonesia
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Mantan Wali Kota Solo ini mendapatkan rumah pensiun hadiah dari negara di bangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Oktober 2025
Masih Dibangun, Jokowi Belum Tempati Rumah Hadiah Negara Setelah 1 Tahun Lengser
Indonesia
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tiba dikediaman Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo usai berlibur bersama cucunya di Bali, Sabtu (12/7).
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 13 Juli 2025
Cerita Ajudan Saat Jokowi Pemulihan Sekaligus Liburan di Bali Bersama Semua Cucu
Berita Foto
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Djan Faridz usai menjalani pemeriksaan KPK di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 26 Maret 2025
Anggota Watimpres Era Presiden Jokowi, Djan Faridz Jalani Pemeriksan KPK
Indonesia
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Jokowi diharapkan kembali berbaur dengan masyarakat di wilayah setempat.
Frengky Aruan - Selasa, 22 Oktober 2024
Pulang ke Solo, Jokowi Akan Dilibatkan dalam Kegiatan Kampung oleh Pengurus RT/RW Setempat
Indonesia
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Presiden Joko Widodo akan kembali ke Solo setelah purnatugas.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 Oktober 2024
H-1 Pensiun, Mural Infrastruktur Era Jokowi Mejeng di Jalan Slamet Riyadi
Indonesia
Hari Kerja Terakhir di Istana Negara, Jokowi Bicarakan Proses Transisi Pemerintahan
Jokowi juga menggelar makan siang terakhir bersama jajaran menteri kabinet kerja
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 Oktober 2024
Hari Kerja Terakhir di Istana Negara, Jokowi Bicarakan Proses Transisi Pemerintahan
Lifestyle
Mitos Seputar Pohon Pulai yang Ditanam di Istana Negara oleh Jokowi
Presiden Joko Widodo menanam pohon pulai di perkarangan Istana Negara Jakarta pada Kamis (17/10) atau sebelum berakhirnya masa jabatan.
Frengky Aruan - Jumat, 18 Oktober 2024
Mitos Seputar Pohon Pulai yang Ditanam di Istana Negara oleh Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marah karena Prabowo Tiba-tiba Pilih Anies Jadi Wapres
Dalam narasinya disebutkan Jokowi marah karena Prabowo diam-diam memilih mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sebagai wakil presiden (wapres) pengganti Gibran Rakabuming Raka.
Frengky Aruan - Jumat, 18 Oktober 2024
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Marah karena Prabowo Tiba-tiba Pilih Anies Jadi Wapres
Indonesia
Di Penghujung Jabatan, Jokowi Bentuk Korps Pemberantasan Korupsi Polri
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 Oktober 2024
Di Penghujung Jabatan, Jokowi Bentuk Korps Pemberantasan Korupsi Polri
Bagikan