Satu RT di Semper Jakut Mini Lockdown, Wagub DKI: Harus Jadi Pelajaran
Spanduk berisi pengumuman "lockdown" masih terpasang di akses masuk RT 03 RW 03 Cilangkap, Jakarta, Rabu (2/6/2021). ANTARA/Yogi Rachman
MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta mengakui ada satu rukun tetangga (RT) di ibu kota dilakukan mini lockdown.
Yaitu di RT 01/RW 04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara menyusul 22 warga positif COVID-19.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, kejadian ini harus menjadi pelajaran masyarakat dan pimpinan wilayah untuk meningkatkan protokol kesehatan dengan menghindari kerumunan.
Baca Juga:
Satu RT di Cilangkap Lockdown, Kapolda Metro: Langkah Tepat Tangani COVID-19
"Ini menjadi penting bagi kita menjadi pelajaran di semua komunitas di tiap lingkungan terkecil harus hati-hati ya," ujar Riza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (3/6) malam.
Menurut dia, kebijakan lockdown mikro yang digaungkan Presiden Jokowi sangat membantu memotong mata rantai penyebaran COVID-19. Dengan mini lockdown itu, kasus corona tak menyebar luas.
"Terkait mikro lockdown sesuatu yang baik dan kita rasakan hasilnya di Jakarta seluruh Indonesia semakin membaik," papar dia.
Namun demikian, kata Riza, mini lockdown ini harus tetap didukung dengan kehati-hatian dan kewaspadaan Satgas COVID-19 wilayah dan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan.
Politikus Gerindra ini juga meminta kepada warga Jakarta agar tidak abai dalam menjalankan prokes meskipun angka kasus COVID-19 di ibu kota sudah membaik. Mengingat COVID-19 varian baru dari India dan Inggris sudah masuk ke Jakarta.
"Kami mohon tetap melaksanakan protokol 3M dan jangan keluar rumah bagi yang tidak penting, terutama untuk anak-anak di bawah 9 tahun, orang tua di atas 60 tahun," tutupnya.
Seperti diketahui, RT 01/RW 04, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dilaksanakan mini lockdown menyusul 22 warga positif COVID-19. Kebijakan lockdown mikro ini untuk menekan penyebaran kasus.
Ketua RT 01 RW 04 Semper Barat Mulyadi menuturkan, awal mula klaster COVID-19 di wilayahnya terjadi saat ada salah satu warga berinisial A yang meninggal dunia dinyatakan positif COVID-19.
Jenazah A dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Disesalkan keluarga A menggelar tahlilan di rumahnya.
Baca Juga:
Klaster Usai Lebaran Bermunculan, Pemda Diminta Terapkan Micro Lockdown
Sampai akhirnya puskesmas Kelurahan Semper Barat melakukan pemeriksaan COVID-19 kepada keluarga A dan terdapat tiga anggota positif. Akhirnya, Lurah Semper Barat langsung melakukan penelusuran kontak dan melakukan swab massal sebanyak 95 orang.
"Hasilnya dari 95 orang, jumlahnya hampir 22 yang terpapar," ungkapnya.
Adapun kini, ada 21 warga yang sedang menjalani isolasi di RS COVID-19 Wisma Atlet dan RS Pekerja. (Asp)
Baca Juga:
Malaysia Lockdown, Cuma 20 Persen Pekerja Yang Boleh Ngantor
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Jalan di Jakarta Berlubang, Laporkan Lewat Aplikasi JAKI atau hotline 0213844444
Pramono bakal Perluas Pelabuhan Muara Angke, Atasi Penumpukan Kapal
Pramono Sikat Penjual Tramadol di Kawasan Tanah Abang
Ketua DPRD DKI tak Mau Gegabah Desak Jakarta Lepas Saham Bir
Sering Digeruduk Buruh, Gubernur Pramono tak akan Ubah UMP Jakarta 2026
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
Pemprov DKI Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Hari Ke-12, Lakukan 4 Sorti
Gubernur Pramono Gencar Gelar Modifikasi Cuaca Atasi Banjir, DPRD DKI: Buang-Buang Duit
Gubernur Pramono Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Rampung pada 2027
Masalah Banjir, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Sampah Sembarangan