Merahputih.com - Anggota Satpol PP diminta memastikan tidak terjadi kerumunan di kawasan Pasar Tanah Abang. Satpol PP juga diminta tegas mengawasi protokol kesehatan warga yang berkunjung.
Jika terjadi kerumunan, anggota Satpol PP diharapkan harus segera memberi imbauan dan langsung membubarkan kerumunan.
Baca Juga:
Mulai Hari Ini, Stasiun Tanah Abang Tidak Layani Penumpang di Sore Hari
"Hal ini guna mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19," tegas Kasatpol PP DKI, Arifin di Jakarta, Minggu (9/5).
Selain itu, Satpol PP harus mencegah para pedagang yang membuka lapaknya di atas trotoar. Trotoar harus steril dari pedagang dan hanya digunakan bagi pejalan.
"Trotoar hanya diperuntukan bagi pejalan kaki. Terutama trotoar di Jalan Jati Baru, ini harus steril dari pedagang," tegas Arifin.
Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat juga melibatkan Forum Kewasdaan Dini Masyarakat (FKDM) di minggu terakhir menjelang Lebaran, dalam penerapan prokes di kawasan pasar Tanah Abang.
“Ini salah satu sinergi dan kolaborasi, kita libatkan FKDM dalam aktivitas penanganan atau pencegahan dan penegakan prokotol kesehatan COVID-19 di Pasar Tanah Abang," kata Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma.
lanjut Dhany, FKDM mempunyai tugas mendeteksi secara dini potensi-potensi yang dapat menimbulkan kebencanaan. Serta mengingatkan kepada para pedagang atau pengunjung Pasar Tanah Abang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
Ia berharap para pedagang dan pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya itu, khusus bagi para pedagang, supaya berjualan di lokasu yang telah ditentukan.
Baca Juga:
Pengunjung Pasar Tanah Abang Diminta Tak Bawa Bocah Saat Belanja
"Jangan berdagang di trotoar kemudian bagi pengunjung lebih baik di rumah saja berkumpul bersama keluarga," imbuhnya.
Pengamanan kawasan Pasar Tanah Abang menerjunkan 300 personil terdiri dari anggota Satpol, Sudin Perhubungan, TNI, Polisi, FKDM, PPSU serta instansi terkait. (Asp)