MerahPutih Internasional – Sebanyak seribu karyawan pabrik jet Kanada, Bombardier, diberhentikan karena pesawat ringan jenis Learjet 85 sepi pembeli.
Akibatnya, saham perusahaan langsung turun lebih dari 25 persen menjadi 3,03 dolar Kanada per lembar dalam perdagangan pagi di Toronto setelah pengumuman. Dan perusaahaan pabrik pesawat jet Kanada itu akhirnya menghentikan produksi.
BACA JUGA : Muhammad Ali Masuk Rumah Sakit Lagi
Seperti dilansir Arabnews, Minggu (18/1), Bombardier menyebutkan alasan pemberhentian seribu karyawannya.
"Penghentian tersebut dikarenakan lemahnya permintaan pasar terhadap pesawat Learjet 85."
Menurut Manajemen Bombardier, lemahnya pasar untuk kategori pesawat ringan yang berlangsung sejak krisis ekonomi, menjadi penyebab minimnya pembeli pesawat Learjet 85.
Demi mengatasi minimnya pembeli, pabrik pesawat terbesar ketiga di dunia ini memutuskan akan tetap membuat Learjet yang sedikit lebih kecil seperti model 70 dan 75. Namun fokus utama produksi Bombardier adalah pesawat penumpang berukuran sedang seperti CSeries dan Global 7000 atau 8000.
Pesawat jenis CSeries adalah andalan Bombardier di kelas pesawat penumpang dengan 100-150 tempat duduk yang didominasi oleh Airbus dan Boeing.
Sebelumnya, Bombardier telah merumahkan 1.700 pekerja pada bulan Desember 2013 dan lebih dari 1.800 pada akhir Juli 2013 karena perusahaan kesulitan merestrukturisasi divisi kedirgantaraannya.
Follow Twitter kami di @MerahPutihCom
Like Fanpage Facebook kami di merahputih.com
Berita lainnya : Seorang Pria Tewas Karena Keasyikan Main Game Online